Perbedaan Domain dan Subdomain yang Perlu Kita Tahu

Domain dan subdomain adalah dua konsep yang penting dalam dunia web hosting dan pembuatan situs web. Meskipun keduanya sering digunakan secara bersamaan, mereka memiliki perbedaan yang penting yang perlu kita pahami. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi perbedaan antara domain dan subdomain serta kapan kita harus menggunakan keduanya.

Apa Itu Domain dan Subdomain?

Domain adalah alamat unik di internet yang digunakan untuk mengakses suatu situs web. Misalnya, “google.com” adalah domain dari situs web Google. Di sisi lain, subdomain adalah bagian dari domain utama yang mengarah ke lokasi atau bagian tertentu dari situs web. Misalnya, “mail.google.com” adalah subdomain dari “google.com” yang mengarah ke layanan email Google.

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

4 Perbedaan Domain dan Subdomain

  1. Cara Mendapatkan: Domain harus dibeli dari registrar domain, sedangkan subdomain biasanya dibuat di dalam pengaturan hosting atau panel kontrol situs web.
  2. Harga: Domain biasanya memiliki biaya tahunan untuk pemeliharaan dan kepemilikan, sementara subdomain biasanya disertakan sebagai bagian dari paket hosting.
  3. Fungsi: Domain utama adalah alamat utama situs web yang digunakan untuk mengakses keseluruhan situs. Subdomain, di sisi lain, digunakan untuk mengarahkan pengguna ke bagian-bagian khusus dari situs web, seperti blog, toko online, atau area klien.
  4. Kaitannya dengan Upaya SEO: Domain utama mempengaruhi otoritas keseluruhan situs web di mata mesin pencari. Subdomain, meskipun dapat memiliki otoritas sendiri, biasanya masih terkait dengan otoritas domain utama.

Mau jadi UI-UX Designer? Cek panduan lengkap UI-UX Design berikut.

Kapan Kita Harus Menggunakan Subdomain?

  1. Membuat Alamat untuk Halaman Khusus Website Tertentu: Jika kita memiliki bagian-bagian spesifik dalam situs web kita yang ingin diakses secara terpisah, seperti blog atau forum, kita dapat menggunakan subdomain untuk membuat alamat yang mudah diingat.
  2. Membuat Versi Website Berbahasa Lain: Jika kita memiliki versi situs web dalam bahasa lain, kita dapat menggunakan subdomain untuk membedakan antara versi yang berbeda. Misalnya, “id.website.com” untuk versi bahasa Indonesia.
  3. Membuat Versi Mobile untuk Website Anda: Untuk meningkatkan pengalaman pengguna pada perangkat mobile, kita bisa membuat subdomain khusus untuk versi mobile situs web kita, seperti “m.website.com”.
  4. Melakukan A/B Testing: Jika kita ingin melakukan percobaan dengan desain atau konten situs web, kita dapat menggunakan subdomain untuk menguji versi yang berbeda tanpa memengaruhi versi utama situs.

Tertarik Jadi Software engineering? Baca panduan lengkap Software Engineering di sini.

Sudah Tahu Perbedaan Domain dan Subdomain, kan?

Dengan memahami perbedaan antara domain dan subdomain serta kapan kita harus menggunakan keduanya, kita dapat mengelola situs web kita dengan lebih efektif. Domain adalah identitas utama situs web kita, sedangkan subdomain adalah alat yang berguna untuk mengatur dan mengarahkan pengguna ke bagian-bagian spesifik dari situs kita.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan