Apa Itu Framework: Pengertian, Fungsi, Jenis, Contoh & Perbedaan dengan Library

Framework adalah fondasi yang digunakan oleh pengembang dan programmer untuk membangun aplikasi dan website. Ini adalah struktur konseptual yang menyediakan kerangka kerja kerja, aturan, dan komponen yang memudahkan pengembangan perangkat lunak. Artikel ini akan membahas dengan lengkap apa yang dimaksud dengan framework, fungsi utama mereka, jenis-jenis dan contoh framework yang umum digunakan, serta perbedaan antara framework dan library.

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

Framework: Pengertian dan Fungsi Utama

Framework adalah kerangka kerja pengembangan perangkat lunak yang dirancang untuk memfasilitasi dan mempercepat proses pembuatan aplikasi atau website. Fungsi utama framework adalah:

  1. Kerangka Kerja: Framework menyediakan kerangka kerja kerja yang telah ditentukan sebelumnya, yang memungkinkan pengembang untuk fokus pada logika bisnis dan fitur khusus daripada memulai dari awal.
  2. Kode yang Dapat Digunakan Kembali: Framework sering menyertakan kode yang dapat digunakan kembali (reuseable code) seperti modul atau komponen yang mempercepat pengembangan aplikasi.
  3. Kepatuhan Standar: Framework sering mematuhi standar pengembangan yang diterima, memastikan kepatuhan kode dengan praktik terbaik.
  4. Keseragaman: Framework membantu memastikan keseragaman dalam desain dan perilaku aplikasi atau website, bahkan jika pengembangan melibatkan tim yang berbeda.
  5. Keamanan: Banyak framework telah dilengkapi dengan fitur keamanan bawaan yang membantu melindungi aplikasi dari kerentanan yang umumnya dieksploitasi oleh peretas.
  6. Pemeliharaan: Framework memudahkan pemeliharaan aplikasi dengan menyediakan struktur yang terorganisir.

Mau lancar Bahasa Inggris? Baca panduan lengkap bahasa Inggris, TOEFL, IETLS & Beasiswa ini.

Jenis-Jenis dan Contoh Framework

Ada berbagai jenis framework yang dibedakan berdasarkan tujuan penggunaan dan lingkungan pengembangan. Beberapa jenis framework yang umum meliputi:

  1. Framework Web: Framework web seperti Ruby on Rails, Django, dan Laravel digunakan untuk mengembangkan aplikasi web. Mereka menyediakan alat dan struktur untuk membangun aplikasi web dengan cepat.
  2. Framework Front-End: Framework front-end seperti Angular, React, dan Vue.js digunakan untuk mengembangkan antarmuka pengguna pada sisi klien. Mereka menyederhanakan pengembangan aplikasi berbasis web.
  3. Framework Backend: Framework backend seperti Spring, Express.js, dan .NET digunakan untuk mengembangkan logika bisnis dan pengolahan data pada sisi server.
  4. Framework Mobile: Framework mobile seperti Flutter dan React Native memungkinkan pengembangan aplikasi mobile lintas platform dengan satu basis kode.
  5. Framework Data Science: Framework seperti TensorFlow, PyTorch, dan scikit-learn digunakan dalam pengembangan aplikasi data science dan machine learning.

Mau jadi Akuntan, Pajak atau Auditor? Baca panduan lengkap Akuntansi, Pajak dan Audit di sini

Perbedaan Framework dan Library

Seringkali ada kebingungan antara framework dan library, tetapi ada perbedaan yang signifikan:

  1. Ketergantungan: Dalam penggunaan framework, aplikasi “mengendalikan” alur program, sementara dalam penggunaan library, pengembang “mengendalikan” alur program dan hanya memanggil fungsi yang diperlukan dari library.
  2. Inversi Kontrol: Dalam framework, ada inversi kontrol, yaitu kerangka kerja yang mengontrol alur program. Dalam library, tidak ada inversi kontrol.
  3. Ekstensibilitas: Framework seringkali lebih sulit untuk diperluas karena mereka memiliki struktur yang ketat. Library, di sisi lain, lebih fleksibel dan dapat digunakan sebagaimana adanya.
  4. Ukuran: Framework seringkali lebih besar daripada library karena mereka mencakup struktur dan kerangka kerja kerja yang komprehensif.

Mau jadi Sales atau Business Development? Baca panduan lengkap Sales & Business Development berikut

Contoh perbedaan antara framework dan library adalah sebagai berikut: jika Anda menggunakan framework web seperti Ruby on Rails, kerangka kerja tersebut mengendalikan alur program dan memberikan struktur yang ketat untuk pengembangan aplikasi web. Di sisi lain, jika Anda menggunakan library seperti jQuery, Anda memanggil fungsi-fungsi tertentu untuk melakukan tugas-tugas tertentu dalam pengembangan web, tetapi Anda masih mengendalikan alur program secara keseluruhan.

Framework adalah alat yang sangat berharga dalam pengembangan perangkat lunak. Mereka memudahkan dan mempercepat proses pengembangan, menyediakan struktur, dan memastikan kepatuhan dengan praktik terbaik. Dengan pemahaman yang baik tentang jenis-jenis framework dan perbedaan antara framework dan library, kita dapat memilih alat yang paling sesuai untuk tugas pengembangan kita.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan