Ghulam Farras Muhammad Ghulam Farras, 22 tahun. Saat ini sedang menempuh kuliah Jurusan Sastra Jerman UNESA dan bercita-cita menjadi dosen. Sangat mencintai bahasa dan tertarik dengan dunia jurnalistik dan kepenulisan. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca, menulis, dan mengantuk.

Ketahui 4 Digital Marketing Strategy Framework Ini untuk Merencanakan Bisnis!

2 min read

Digital marketing strategy framework

Saat ini, banyak pengusaha yang sudah beralih menggunakan metode pemasaran secara digital. Dulu, digital marketing memiliki kecenderungan untuk menggunakan keyword secara berlebihan atau spamming. Hal tersebut sudah usang. Sekarang, pemasaran secara digital menjadi jauh lebih rumit dan kompleks. Maka dari itu, kamu membutuhkan digital marketing strategy framework yang tepat dan jelas untuk membantumu merencanakan bisnis.

Tanpanya, pemasaran secara digital justru akan menjadi senjata makan tuan yang dapat mendatangkan kerugian. Sebenarnya, ada puluhan framework yang bisa kamu gunakan. Akan tetapi, kamu gak perlu bingung buat menentukan mau pakai yang mana karena MySkill.id telah menyusunnya menjadi 4 digital marketing strategy framework terbaik untukmu! Penasaran? Yuk, langsung aja masuk ke topik pembahasan!

1. RACE Planning

Digital Marketing Strategy Framework https://www.pinterest.com/pin/853080354387688697/
Framework yang cocok untuk meningkatkan brand awareness

Digital marketing strategy framework pertama yang bisa kamu gunakan adalah RACE planning. RACE merupakan akronim dari Reach, Act, Convert, dan Engage. Keempatnya merupakan langkah-langkah yang harus kamu lakukan, baik pada saat proses pemasaran tengah berjalan maupun saat berinteraksi dengan pelanggan.

Reach sangat berkaitan dengan brand awareness. Kamu harus memikirkan strategi untuk dapat meningkatkan traffic situs dan media sosialmu. Ada beberapa Key Performance Indicators (KPI) yang bisa kamu pakai, yaitu online engagement, external links, serta website traffic.

Pada langkah Act, tujuan utamamu adalah mendorong pengunjung website dan media sosial perusahaanmu untuk melakukan berbagai interaksi yang nantinya akan berujung dengan terjadinya transaksi.

Selanjutnya, tahapan Convert bertujuan untuk mengubah pelanggan menjadi konsumen tetap. Pada langkah ini, kamu bisa menjadikan conversion rate, number of leads, dan jumlah penjualan serta pendapatan sebagai KPI-mu. Pada tahapan terakhir (Engage), bangunlah koneksi yang kuat dengan pelanggan.

2. Marketing Funnel

Digital Marketing Strategy Framework https://www.skyword.com/contentstandard/how-the-marketing-funnel-works-from-top-to-bottom/
Memahami tahapan funnel untuk mengimbangi turunnya potensi pembelian

Marketing funnel membahas mengenai potensi dan prospek terjadinya pembelian yang besar di awal tahapan berbelanja. Akan tetapi, semakin lama potensi tersebut semakin mengecil. Oleh karenanya, para ahli menggambarkan model ini seperti sebuah corong air yang lebar di bagian atas dan semakin mengerucut di bawahnya.

Seperti yang telah kamu ketahui pada paragraf sebelumnya, potensi terjadinya pembelian akan menurun seiring berjalannya waktu. Turunnya potensi tersebut terjadi bersamaan dengan 6 tahapan yang akan konsumen lewati. Keenam tahapan itu adalah awareness, interest, consideration, intent, evaluation, dan purchase.

Baca juga: 5 Teknik Digital Marketing yang Ampuh untuk Memasarkan Produk, Sudah Coba?

3. Flywheel Model

Kepuasan konsumen merupakan fokus dari framework ini

Model ini menitikberatkan pada kepuasan konsumen. Hal tersebut akan memberikan dampak besar bagi perkembangan bisnismu. Mengapa demikian? Emang ada pengaruhnya? Ada, dong! Seorang konsumen yang puas akan berubah menjadi magnet yang tak memiliki kutub positif maupun negatif. Artinya, mereka dapat menarik banyak pelanggan baru untukmu!

Oiya, kepuasan pelanggan tersebut dapat kamu capai melalui metode Customer Relationship Management (CRM) yang apik. Nantinya, kamu harus mengimbanginya dengan strategi pelayanan, pemasaran, dan penjualan yang mumpuni. Kalau kamu berhasil melakukannya dengan sempurna, keuntungan akan mendatangimu secepat putaran roda kereta.

Baca juga: Ketahui Marketing Framework untuk Mengatur Upaya Pemasaran!

4. SOSTAC Model

Digital Marketing Strategy Framework https://slidebazaar.com/items/sostac-marketing-model-powerpoint-template/
Merencanakan bisnis dan pemasaran melalui SOSTAC model

Digital marketing strategy frameworks terakhir yang bisa kamu pakai adalah SOSTAC model. Frameworks ini akan membantumu dalam merencanakan keputusan bisnis dan marketing melalui beberapa langkah, yaitu situation analysis, objectives, strategy, tactics, action, dan control.

Dengan melakukan situation analysis, kamu bisa mengetahui kondisi bisnismu saat ini. Memahami objectives akan membantumu dalam menentukan goals. Berbagai goals tersebut dapat kamu capai dengan memikirkan strategy terbaik. 

Untuk menguatkan fondasi, pikirkan kembali strategy tersebut dan carilah tactics-nya. Setelah mendapat tactics, kamu bisa memikirkan action apa yang harus kamu lakukan. Langkah tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan tactics-mu. Jangan lupa untuk terus melakukan control guna memonitor performa marketingmu, yah!

Baca juga: Awas! Ini Dia 5 Kesalahan Digital Marketing yang Wajib Kamu Hindari

Itu dia 4 digital marketing strategy framework yang dapat membantumu merencanakan bisnis. Nah, buat kamu yang tertarik dengan Digital Marketing Framework dan ingin belajar mengenai seluk-beluknya, kamu bisa mengikuti kelas dan bootcamp dari MySkill.id! Selain itu, masih ada banyak pilihan kelas mengenai Pemasaran Digital yang bisa kamu ikuti, loh! Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera bergabung bersama MySkill.id!

Editor: Bynta Ayu Hanifa

Ghulam Farras Muhammad Ghulam Farras, 22 tahun. Saat ini sedang menempuh kuliah Jurusan Sastra Jerman UNESA dan bercita-cita menjadi dosen. Sangat mencintai bahasa dan tertarik dengan dunia jurnalistik dan kepenulisan. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca, menulis, dan mengantuk.