Mengenal Skala Pengukuran: Pengertian, Jenis, Contoh & Cara Menentukannya

Skala pengukuran adalah alat yang digunakan untuk mengukur, mengklasifikasikan, dan menggambarkan hubungan antara nilai-nilai yang dikumpulkan dalam sebuah variabel. Skala pengukuran memungkinkan kita untuk memberikan struktur dan arti pada data yang kita kumpulkan. Dalam artikel ini, Kita akan membahas apa yang dimaksud dengan skala pengukuran, jenis-jenis skala pengukuran, memberikan contoh penggunaan skala pengukuran, dan bagaimana kita dapat menentukan jenis skala yang sesuai.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

Apa Itu Skala Pengukuran?

Skala pengukuran adalah suatu cara untuk memberikan nilai pada objek, individu, atau peristiwa dalam penelitian atau analisis data. Skala ini membantu kita mengkategorikan dan memberikan arti pada data yang kita kumpulkan. Penting untuk memahami skala pengukuran yang digunakan dalam suatu penelitian karena hal ini akan mempengaruhi jenis analisis yang dapat kita lakukan.

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

Jenis-Jenis Skala Pengukuran

Terdapat beberapa jenis skala pengukuran yang umum digunakan, yaitu:

  1. Skala Nominal: Ini adalah skala yang digunakan untuk mengklasifikasikan data menjadi kategori atau label yang tidak memiliki urutan atau tingkat. Contoh penggunaan skala nominal adalah klasifikasi jenis kelamin (pria, wanita) atau warna (merah, biru, hijau).
  2. Skala Ordinal: Skala ordinal digunakan untuk mengklasifikasikan data menjadi kategori yang memiliki urutan atau tingkat, tetapi tidak memberikan informasi tentang jarak antara nilai-nilai. Contoh penggunaan skala ordinal adalah tingkat kepuasan pelanggan (sangat puas, puas, cukup puas, tidak puas).
  3. Skala Interval: Skala interval memberikan urutan pada data dan mengukur jarak antara nilai-nilai. Tidak ada titik nol yang mutlak dalam skala interval. Contoh penggunaan skala interval adalah suhu dalam derajat Celsius, di mana perbedaan antara 20°C dan 30°C sama dengan perbedaan antara 30°C dan 40°C.
  4. Skala Rasio: Skala rasio adalah skala yang memberikan urutan pada data, mengukur jarak antara nilai-nilai, dan memiliki titik nol yang mutlak. Hal ini memungkinkan perbandingan proporsional antara nilai-nilai. Contoh penggunaan skala rasio adalah pengukuran berat badan, di mana perbedaan antara 10 kg dan 20 kg sama dengan perbedaan antara 30 kg dan 40 kg, dan memiliki titik nol (0 kg).

Mau lancar Bahasa Inggris? Baca panduan lengkap bahasa Inggris, TOEFL, IETLS & Beasiswa ini.

Contoh Penggunaan Skala Pengukuran

Penerapan skala pengukuran dapat ditemukan dalam berbagai aspek penelitian dan analisis data:

  1. Survei: Dalam survei, kita dapat menggunakan skala pengukuran untuk mengukur tingkat persetujuan, kepuasan pelanggan, atau preferensi.
  2. Pengukuran Fisik: Dalam ilmu alam, skala pengukuran digunakan untuk mengukur panjang, berat, volume, dan properti fisik lainnya.
  3. Penelitian Psikologis: Psikolog menggunakan skala untuk mengukur tingkat kecemasan, depresi, atau tingkat kebahagiaan.
  4. Evaluasi Kinerja Karyawan: Dalam manajemen sumber daya manusia, skala pengukuran digunakan untuk menilai kinerja karyawan.

Tertarik Jadi Software engineering? Baca panduan lengkap Software Engineering di sini.

Cara Menentukan Skala Pengukuran

Dalam menentukan skala pengukuran yang sesuai, kita perlu mempertimbangkan jenis data yang kita kumpulkan dan tujuan penelitian atau analisis. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kita ikuti:

  1. Tentukan Jenis Data: Pertama, kita harus mengidentifikasi apakah data yang kita miliki bersifat nominal, ordinal, interval, atau rasio. Ini akan membantu kita menentukan jenis skala yang sesuai.
  2. Pertimbangkan Tujuan Penelitian: Kita perlu memahami tujuan penelitian atau analisis kita. Jika kita ingin mengukur proporsi atau perbandingan, maka skala rasio akan lebih cocok. Jika tujuan kita hanya mengklasifikasikan data, skala nominal atau ordinal mungkin sudah cukup.
  3. Perhatikan Karakteristik Data: Pertimbangkan karakteristik data yang kita miliki, seperti apakah data memiliki titik nol mutlak, atau apakah data bersifat kategori atau memiliki urutan tertentu.
  4. Konsultasikan dengan Ahli Statistik: Jika masih ragu dalam menentukan skala yang sesuai, berkonsultasilah dengan ahli statistik atau peneliti yang berpengalaman.

Tertarik jadi Graphic Designer? Baca panduan lengkap Graphic Design di sini.

Menentukan skala pengukuran yang tepat adalah langkah kunci dalam analisis data yang akurat dan relevan. Skala pengukuran yang sesuai akan membantu kita menggambarkan, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan data dengan benar, sehingga kita dapat mengambil keputusan yang informasi dalam penelitian dan pengambilan keputusan.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan