Memahami Rebranding: Pengertian, Manfaat, Jenis, Cara & Contohnya

Rebranding adalah proses perubahan identitas sebuah merek atau bisnis, yang mencakup aspek seperti nama, logo, desain, dan pesan yang digunakan untuk menggambarkan entitas tersebut. Hal ini sering kali merupakan langkah strategis yang diambil oleh perusahaan untuk mencapai berbagai tujuan, termasuk peningkatan citra merek, pertumbuhan bisnis, dan adaptasi terhadap perubahan dalam lingkungan pasar. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan pengertian rebranding, manfaatnya, jenis-jenisnya, cara-cara pelaksanaan, kapan sebaiknya melakukan rebranding, dan memberikan contoh kasus rebranding di Indonesia.

Tertarik jadi Graphic Designer? Baca panduan lengkap Graphic Design di sini.

Pengertian Rebranding

Rebranding adalah proses strategis yang dilakukan oleh bisnis atau merek untuk mengubah elemen-elemen utama yang menggambarkan identitas mereka. Ini termasuk perubahan dalam hal-hal seperti nama, logo, desain visual, pesan merek, atau bahkan target pasar. Tujuannya bisa bervariasi, mulai dari mengatasi citra yang negatif, memperluas pasar sasaran, hingga menciptakan identitas yang lebih modern dan relevan.

Mau jadi UI-UX Designer? Cek panduan lengkap UI-UX Design berikut.

Manfaat Rebranding

Rebranding membawa sejumlah manfaat yang signifikan bagi bisnis, di antaranya:

  1. Pembaruan Citra: Rebranding memungkinkan bisnis untuk memperbarui citra mereka, terutama jika citra lama tidak lagi relevan atau mengalami penurunan.
  2. Pengembangan Pasar: Perubahan dalam merek bisa membuka peluang baru dan menarik perhatian pelanggan yang berbeda.
  3. Penyegaran Produk: Rebranding dapat membantu merek dalam memperkenalkan produk atau layanan baru ke pasar dengan cara yang lebih efektif.
  4. Relevansi yang Lebih Besar: Merek yang berubah sesuai dengan perkembangan zaman akan lebih relevan dan menarik bagi konsumen.
  5. Diferensiasi: Rebranding dapat membantu merek untuk membedakan diri dari pesaing dalam pasar yang padat.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

Jenis-jenis Rebranding

Rebranding dapat mengambil beberapa bentuk, di antaranya:

  1. Rebranding Visual: Ini mencakup perubahan pada elemen-elemen visual seperti logo, warna, desain kemasan, dan identitas merek lainnya.
  2. Rebranding Strategis: Perubahan strategis dalam pesan, target pasar, atau nilai yang ditekankan dalam komunikasi merek.
  3. Rebranding Total: Ini adalah perubahan komprehensif yang melibatkan perubahan besar dalam hampir semua aspek identitas merek, termasuk nama, logo, desain, pesan, dan bahkan jenis bisnis yang dijalankan.

Cara-cara Melakukan Rebranding

  1. Penelitian Mendalam: Penting untuk memahami dengan baik alasan di balik rebranding dan melibatkan penelitian konsumen yang mendalam.
  2. Definisi Tujuan dan Strategi: Tentukan tujuan spesifik yang ingin dicapai dengan rebranding dan buat strategi yang jelas untuk mencapainya.
  3. Perencanaan dan Desain Identitas Baru: Buat elemen-elemen baru identitas merek, termasuk logo, desain, dan pesan yang lebih relevan.
  4. Implementasi Bertahap: Rebranding bisa dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan gangguan bagi pelanggan dan memastikan transisi yang lancar.
  5. Komunikasi Efektif: Berikan penjelasan yang jelas kepada karyawan dan pelanggan mengenai perubahan yang terjadi.
  6. Evaluasi dan Pemantauan: Terus pantau dampak rebranding dan pastikan tujuan tercapai.

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

Kapan Sebaiknya Melakukan Rebranding

Rebranding bisa menjadi langkah strategis yang diperlukan dalam beberapa situasi, termasuk:

  1. Citra Negatif: Jika merek Anda terkait dengan citra negatif yang memengaruhi bisnis Anda, rebranding dapat membantu mengatasi masalah tersebut.
  2. Perubahan Strategis: Ketika perusahaan mengubah arah strategisnya, rebranding dapat membantu merek untuk mencerminkan perubahan tersebut.
  3. Pasar yang Berubah: Jika pasar Anda berubah secara signifikan, misalnya, karena perkembangan teknologi atau tren baru, rebranding dapat memastikan bahwa Anda tetap relevan.

Contoh Rebranding di Indonesia

Salah satu contoh rebranding yang terkenal di Indonesia adalah perusahaan telekomunikasi XL Axiata yang awalnya dikenal sebagai “PT Excelcomindo Pratama Tbk.” Perusahaan ini melakukan rebranding pada tahun 2007 dan mengubah namanya menjadi “PT XL Axiata Tbk.” Perubahan ini mencerminkan upaya untuk memperluas pasar dan menciptakan citra merek yang lebih modern.

Rebranding juga dilakukan oleh Bank Danamon yang mengubah namanya menjadi “Bank Danamon” dari “Bank Danamon Simpan Pinjam” untuk mencerminkan perubahan strategis dan fokus pada bisnis perbankan yang lebih luas.

Dalam kesimpulannya, rebranding adalah strategi penting dalam dunia bisnis yang dapat membawa manfaat signifikan jika dilakukan dengan bijak. Ini dapat membantu merek untuk menjaga relevansi, menarik pelanggan baru, dan mencapai tujuan bisnis yang lebih besar. Namun, harus diperhatikan dengan cermat dan dilakukan dengan pemahaman yang mendalam tentang tujuan dan dampaknya pada bisnis.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan