Fatiya Daani Fatiya Daani. Lulusan Sejarah. kini tengah mempelajari dunia kepenulisan, psikologi, dan digital marketing. Gemar membaca dan mendengarkan lagu.

9 Cara Resign Agar Terlihat Profesional

3 min read

Pada dunia kerja, kita mungkin akan dihadapkan dengan pilihan untuk keluar dari pekerjaan. Bagaimanapun hubungan kita dengan perusahaan, pasti selalu ada keinginan untuk keluar secara baik-baik dan profesional. Guna mengetahui cara resign yang baik, yuk, kita telusuri bersama pembahasan di bawah ini!

Pentingnya Resign Secara Baik-baik

Terdapat berbagai alasan untuk mengundurkan diri. Contohnya, seperti masalah dengan atasan atau partner kerja, overwork, gaji yang kecil, karier stagnan, melanjutkan studi, dan fokus membuka usaha. 

Dari alasan-alasan tersebut, kita tetap perlu melakukan resign dengan baik. Melalui hal, ini kita akan terlihat lebih profesional dan bertanggung jawab pada perusahaan. Di samping itu, setelah mengajukan pengunduran, pegawai juga memerlukan referensi dari perusahaan. Hal tersebut sangat penting untuk melamar pekerjaan di tempat yang baru. Maka dari itu, kita perlu resign dengan profesional. 

Cara Resign yang Baik dan Langkah-langkahnya

Guna mengetahuinya lebih lanjut, mari kita teruskan penjelasan mengenai cara resign yang benar beserta langkah-langkahnya. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa kalian ikuti:  

1. Pastikan Kembali Pilihan Tersebut

Sebelum melakukan cara resign yang baik, cobalah untuk memikirkan kembali mengenai keputusan pengunduran diri kamu
Pikirkan kembali keputusan mengundurkan diri

Sebelum memutuskan mengundurkan diri, pastikanlah kembali pilihan tersebut. Walaupun kalian memiliki berbagai macam alasan, keputusan yang dibuat dengan terburu-buru tetaplah bukan hal yang baik. 

Pastikan bahwa kalian memiliki alasan kuat dan tepat untuk keluar, bukan karena hanya kesan atau perasaan sesaat saja. Maka dari itu, lihatlah dari berbagai aspek dan pikirkan dua kali mengenai keputusan itu.  

2. Bicarakan dengan Atasan

Jangan lupa untuk membicarakannya dengan atasan
Berbicaralah dengan atasan ketika ingin keluar dari perusahaan

Membicarakan tentang keputusan kalian pada atasan merupakan salah satu langkah cara resign yang baik. Atasan berhak mengetahuinya lebih dulu tentang hal ini, terutama manajer kalian. Katakan alasan kalian secara positif, hindarilah kalimat negatif yang mengundang kesan buruk. Yakinkan pada mereka, bahwa pengajuan pengunduran diri yang kalian lakukan adalah untuk kebaikan. 

3. Berikan Pemberitahuan Sebelumnya

Cara resign yang baik adalah memberitahukan sebelumnya
Berikan pemberitauan sebulan atau dua minggu sebelumnya

Pemberitahuan mengenai pengunduran diri idealnya bisa pegawai ajukan satu bulan atau 2 minggu sebelumnya. Jika memiliki kontrak, maka sesuaikanlah dengan tanggal akhir kontrak. Sehingga perusahaan dapat mempersiapkan hal-hal terkait transisi. 

Hal ini bertujuan memberi waktu pada perusahaan untuk mencari pengganti. Perusahan akan kesulitan jika karyawan mengundurkan diri secara mendadak, karena akan ada kekosongan tanggung jawab. Oleh karena itu, memberitahu atasan masuk poin penting dalam cara resign yang profesional. 

4. Tulis Surat Resign

Menulis surat pengunduran diri adalah hal yang wajib
Tulislah resignation letter pada atasan

Menulis surat pengunduran diri adalah hal yang wajib. Pada surat ini, beritahukan tanggal pengajuan secara detail beserta alasannya. Ekspresikan juga rasa syukur kalian karena bisa berkesempatan memiliki pengalaman di perusahan tersebut dalam surat.

Selain itu, tawarkan juga bantuan kalian untuk membantu proses pergantian posisi. Dengan menawarkannya, kita akan terlihat lebih bertanggung jawab dan peduli terhadap tugas. Kemudian, berikan surat tersebut pada atasan secara langsung ataupun melalui email.  

Baca juga: Ingin Membuat Surat Resign yang Baik? Ikuti Tata Cara Ini! 

5. Tuntaskan Pekerjaan

Cara resign yang baik dapat dilakukan dengan menuntaskan pekerjaan sebelumnya
Menuntaskan pekerjaan ada tanggung jawab karyawan sebelum keluar

Langkah selanjutnya, tuntaskanlah semua pekerjaan sebelum keluar. Terutama tugas yang diberikan oleh perusahaan sebelum tanggal pengajuan. Keluar dari perusahaan dengan melimpahkan berbagai beban pekerjaan pada orang lain dapat meninggalkan kesan buruk terhadap diri pegawai tersebut. Oleh karena itu, selesaikanlah semua tugas dan jadilah pribadi yang penuh tanggung jawab!

6. Membantu Proses Pergantian Tanggung Jawab

Cobalah untuk berkontribusi pada proses transisi tugas
Berkontribusi dalam proses transisi tugas

Sebelumnya pada surat pengunduran diri, kita telah menawarkan bantuan pada proses pergantian tanggung jawab. Karenanya, kita memberikan kontribusi pada proses ini. Ketika ada karyawan yang keluar maka akan ada kekosongan posisi, sehingga perlu adanya pengganti.

Kekosongan ini dapat terselesaikan dengan membagi rata tugas-tugas kita pada kolega satu divisi serta menjelaskan secara detail tugas tersebut pada mereka. Selain itu, kekosongan juga bisa perusahaan tangani dengan cara mencari pegawai baru. Pada kasus ini, kita mempunyai tanggung jawab untuk membimbing pegawai baru di awal masa kerjanya. Tujuannya supaya ia lebih mudah beradaptasi dengan pekerjaanya. 

7. Kemasi Barang-barang Pribadi

Cara resign yang baik adalah dengan mengemasi barang-baran pribadi
Kemasilah barang-barang pribadi

Ini adalah hal penting lain yang harus dilakukan setelah melakukan cara di atas dan memberitahukan atasan serta kolega tentang pengajuan resign. Langkah tersebut adalah mengemasi barang-barang. Kemasilah barang di meja kerja maupun loker kalian. Pastikan kembali tidak ada barang yang tertinggal. 

Baca juga: 7 Alasan Resign Untuk Pertimbangan Berhenti Kerja

8. Serahkan Kembali Barang-barang Perusahaan

Jangan lupa untuk mengembalikan barang milik kantor
Kembalikan dokumen dan barang milik kantor

Menyerahkan kembali barang-barang perusahaan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh pegawai yang ingin resign. Barang ini termasuk peranti, dokumen, dan kunci ruangan ataupun gudang. Pegawai juga perlu memindahkan dokumen-dokumen pada email pribadinya dan perangkat pribadinya ke email perusahaan.

9. Tanyakan Surat Referensi

Cara resign yang baik - jangan lupa menanyakan surat referensi
Pegawai bisa meminta surat refrensi kepada atasan

Saat hari-hari terakhir bekerja, pegawai bisa meminta surat referensi dari atasan. Jika selama bekerja pegawai memberikan kesan positif, maka mereka akan menuliskan surat referensi dengan baik. Oleh karena itu, tanyakan tentang surat referensi dengan sopan dan baik. 

Surat referensi dari atasan ini penting karena bisa menjadi modal bagi karyawan untuk mencari pekerjaan baru. Karena hal tersebut sama dengan surat rekomendasi, sehingga bisa memudahkan proses pencarian kerja di tempat baru.

Nah, itulah lagkah-langkah cara resign yang baik! Dengan mengikuti cara resign tersebut kalian dapat meninggalkan kesan positif untuk terakhir kalinya pada perusahaan. Di samping itu, tetaplah keep in touch dengan kolega di tempat lama agar koneksi kita tetap terjaga, ya

Di sela-sela mengikuti langkah-langkah cara resign di atas, jangan lupa persiapkan juga CV untuk melamar kerja di tempat baru. Yuk, mulai persiapkan diri dengan Membuat CV Impresif dan Membangun Profil LinkedIn bersama kelas dari MySkill.id!

Baca juga: CV dan Resume, Apa Saja Perbedaannya? Jobseeker Wajib Tahu!

Editor: Wida Kurniasih

Fatiya Daani Fatiya Daani. Lulusan Sejarah. kini tengah mempelajari dunia kepenulisan, psikologi, dan digital marketing. Gemar membaca dan mendengarkan lagu.