Memahami Web Dinamis vs. Web Statis: Definisi, Perbedaam dengan Web Statis dan Contoh

Di dunia web, Kita akan sering mendengar istilah “web dinamis” dan “web statis.” Kedua jenis situs web ini memiliki karakteristik yang berbeda, dan artikel ini akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan web dinamis, perbedaan antara web dinamis dan web statis, serta memberikan contoh situs web dari kedua jenis tersebut.

Tertarik Jadi Software engineering? Baca panduan lengkap Software Engineering di sini.

Apa Itu Web Dinamis?

Web dinamis adalah jenis situs web yang kontennya dapat berubah sesuai dengan permintaan pengguna atau input yang diterima. Dalam web dinamis, halaman web dibangun secara dinamis oleh server web berdasarkan permintaan yang diterima. Situs web dinamis sering menggunakan basis data dan server-side scripting untuk menghasilkan konten yang dapat disesuaikan.

Tertarik jadi Graphic Designer? Baca panduan lengkap Graphic Design di sini.

Perbedaan Utama antara Web Dinamis dan Web Statis

  1. Konten yang Dapat Diubah: Perbedaan utama adalah kemampuan untuk mengubah konten. Pada web dinamis, konten dapat disesuaikan dengan pengguna atau input yang diterima, sementara pada web statis, konten tetap tidak berubah.
  2. Bahasa Pemrograman: Web dinamis sering memanfaatkan bahasa pemrograman seperti PHP, Python, Ruby, atau JavaScript untuk menghasilkan konten secara dinamis. Di sisi lain, web statis biasanya hanya menggunakan HTML, CSS, dan mungkin sedikit JavaScript.
  3. Kecepatan: Situs web statis umumnya lebih cepat dalam hal waktu muat dan responsif, karena tidak ada pengolahan server yang diperlukan untuk menghasilkan konten. Di sisi lain, web dinamis mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk memproses permintaan dan menghasilkan halaman web.
  4. Kemampuan Interaktif: Web dinamis cenderung lebih interaktif, dengan kemampuan untuk memproses formulir, mengatur sesi pengguna, dan menyimpan data pengguna dalam basis data.

Mau jadi UI-UX Designer? Cek panduan lengkap UI-UX Design berikut.

Contoh Web Dinamis dan Web Statis

  1. Contoh Web Dinamis:
  • Sosial Media: Situs web seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn adalah contoh web dinamis. Mereka memungkinkan pengguna untuk berinteraksi, mengirim pesan, memperbarui profil, dan menyesuaikan aliran berita sesuai dengan preferensi pengguna.
  • Toko Online: Situs e-commerce seperti Amazon, eBay, dan Shopify adalah web dinamis. Mereka memungkinkan pengguna untuk mencari produk, menambahkan item ke keranjang belanja, dan melacak pesanan.
  • Berita dan Media: Situs berita seperti CNN, BBC, dan The New York Times termasuk dalam kategori web dinamis. Mereka dapat memperbarui berita, menampilkan artikel terkait, dan memungkinkan komentar pengguna.
  1. Contoh Web Statis:
  • Situs Web Informasi: Banyak situs web yang berfungsi sebagai sumber informasi atau portofolio tidak berubah secara teratur dan termasuk dalam kategori web statis. Misalnya, situs web perusahaan yang hanya menyediakan informasi perusahaan dan kontak.
  • Blog Pribadi: Blog pribadi dengan konten yang jarang diperbarui atau tidak memerlukan fungsi interaktif yang kompleks biasanya dapat dianggap sebagai web statis.
  • Halaman Tunggal: Halaman web sederhana atau “landing page” yang hanya berisi informasi tentang produk atau layanan dengan sedikit atau tanpa perubahan konten juga merupakan contoh web statis.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

Apakah Coding di Web Statis Lebih Mudah daripada Web Dinamis?

Tidak dapat dikatakan bahwa coding di web statis lebih mudah daripada web dinamis secara mutlak. Semua tergantung pada kebutuhan proyek dan tingkat kompleksitas yang diinginkan. Web statis biasanya lebih sederhana karena Kita hanya perlu mengkodekan tampilan dan konten tetap. Namun, web dinamis mungkin memerlukan keterampilan pemrograman tambahan untuk mengelola basis data, mengolah formulir, dan memproses permintaan pengguna.

Kesimpulannya, web dinamis dan web statis memiliki perbedaan utama dalam hal kemampuan mengubah konten, bahasa pemrograman yang digunakan, responsivitas, dan interaktivitas. Kita harus memilih jenis situs web yang paling sesuai dengan tujuan dan kebutuhan proyek Kita. Dalam beberapa kasus, campuran keduanya juga bisa digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan