Fathya Tyas Yudila Utami Fathya Tyas Yudila Utami, 20. Sedang dalam masa studi pada tahun ketiga di jurusan Antropologi Sosial. Sengaja tidak belajar berenang agar tetap tenggelam dalam arus sastra yang memabukkan. Menamai dirinya sebagai buruh tulis yang tuna kata, sebab terkadang huruf-huruf jahil tidak pulang ke dalam kepala. Bercita menerbitkan anak-anak kata yang telah lahir sejak lama dalam satu, dua, seribu halaman (bila mampu) agar diketahui pernah berbagi udara yang sama dengan mahluk bumi lainnya.

Ingat 5 Panduan Ini saat Hendak Mengirimkan Lamaran Kerja via Email

2 min read

Apa yang terlintas di pikiran saat mendengar ada yang mengatakan soal lamaran pekerjaan? Apakah berlembar-lembar dokumen hasil cetakan yang terbungkus di map coklat atau antrian memanjang para pelamar di halaman kantor? Ah, terdengar sangat kuno. Dunia bukan hanya sekedar sudah tua, namun juga semakin berkembang dengan pesat! Perkembangan inilah yang pada akhirnya membuat segala sesuatu kian mudah, sobat MySkill.id. Hal ini juga berlaku bagi sistem untuk melamar pekerjaan.

Beberapa perusahaan juga perkantoran perlahan mulai menjajal dunia digital. Lantaran hal ini, para pelamar sudah tidak perlu lagi mengantarkan lamaran secara langsung. Cukup mengirimkan berkas-berkas yang menjadi persyaratan lewat email saja loh, sobat MySkill.id. Lebih mudah dan efisien tentunya! Walaupun terlihat sederhana dan semua orang dapat melakukannya, tetap ada hal-hal yang harus kamu perhatikan. Untuk itu, MySkill.id telah menyediakan lima tips yang bisa menjadi catatan ketika nanti harus mengirimkan lamaran pekerjaan via email agar tetap terlihat profesional. Ingat, first impression yang baik akan sangat menguntungkan. Mari kita simak bersama!

1. Hindari Penggunaan Nama Email yang Nyeleneh pada Lamaran Pekerjaan

Pakai alamat email yang profesional saat mengirimkan lamaran pekerjaan.
Alamat email juga menentukan profesionalitas yang kamu miliki

Bagaimana mungkin kamu menggunakan email dengan nama-nama yang terkesan nyeleneh untuk kebutuhan penting semacam ini. Bukannya membuat mereka terbahak membaca id email milikmu, hal ini justru membuat pihak recruiter berpikir bahwa kamu tidak serius melamar, sobat MySkill.id. Untuk itu, penting sekali meninjau email yang akan kamu gunakan untuk mengirimkan surat lamaran tersebut. Kamu dapat menggunakan email yang di dalamnya tertera identitas asli milikmu, dengan menyertakan nama atau kombinasi angka seperlunya. Cobalah untuk membuat alamat email agar terlihat profesional di mata recruiter!

2. Pastikan Alamat Email Tujuan Tidak Salah

Pastikan kamu tidak salah mengetik alamat email tujuan.
Tidak perlu terburu mengetik alamat email, jangan sampai malah berujung keliru

Tidak ada salahnya memeriksa ulang alamat email milik perusahaan yang kamu tuju. Siapa tahu ada kekeliruan yang ternyata luput dari pandangan. Satu kesalahan saja dapat berujung kerugian loh, sobat MySkill.id. Bayangkan bila kamu terus menunggu balasan email dari pihak recruiter, sedangkan alamat email yang tercantum ternyata typo satu huruf! Tentu ini sangat mengecewakan. Cobalah untuk memeriksa dengan detil dan melakukan double check untuk menghindari terjadinya kesalahan selama pengiriman lamaran tersebut.

Baca Juga: Catat, 5 Etika Dalam Melamar Pekerjaan

3. Jangan Biarkan Kolom Subjek Tidak Terisi

Jangan biarkan subjek kosong.
Cantumkan subjek untuk email yang kamu kirimkan

Ketika menuliskan email kepada perusahaan terkait, jangan sampai subjek pada badan email kosong! Ini menjadi penting sebab keberadaan subjek yang terisi akan memudahkan pihak perusahaan mengetahui maksud dan tujuan kamu. Ini juga akan mempermudah pihak recruiter memilah email masuk yang berkaitan dengan perekrutan karyawan di perusahaan tersebut.

Mungkin terlihat sedikit remeh, namun jangan abai memperhatikannya sobat MySkill.id. Cobalah untuk mencantumkan keperluanmu dengan singkat, padat, namun tetap jelas. Beberapa perusahaan bahkan memudahkan para pelamar dengan memberikan format subjek pada ketentuan dalam lowongan kerja milik mereka. Setelah subjek rampung, kamu bisa memulai untuk menuliskan kalimat pengantar dalam email.

4. Gunakanlah Bahasa yang Formal dalam Surat Lamaran Elektronikmu

Gunakan bahasa formal dalam lamaran pekerjaanmu.
Carilah bantuan lewat kamus bila kamu merasa kesulitan

Perhatikan tata bahasa ketika kamu sedang menuliskan email kepada sebuah perusahaan. Coba untuk menggunakan bahasa yang formal dan sopan di dalamnya. Gaya bahasa tersebut akan membantu para recruiter memahami maksud dari email yang mereka terima. Hindari penggunaan kalimat yang bertele-tele dan tidak bermakna, ya sobat MySkill.id.

Anggap saja ini merupakan kesempatan terakhir untuk menunjukkan seberapa pantas kamu untuk mendapatkan posisi di perusahaan tersebut. Jadi, cobalah untuk melakukannya sebaik mungkin! Apabila sulit bagimu menggunakan kosa kata yang terstruktur, cobalah untuk memanfaatkan kamus berbahasa yang kini dapat kamu peroleh dengan mudah di berbagai platform social. Segalanya akan mudah bila kamu berusaha mempelajarinya!

5. Jangan Mengirimkan File dalam Format ZIP/RAR dalam Lamaran Pekerjaan

Jangan mengirimkan file dalam format ZIP/RAR.
Format ZIP/RAR membuat recruiter pusing tujuh keliling!

Seperti yang kita tahu, para recruiter tidak hanya bertugas mengurusi surat lamaran semata. Ada banyak pekerjaan lain yang harus mereka lakukan selain mengecek email perusahaan. Inilah mengapa tidak mengirimkan dokumen lamaran dalam format zip/rar sangat membantu meringankan pekerjaan mereka. Bayangkan saja, ada ratusan lebih surat lamaran yang harus masuk setiap harinya dengan format tersebut. Butuh berapa lama bagi para recruiter mengekstrak seluruh dokumen yang ada? Sungguh tidak efisien dan melelahkan bukan, sobat MySkill.id? Yuk, persiapkan dokumenmu dengan tidak menggunakan kedua format file tersebut! Cobalah untuk mengikuti panduan persyaratan apabila itu tercantum dalam lowongan tersebut.

Setelah mengetahui lima panduan di atas,  kamu dapat mulai menuliskan surat lamaran pada email perusahaan terkait. Selalu ingat agar mengecek dokumen yang akan kamu kirim untuk meminimalisir terjadinya kesalahan. Cobalah untuk mengirim email tersebut tidak berdekatan dengan deadline yang diberikan oleh pihak recruiter, ya. Mari tinggalkan jejak digitalmu di kolom komentar MySkill.id.

Buat kamu yang ingin meningkatkan kualitas skill dan CV untuk menunjang karir, yuk join Myskill.id! Di sini, kami menyediakan berbagai pelatihan upskilling via e-learning dan bootcamp yang bisa kamu ikuti dengan berbagai praktisi dan cara yang menyenangkan.

Baca Juga: 8 Langkah Sukses Menjalani Interview Online

Editor: Agnes Zefanya Yonatan

Fathya Tyas Yudila Utami Fathya Tyas Yudila Utami, 20. Sedang dalam masa studi pada tahun ketiga di jurusan Antropologi Sosial. Sengaja tidak belajar berenang agar tetap tenggelam dalam arus sastra yang memabukkan. Menamai dirinya sebagai buruh tulis yang tuna kata, sebab terkadang huruf-huruf jahil tidak pulang ke dalam kepala. Bercita menerbitkan anak-anak kata yang telah lahir sejak lama dalam satu, dua, seribu halaman (bila mampu) agar diketahui pernah berbagi udara yang sama dengan mahluk bumi lainnya.