Mengenal Topologi Star: Pengertian, Alur Kerja, Karakteristik, Kelebihan & Kekurangan

Topologi Star adalah salah satu konfigurasi jaringan di mana semua perangkat dalam jaringan terhubung ke satu titik pusat atau simpul utama. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian Topologi Star, cara kerjanya, karakteristiknya, serta kelebihan dan kekurangannya.

Tertarik Jadi Software engineering? Baca panduan lengkap Software Engineering di sini.

Pengertian Topologi Star

Topologi Star adalah jenis jaringan komputer di mana setiap perangkat dalam jaringan terhubung langsung ke satu titik pusat, yang disebut “node pusat” atau “hub.” Dalam konfigurasi ini, semua komunikasi antara perangkat berlangsung melalui node pusat ini. Topologi Star umumnya digunakan dalam jaringan kabel LAN (Local Area Network), terutama di lingkungan bisnis dan perkantoran.

Mau jadi UI-UX Designer? Cek panduan lengkap UI-UX Design berikut.

Alur Kerja Topologi Star

  1. Node Pusat: Jaringan Topologi Star memiliki satu node pusat atau hub yang bertindak sebagai mediator atau penghubung untuk semua perangkat dalam jaringan. Ini dapat berupa switch atau hub.
  2. Koneksi Perangkat: Setiap perangkat dalam jaringan terhubung langsung ke node pusat melalui kabel atau koneksi nirkabel. Ini berarti bahwa semua data yang dikirim dari satu perangkat ke perangkat lain harus melewati node pusat.
  3. Komunikasi Data: Ketika sebuah perangkat ingin berkomunikasi dengan yang lain, data dikirimkan melalui koneksi langsung ke node pusat. Node pusat akan meneruskan data ke perangkat tujuan yang sesuai.

Mau lancar Bahasa Inggris? Baca panduan lengkap bahasa Inggris, TOEFL, IETLS & Beasiswa ini.

Karakteristik Topologi Star

  1. Sederhana dan Mudah Dikelola: Topologi Star adalah salah satu topologi yang paling sederhana dan mudah dikelola. Koneksi antara perangkat dan node pusat dapat diatur dengan mudah.
  2. Isolasi Masalah: Jika ada masalah pada salah satu perangkat atau kabelnya, hal ini tidak memengaruhi operasi perangkat lain dalam jaringan. Ini memudahkan identifikasi dan isolasi masalah.
  3. Kinerja yang Konsisten: Topologi Star dapat memberikan kinerja yang konsisten dalam jaringan, terutama jika node pusatnya kuat dan mampu menangani lalu lintas data dengan baik.
  4. Penambahan Perangkat Mudah: Menambahkan perangkat baru ke jaringan sangat mudah. Anda hanya perlu menghubungkannya langsung ke node pusat.

Kelebihan Topologi Star

  1. Mudah Dikelola: Topologi Star sangat mudah dikelola dan diperbaiki karena isolasi masalah pada perangkat individual.
  2. Skalabilitas: Jaringan Topologi Star mudah ditingkatkan dengan menambahkan perangkat baru ke node pusat.
  3. Efisiensi: Kinerja jaringan cenderung stabil dan efisien karena data hanya harus melewati node pusat.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

Kekurangan Topologi Star

  1. Single Point of Failure: Kelemahan utama dari Topologi Star adalah node pusatnya. Jika node pusat mengalami masalah atau gagal, seluruh jaringan dapat terpengaruh.
  2. Biaya: Implementasi Topologi Star mungkin memerlukan investasi lebih besar daripada topologi lain karena perlu memiliki node pusat yang kuat.
  3. Keterbatasan Performa: Kinerja jaringan tergantung pada kemampuan node pusat. Jika node pusat tidak cukup kuat, ini dapat menjadi pembatas dalam kinerja jaringan.

Kesimpulan

Topologi Star adalah pilihan yang baik untuk jaringan yang perlu mudah dikelola, mudah ditingkatkan, dan memiliki stabilitas kinerja. Namun, perlu diingat bahwa adanya node pusat juga membawa risiko jika terjadi kegagalan pada node pusat. Keputusan untuk menggunakan Topologi Star harus didasarkan pada kebutuhan khusus dari jaringan yang akan dibangun, serta anggaran yang tersedia. Dengan pemahaman yang baik tentang karakteristik, kelebihan, dan kekurangan Topologi Star, kita dapat membuat keputusan yang tepat dalam merancang dan mengelola jaringan komputer kita.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan