Mengenal Deteksi dan Perbaikan Broken Link untuk Website

Broken link, atau tautan rusak, adalah masalah umum yang sering dihadapi oleh pemilik situs web dan pengguna internet. Artikel ini akan membahas apa itu broken link, jenis-jenisnya, penyebab-penyebab umumnya, efek negatif yang dapat timbul, memberikan contoh broken link, serta memberikan tips mengatasi dan cara memeriksa broken link di situs web Kita.

Apa itu Broken Link?

Broken link adalah tautan hypertext yang mengarah ke halaman atau sumber daya lain tetapi tidak berfungsi atau mengarah ke halaman yang tidak ada (404 error). Broken link dapat terjadi ketika halaman yang ditautkan telah dihapus, URL telah berubah, atau sumber daya yang ditautkan tidak lagi tersedia.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

Jenis-Jenis Broken Link

Terdapat beberapa jenis broken link, termasuk:

  1. 404 Not Found: Tautan mengarah ke halaman yang tidak ditemukan.
  2. 403 Forbidden: Tautan mengarah ke halaman yang tidak dapat diakses karena batasan izin.
  3. 500 Internal Server Error: Tautan mengarah ke halaman dengan masalah server internal.

Mau jadi Akuntan, Pajak atau Auditor? Baca panduan lengkap Akuntansi, Pajak dan Audit di sini

Penyebab-Penyebab Broken Link

Ada beberapa penyebab umum dari broken link:

  1. Perubahan URL: Ketika URL halaman atau sumber daya berubah, tautan yang mengarah ke URL lama akan menjadi rusak.
  2. Penghapusan Halaman: Jika halaman yang ditautkan dihapus, tautan yang mengarah ke halaman tersebut akan menjadi broken link.
  3. Perubahan Struktur Situs Web: Perubahan struktur situs web dapat menyebabkan tautan yang mengarah ke halaman yang dipindahkan menjadi rusak.
  4. Kesalahan Penulisan URL: Kesalahan dalam penulisan URL juga dapat menyebabkan broken link.

Tertarik Jadi Software engineering? Baca panduan lengkap Software Engineering di sini.

Efek-Efek Broken Link

Broken link dapat memiliki efek negatif pada pengalaman pengguna dan kinerja situs web:

  1. Penurunan SEO: Search engines seperti Google memantau broken link dan dapat mengurangi peringkat situs web yang memiliki terlalu banyak broken link.
  2. Pengalaman Pengguna Buruk: Broken link dapat menyebabkan frustrasi pengguna dan membuat mereka meninggalkan situs.
  3. Hilangnya Otoritas: Jika situs web Kita memiliki banyak broken link, ini dapat merusak otoritas dan reputasi situs Kita.

Contoh Broken Link

Contoh broken link adalah tautan yang mengarah ke halaman “404 Not Found” atau ke halaman dengan pesan kesalahan lainnya seperti “403 Forbidden” atau “500 Internal Server Error.”

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

Tips Mengatasi Broken Link

Untuk mengatasi broken link, pertimbangkan tips berikut:

  1. Audit Rutin: Lakukan audit rutin untuk mendeteksi dan memperbaiki broken link di situs web Kita.
  2. Peringatan Pengguna: Berikan pesan kesalahan yang jelas kepada pengguna ketika mereka mengakses broken link dan arahkan mereka ke halaman yang relevan.
  3. Perubahan URL yang Hati-Hati: Ketika Kita merencanakan perubahan URL, pastikan untuk mengalihkan tautan yang ada ke URL yang baru.

Bagaimana Cara Cek Broken Link?

Ada banyak alat online gratis dan berbayar yang dapat membantu Kita memeriksa dan mendeteksi broken link di situs web Kita. Beberapa alat populer termasuk Google Search Console, Screaming Frog SEO Spider, dan Broken Link Checker.

Penutup

Broken link adalah masalah umum yang dapat memiliki dampak negatif pada pengalaman pengguna dan SEO situs web Kita. Dengan pemahaman tentang apa itu broken link, penyebabnya, dan cara mengatasi serta memeriksa mereka, Kita dapat menjaga situs web Kita tetap berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan