Ghulam Farras Muhammad Ghulam Farras, 22 tahun. Saat ini sedang menempuh kuliah Jurusan Sastra Jerman UNESA dan bercita-cita menjadi dosen. Sangat mencintai bahasa dan tertarik dengan dunia jurnalistik dan kepenulisan. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca, menulis, dan mengantuk.

Kenali Perusahaan Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn beserta Perbedaannya!

2 min read

Tingkat perusahaan startup

Startup adalah sebuah perusahaan berbasis digital yang baru berdiri dan sedang berada dalam fase pengembangan. Belakangan ini, banyak startup bermunculan di Indonesia. Berbagai istilah asing kerap berseliweran di telinga kamu, termasuk startup unicorn, decacorn, dan hectocorn. Lalu, apa sih artinya? Apakah sejenis brondong jagung? Untuk menjawabnya, MySkill.id mengajakmu untuk mengenali berbagai istilah di atas beserta perbedaannya! 

Dengan mengenali startup unicorn, decacorn, dan hectocorn beserta perbedaannya, kamu bisa jadi lebih paham mengenai dunia startup dan bisnis. Pemahaman tersebut tentu saja sangat bermanfaat jika kamu ingin membangun startup-mu sendiri! Tanpa berlama-lama, yuk langsung aja masuk ke topik pembahasan!

1. Nilai Valuasi

Startup Unicorn Decacorn Hectocorn https://www.pexels.com/photo/241544/
Tolok ukur nilai sebuah perusahaan

Sebelum mengenal unicorn, decacorn, dan hectocorn beserta perbedaannya, sebaiknya kamu memahami dulu apa itu nilai valuasi. Dalam dunia startup, valuasi menunjukkan ukuran dari sebuah perusahaan rintisan. Selain itu, valuasi juga dapat hadir sebagai metode untuk menggambarkan keadaan ekonomi sebuah startup.

Kamu bisa mengetahui nilai valuasi sebuah startup dari menganalisis dan mengukur jumlah aset melalui proyeksi nilai terkini perusahaan tersebut. Angkanya selalu berubah dan tidak tetap. Maka dari itu, biasanya terdapat perhitungan secara berkala untuk mengetahuinya.

Untuk mengetahui nilai valuasi sebuah perusahaan rintisan, kamu bisa melakukan beberapa pendekatan, yaitu kapitalisasi pasar, profit multiplier, dan discounted cash flow. Selain itu, kamu juga bisa memperhatikan laporan keuangan, model arus kas diskonto, dan membandingkannya dengan perusahaan sejenis.

Nah, setelah memahami apa itu nilai valuasi, sekarang kita akan mengenal unicorn, decacorn, dan hectocorn beserta perbedaannya. Agar bisa memahaminya dengan baik, baca dengan seksama, yah!

2. Unicorn

Startup Unicorn Decacorn Hectocorn https://www.pexels.com/photo/1660753/
Kasta terendah dalam dunia startup raksasa

Apa sih yang ada di benakmu ketika mendengar kata unicorn? Kuda mitologi berwarna putih dengan satu tanduk di kepalanya? Dalam dunia startup, unicorn merupakan istilah untuk menggambarkan sebuah perusahaan rintisan dengan nilai valuasi lebih dari satu miliar dolar Amerika atau setara 14 miliar rupiah.

Pendiri perusahan Cowboy Ventures, Ailen Lee, pertama kali memperkenalkan istilah unicorn ke publik dalam sebuah artikel yang ia tulis 8 tahun lalu. Penggambaran startup dengan nilai valuasi 1 miliar dolar Amerika melalui hewan mitologi bertanduk satu sangatlah tepat karena cukup susah untuk menemui perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi lebih dari 14 miliar rupiah.

Di Indonesia, kita bisa melihat beberapa startup unicorn, seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, OVO, J&T, dan OnlinePajak. Keenam startup tersebut hingga kini masih terus berkembang dan memiliki masa depan yang cukup terjamin.

Baca juga: Ini Dia 5 Tahapan Pengembangan Produk Baru! Sudah Tahu?

3. Decacorn

Kasta menengah yang bisa kamu gapai

Sama seperti unicorn, decacorn berasal dari bahasa Latin. Decacorn memiliki dua akar kata yaitu deca atau decem yang berarti sepuluh dan corn atau cornu yang berarti tanduk. Jadi, secara harfiah decacorn berarti ‘bertanduk sepuluh’.

Dalam dunia startup, kita mengenal unicorn dengan satu tanduknya sebagai penggambaran dari sebuah startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolar Amerika. Sementara itu, decacorn, yang memiliki 10 tanduk, hadir sebagai penggambaran perusahaan rintisan dengan nilai valuasi sebesar sepuluh miliar dolar Amerika atau lebih.

Di Asia, terdapat beberapa perusahaan raksasa yang menyandang gelar decacorn, seperti DJI Innovations, Toutiau, dan Grab. Pada 2019, Gojek berhasil mencantumkan namanya pada daftar startup bergelar decacorn dan menjadi perusahaan rintisan pertama di Indonesia yang menyandang gelar tersebut. Keren banget, bukan?

Baca juga: Mengenal Retensi Pelanggan dan Keuntungannya untuk Bisnismu, Sudah Tahu?

4. Hectocorn

Startup Unicorn Decacorn Hectocorn https://www.youtube.com/watch?v=h0REfNN991A
Jenderalnya startup raksasa

Hectocorn hadir sebagai kasta tertinggi dari sebuah startup. Tidak banyak perusahaan rintisan yang menyandang gelar tersebut, bahkan saat ini hanya ada satu di dunia yaitu Ant Financial dari Alibaba Group. Selain harus memiliki nilai valuasi lebih dari 100 miliar dolar Amerika, sebuah perusahaan harus masih berstatus startup untuk mendapatkan gelar hectocorn.

Baca juga: Kenali Analisis Value Chain untuk Tingkatkan Keunggulan Perusahaan!

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa unicorn, decacorn, dan hectocorn adalah gelar bagi sebuah startup. Perbedaan yang paling mendasar dari ketiganya terletak pada nilai valuasi. Startup unicorn menempati kasta terendah dengan nilai valuasi 1 miliar dolar Amerika, kemudian ada decacorn dengan nilai valuasi $10.000.000.000,- lebih, dan yang terakhir adalah hectocorn dengan nilai valuasi lebih dari 100 miliar dolar AS.

Jadi, gimana? Setelah mengenal perusahaan unicorn, decacorn, dan hectocorn beserta perbedaannya, apakah kamu berminat untuk Membangun Startup-mu sendiri dan mencapai berbagai gelar di atas? Kalau kamu udah punya startup, kamu bisa mengikuti kelas Mengenal Investasi di Startup bersama MySkill.id untuk belajar bagaimana cara menanam modal, memutar uang, dan mendapat keuntungan! Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera join MySkill.id!

Editor: Bynta Ayu Hanifa

Ghulam Farras Muhammad Ghulam Farras, 22 tahun. Saat ini sedang menempuh kuliah Jurusan Sastra Jerman UNESA dan bercita-cita menjadi dosen. Sangat mencintai bahasa dan tertarik dengan dunia jurnalistik dan kepenulisan. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca, menulis, dan mengantuk.