Memahami Keyword Difficulty: Pengertian, Peran Penting, Faktor, Contoh & Skala

Keyword difficulty adalah ukuran yang digunakan untuk menilai seberapa sulit untuk mencapai peringkat tinggi di hasil mesin pencari untuk kata kunci tertentu. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu keyword difficulty, mengapa hal itu penting, faktor-faktor yang mempengaruhi keyword difficulty, memberikan contoh, dan membahas skala keyword difficulty.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

Apa Itu Keyword Difficulty dalam Digital Marketing?

Keyword difficulty adalah indikator seberapa sulit untuk mencapai peringkat tinggi di hasil pencarian organik (non-bayar) untuk kata kunci tertentu. Semakin tinggi nilai keyword difficulty, semakin sulit untuk bersaing dengan situs web lain dalam peringkat pencarian.

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

Mengapa Keyword Difficulty Penting?

  1. Menginformasikan Strategi Konten: Mengukur keyword difficulty membantu dalam menentukan apakah kata kunci tertentu sepadan dengan upaya SEO.
  2. Mengalokasikan Sumber Daya dengan Efisien: Mengidentifikasi keyword difficulty membantu dalam memprioritaskan kata kunci dan mengalokasikan sumber daya dengan bijak.
  3. Mencegah Persaingan Tidak Realistis: Dengan mengetahui seberapa sulitnya bersaing untuk kata kunci tertentu, Anda dapat menghindari upaya yang tidak realistis atau tidak efektif.

Faktor-faktor yang Menentukan Keyword Difficulty

  1. Persaingan Saingan: Jika situs-situs besar dan berpengaruh telah memonopoli peringkat untuk kata kunci tertentu, maka keyword difficulty akan lebih tinggi.
  2. Otoritas Situs Web: Situs web dengan otoritas tinggi, yang diukur dengan faktor seperti otoritas domain dan kualitas backlink, lebih mungkin untuk memenangkan persaingan untuk kata kunci yang kompetitif.
  3. Relevansi Konten: Konten yang sangat relevan dan berkualitas tinggi memiliki peluang lebih baik untuk mencapai peringkat tinggi, bahkan untuk kata kunci yang lebih sulit.
  4. Volume Pencarian: Kata kunci dengan volume pencarian tinggi cenderung memiliki keyword difficulty yang lebih tinggi karena banyak pesaing yang berlomba-lomba untuk peringkat tinggi.

Mau jadi HRD? Simak panduan lengkap Human Resource Development di sini.

Contoh Keyword Difficulty

Misalnya, kata kunci “pakaian pria murah” mungkin memiliki keyword difficulty yang relatif tinggi karena kompetisi yang kuat di industri pakaian. Namun, kata kunci “pakaian pria murah di Jakarta” mungkin memiliki keyword difficulty yang lebih rendah karena spesifikasinya dan kurangnya persaingan kuat.

Skala Keyword Difficulty

Tidak ada skala universal untuk keyword difficulty, namun banyak alat SEO menyediakan metrik numerik atau grafik untuk menunjukkan seberapa sulit sebuah kata kunci. Beberapa alat menggunakan skala dari 1 hingga 100, di mana 1 hingga 30 dianggap rendah, 31 hingga 70 dianggap sedang, dan 71 hingga 100 dianggap tinggi.

Mau jadi Product Manager? Baca panduan lengkap Product Manager berikut.

Kesimpulan

Keyword difficulty adalah faktor penting dalam perencanaan strategi SEO. Memahami seberapa sulit untuk mencapai peringkat tinggi untuk kata kunci tertentu membantu dalam mengalokasikan sumber daya dengan efisien dan menghindari upaya yang tidak realistis. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti persaingan, otoritas situs, dan relevansi konten, kita dapat mengembangkan strategi SEO yang lebih efektif dan terukur.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan