Apa Itu Model View Controller: Definisi, Komponen, Alur Kerja, Manfaat & Kekurangan

Pola arsitektur Model View Controller (MVC) adalah salah satu kerangka kerja yang paling umum digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. MVC membantu pengembang untuk mengorganisir kode dengan baik, memisahkan logika aplikasi dari presentasi, dan membuat perangkat lunak lebih mudah dipelihara. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu MVC, komponen-komponennya, alur kerjanya, manfaatnya, dan kekurangannya.

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

Apa Itu MVC?

MVC adalah singkatan dari Model-View-Controller, yang merupakan pola arsitektur perangkat lunak yang mengorganisir aplikasi menjadi tiga komponen utama:

  1. Model: Model adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengelola data aplikasi dan berisi logika bisnis. Model ini adalah representasi dari data yang akan digunakan atau diproses oleh aplikasi.
  2. View: View adalah bagian yang menangani tampilan atau presentasi dari data yang ada dalam Model. Ini adalah komponen yang menampilkan informasi kepada pengguna dalam bentuk yang sesuai.
  3. Controller: Controller adalah bagian yang bertanggung jawab atas interaksi pengguna dengan aplikasi. Ini menerima input dari pengguna, memprosesnya dengan logika bisnis yang sesuai, dan memutuskan bagaimana menampilkan informasi kembali ke pengguna melalui View.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

Komponen-Komponen MVC

Mari kita bahas lebih dalam tentang komponen-komponen utama dalam MVC:

1. Model

Model adalah komponen yang mengelola data aplikasi dan berisi logika bisnis. Ini berperan sebagai jembatan antara data dan aplikasi. Model ini juga mengelola pembaruan dan validasi data. Dalam pengembangan perangkat lunak berorientasi objek, Model sering kali terdiri dari kelas-kelas yang mewakili entitas dalam aplikasi.

2. View

View adalah komponen yang menampilkan informasi kepada pengguna. Ini adalah elemen yang mempresentasikan data dari Model dalam bentuk yang bisa dipahami oleh pengguna. Dalam banyak aplikasi, View dapat berupa antarmuka pengguna grafis (GUI), halaman web, atau tampilan lainnya.

3. Controller

Controller adalah komponen yang mengatur aliran aplikasi. Ini bertanggung jawab untuk mengontrol interaksi pengguna dan memutuskan bagaimana meresponsnya. Controller mengambil input dari pengguna, berkomunikasi dengan Model untuk memproses data, dan memilih View yang tepat untuk menampilkan hasilnya.

Mau jadi UI-UX Designer? Cek panduan lengkap UI-UX Design berikut.

Alur Kerja Model View Controller

Alur kerja dalam MVC dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pengguna berinteraksi dengan aplikasi, mengirimkan permintaan ke Controller.
  2. Controller menerima permintaan dan memutuskan apa yang harus dilakukan. Ini dapat melibatkan pemanggilan fungsi di Model atau memilih View yang sesuai.
  3. Model menerima permintaan dari Controller, memproses data sesuai permintaan tersebut, dan mengembalikan hasilnya.
  4. Controller menerima hasil dari Model dan memilih View yang sesuai.
  5. View menerima data dari Controller dan menampilkan hasilnya kepada pengguna.

Manfaat MVC

Pola arsitektur MVC memiliki beberapa manfaat yang signifikan dalam pengembangan perangkat lunak:

  1. Pemisahan Tugas: MVC memisahkan logika bisnis (Model), tampilan (View), dan kendali (Controller), sehingga memudahkan pengembang untuk mengelola dan memahami kode.
  2. Kemudahan Perawatan: Dengan pemisahan yang jelas antara komponen-komponen, perawatan dan perbaikan aplikasi menjadi lebih mudah. Pengembang dapat mengganti atau memperbarui satu komponen tanpa memengaruhi yang lain.
  3. Pengembangan Kolaboratif: Dalam tim pengembangan, berbagai anggota tim dapat bekerja pada bagian-bagian yang berbeda (Model, View, atau Controller) secara bersamaan.
  4. Reusabilitas Kode: Komponen Model atau Controller yang sudah ada dapat digunakan kembali dalam berbagai aplikasi dengan tampilan yang berbeda.

Mau lancar Bahasa Inggris? Baca panduan lengkap bahasa Inggris, TOEFL, IETLS & Beasiswa ini.

Kekurangan MVC

Namun, seperti pola arsitektur lainnya, MVC juga memiliki kekurangan:

  1. Kompleksitas Awal: Implementasi MVC bisa menjadi lebih rumit daripada pola arsitektur yang lebih sederhana, terutama dalam proyek kecil.
  2. Overhead: Dalam aplikasi yang sangat sederhana, MVC mungkin terlalu kompleks dan menghasilkan overhead yang tidak diperlukan.
  3. Belajar Curve: Bagi pengembang baru, memahami dan menerapkan MVC bisa memerlukan waktu dan upaya lebih.

Mau jadi Akuntan, Pajak atau Auditor? Baca panduan lengkap Akuntansi, Pajak dan Audit di sini

Kesimpulan

MVC adalah pola arsitektur yang kuat dan umum digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Ini membantu dalam pemisahan tugas, memudahkan perawatan, dan memungkinkan pengembangan kolaboratif. Meskipun memiliki kekurangan, manfaatnya jelas dalam proyek-proyek pengembangan perangkat lunak yang lebih besar dan kompleks. Dengan pemahaman yang baik tentang komponen-komponennya dan alur kerjanya, Anda dapat menggunakannya untuk membangun aplikasi yang lebih terstruktur dan mudah dipelihara.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan