Memahami Webhook: Definisi, Fungsi, Alur Kejra, Contoh & perbedaan dengan API

Webhook adalah sebuah arsitektur perangkat lunak yang memungkinkan aplikasi untuk menjalankan tugas otomatis setelah dipicu oleh suatu kejadian tertentu. Artikel ini akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan Webhook, fungsi utamanya, alur kerja, contoh penggunaan, dan juga akan membandingkannya dengan API.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

Apa itu Webhook?

Webhook adalah mekanisme komunikasi antar-aplikasi yang berfungsi untuk mengirim permintaan HTTP dari satu aplikasi ke aplikasi lain, biasanya setelah suatu peristiwa atau perubahan terjadi dalam aplikasi yang mengirimkan Webhook. Dengan kata lain, Webhook memungkinkan aplikasi untuk mengirim permintaan HTTP (biasanya POST) ke URL yang ditentukan setelah suatu peristiwa tertentu terjadi.

Fungsi Utama Webhook

Fungsi utama Webhook adalah:

  1. Otomatisasi: Webhook memungkinkan otomatisasi tindakan berdasarkan peristiwa yang terjadi dalam aplikasi lain. Ini dapat menghemat waktu dan upaya dalam menjalankan tugas-tugas rutin.
  2. Integrasi Aplikasi: Webhook memungkinkan berbagai aplikasi berkomunikasi dan berintegrasi satu sama lain, bahkan jika mereka berjalan di platform yang berbeda.
  3. Notifikasi Real-Time: Webhook dapat digunakan untuk mengirim notifikasi dan informasi dalam waktu nyata setelah peristiwa tertentu terjadi, seperti pemesanan pelanggan atau komentar baru dalam sebuah forum.

Mau jadi UI-UX Designer? Cek panduan lengkap UI-UX Design berikut.

Alur Kerja Webhook

Alur kerja umum Webhook melibatkan beberapa tahap:

  1. Pemicu (Trigger): Pemicu adalah peristiwa yang terjadi dalam aplikasi yang memicu pengiriman Webhook. Misalnya, ketika pesanan baru ditempatkan dalam aplikasi e-commerce.
  2. Pengiriman Webhook (Webhook Delivery): Setelah pemicu terjadi, aplikasi akan mengirimkan permintaan HTTP ke URL yang ditentukan dalam konfigurasi Webhook.
  3. Penerima Webhook (Webhook Receiver): Aplikasi yang menerima Webhook akan mengurai permintaan HTTP yang diterima dan menjalankan tindakan yang sesuai.
  4. Pengolahan Tindakan (Action Processing): Aplikasi penerima akan menjalankan tindakan yang sesuai dengan Webhook, seperti pembaruan basis data, pengiriman email konfirmasi, atau notifikasi pelanggan.

Tertarik Jadi Software engineering? Baca panduan lengkap Software Engineering di sini.

Contoh Penggunaan Webhook

Contoh penggunaan Webhook meliputi:

  1. Notifikasi Pesanan: Dalam aplikasi e-commerce, Webhook dapat digunakan untuk mengirim notifikasi ke gudang setelah ada pesanan baru.
  2. Pembaruan Blog Real-Time: Dalam platform manajemen konten, Webhook dapat memicu pembaruan blog atau halaman setelah penulis mengirimkan konten baru.
  3. Integrasi Medsos: Media sosial dan platform lainnya dapat menggunakan Webhook untuk mengintegrasikan berbagai layanan dan mendukung berbagi konten otomatis.

Tertarik jadi Graphic Designer? Baca panduan lengkap Graphic Design di sini.

Perbedaan Webhook vs API

Meskipun Webhook dan API (Application Programming Interface) adalah dua mekanisme komunikasi yang umum digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, mereka memiliki perbedaan mendasar:

  1. Inisiatif: Webhook memiliki inisiatif dari sumber pemicu. Ini berarti bahwa peristiwa yang memicu Webhook terjadi di aplikasi sumber, dan permintaan Webhook dikirim ke aplikasi penerima. Sementara itu, API biasanya membutuhkan inisiatif dari pengguna untuk mengakses data atau fungsi dari aplikasi tertentu.
  2. Komunikasi Real-Time: Webhook berfokus pada komunikasi real-time, di mana peristiwa dipicu segera setelah terjadi. API, di sisi lain, mungkin memerlukan permintaan pengguna dan respon dari aplikasi dengan penundaan yang bisa berbeda.
  3. Sifat Callback: Webhook dapat dianggap sebagai callback dari sumber ke penerima. Ini berarti bahwa penerima Webhook tidak perlu melakukan permintaan aktif ke sumber, melainkan menunggu pemicu dan merespons sesuai.
  4. Keamanan: Perlu memperhatikan keamanan saat mengimplementasikan Webhook karena sumber Webhook harus memberikan akses ke aplikasi penerima. API juga membutuhkan pengamanan, tetapi pengguna memiliki lebih banyak kendali terhadap permintaan yang mereka kirimkan.

Webhook adalah alat yang kuat untuk otomatisasi dan integrasi antar-aplikasi. Dengan memahami cara kerjanya dan bagaimana menggunakannya, kita dapat meningkatkan efisiensi dalam berbagai aspek pengembangan perangkat lunak dan komunikasi aplikasi.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan