10 Cara Perkenalan Diri yang Menarik Saat Wawancara Kerja, Sudah Tahu?

4 min read

Cara Perkenalan Diri yang menarik pada saat wawancara kerja

Ketika seseorang melamar pekerjaan, ia akan melalui banyak tahap seleksi. Mulai dari mengirim keperluan administrasi seperti CV, resume, dan portofolio. Apabila seseorang tersebut lolos di tahapan seleksi screening CV, biasanya akan lanjut ke tahap wawancara kerja. 

Pada proses rekrutmen, tahapan ini cukup krusial, lo, Sobat. Seperti yang kita tahu, nantinya pelamar akan melakukan sesi wawancara dengan HR dan User. Dari situlah pelamar akan berkenalan lebih lanjut dengan cara menjawab beberapa pertanyaan dari rekruter. Saat wawancara, tak jarang para kandidat merasa nervous, terlebih ketika harus melakukan perkenalan diri pada interviewer.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini MySkill akan memberikan 10 tips bagaimana perkenalan diri yang menarik pada saat wawancara kerja. Cara-cara ini bisa kamu coba untuk membuat recruiter lebih terkesan.Yuk, simak sampai akhir ya, Sobat!

1. Selalu Positive Vibes

Menggunakan pakaian dengan warna yang sesuai dengan sifat pribadi akan terlihat menarik dan disukai oleh HRD

Cara pertama yang bisa kamu lakukan ialah membangun aura positif selama interview berlangsung. Contoh membangun aura positif selama perkenalan wawancara pada rerkuter ialah dengan cara tersenyum, menyapa, memperlihatkan bahasa tubuh yang profesional, dan tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih.

2. Mengekspresikan pribadi melalui gaya pakaian

Selalu bertutur kata dan sikap yang sopan itu wajib dilakukan dalam dunia profesional kerja

Saat melaksanakan interview, pastikan kamu selalu mengekspresikan gaya berpakaian, ya. Sebab berdasarkan data, 55% yang menentukan kesan pertama HRD adalah bagaimana cara kamu berpakaian dan cara kamu berjalan memasuki ruangan interview, baik itu offline secara langsung atau online ya, Sobat.Jadi, pastikan kamu tidak mengabaikan pakaian ketika datang interview, jangan sampai kamu juga salah dalam berpakaian, sesuaikan pakaian dengan tipe perusahaan tempat kamu menjalani interview. 

3. Menyiapkan salam singkat kepada rekruter

Hindari untuk melakukan hal hal yang tidak diperlukan dalam wawancara, selalu bersikap profesional ketika interview berlangsung

Pada saat kamu menghadiri sebuah undangan interview kerja, pastikan untuk memberi salam singkat saat pertama kali bertemu rekruter. Tujuannya agar memberikan kesan yang baik dan sopan kepada rekruter tersebut. Contohnya sebagai berikut ini:

“Halo, Selamat Pagi/Siang/Sore Bapak/Ibu” dengan menjabat tangan recruiter.

“Halo, Selamat Pagi/Siang/Sore menyebut nama lengkap Bapak/Ibu rekruter” sambil memberikan salam senyuman kepada recruiter.

Dua contoh di atas memiliki fungsi yang berbeda, contoh pertama bisa kamu lakukan pada saat interview langsung (offline), sedangkan yang kedua itu bisa kamu praktikkan pada saat interview secara online ya, Sobat.  Selain itu, jangan lupa untuk merespon “Senang bertemu dengan Anda” pada saat intervierwer sudah memperkenalkan diri mereka.

4. Memperlihatkan bahasa tubuh yang baik dan profesional

Perkenalan diri
Memperkenalkan diri dengan singkat kemudian berikan senyuman setelahnya dan bersikap excited ketika interview

Selanjutnya, jangan lupa untuk selalu  bersikap tegap dan berwibawa ya, Sobat. Sebab hal ini merupakan bagian yang tidak akan bisa kamu lupakan. Pada saat melakukan interaksi dengan rekruter, kamu harus berusaha untuk memperlihatkan bahasa tubuh yang profesional seperti berikut ini:

  • Menjabat tangan (apabila interview offline)
  • Menjaga kontak mata dengan recruiter
  • Memperlihatkan gestur duduk yang tegak
  • Jangan terlihat cemas, usahakan untuk selalu tersenyum

5. Mengawali perkenalan dengan menyebutkan nama lengkap

Menceritakan pengalaman pribadi dengan lugas dan sesuai dengan posisi yang ingin dilamar

Untuk mengawali sesi wawancara, biasanya kandidat harus mengenalkan dirinya terlebih dahulu. Kamu bisa melakukan hal ini dengan menyebutkan nama lengkap, domisili, dan posisi yang kamu lamar. Contohnya sebagai berikut ini:

“Halo, perkenalkan nama saya (nama lengkap). Saya tinggal / berdomisili (nama kota tempat tinggal) dan berniat melamar sebagai (posisi yang dilamar)”

“Halo, perkenalkan nama saya (nama lengkap). Pekerjaan saya adalah (posisi pekerjaan sebelumnya). (Memberitahu asal perusahaan sebelumnya)”

6. Menjelaskan dengan singkat dan jelas

Mengedepankan kemampuan storytelling yang bagus di depan HRD ketika interview

Biasanya, interviewer meminta kamu untuk menceritakan tentang dirimu atau mengatakan “Bisa Tolong Ceritakan Tentang Diri Anda”. Kebanyakan pelamar masih bingung harus menjawabnya apa sehingga bisa membuat grogi juga. Namun, kamu harus tetap fokus dan percaya mampu menjawab pertanyaan tersebut.

Walaupun terasa sulit, cobalah untuk menceritakan dirimu secara singkat. Jangan sampai kamu malah terjebak dengan hal-hal yang tidak penting, sehingga terkesan bertele-tele yang dapat membuat recruiter tidak terkesan. Untuk menghindari hal tersebut, kamu dapat menyusun poin-poin utama terlebih dahulu.

7. Menentukan penjelasan awal cerita yang tepat dalam memperkenalkan diri kamu\

Perkenalan diri
Dalam storytelling tersebut, kamu bisa jelaskan juga terkait prestasi yang diraih dari pekerjaan di perusahaan sebelumnya

Pada saat rekruter meminta untuk menceritakan tentang dirimu, yang mereka inginkan sebenarnya bukan cerita kamu sejak masa kecil, makanan kesukaan atau semacamnya. Melainkan gambaran singkat mengenai karier dan pengalaman diri kamu atau kamu juga bisa menjelaskan titik awal dari perjalanan karier-mu.

Apabila masih fresh graduate, kamu dapat mengawalinya dengan menjelaskan statusmu sebagai lulusan baru, alasan memilih jurusan kuliah, dan pandangan mengenai prospek kerja yang kamu ambil. Contohnya sebagai berikut ini:

“Saya baru saja lulus pada tahun ini, dengan jurusan ilmu komunikasi. Adapun alasan saya memilih jurusan ini, karena saya menyukai dunia penulisan jurnalistik dan industri media kreatif. Selain itu, menurut saya memulai karier di industri kreatif pada saat ini sangat meyakinkan.”

Sementara itu, apabila kamu telah pernah bekerja sebelumnya, maka bisa coba jelaskan dari awal kelulusan dan posisi yang pernah kamu ambil sebelumnya. Contohnya sebagai berikut ini:

“Saya adalah seorang lulusan Ilmu Komunikasi. Sebelumnya saya telah bekerja selama 3 tahun sebagai content writer dan copywriter di beberapa perusahaan. Setelah itu ….”

8. Fokuskan cerita pengalaman dan prestasi yang pernah kamu raih

Perkenalan diri
Yakinkan rekruter bahwa kamu adalah kandidat yang layak untuk jadi bagian dari perusahaan

Selanjutnya, kamu bisa fokuskan cerita pada pengalaman, prestasi, pencapaian, hingga kemampuan yang kamu miliki. Dengan menjelaskan hal tersebut, recruiter akan lebih yakin bahwa kamu memiliki value. Namun, yang terpenting adalah semua hal tersebut tentunya harus berhubungan dengan perusahaan dan posisi yang kamu lamar. 

Jika masih berstatus sebagai lulusan baru, kamu dapat menjelaskan pengalaman organisasi, pelatihan, atau pekerjaan (full time/paruh waktu) yang pernah kamu lakukan selama kuliah. Pastikan tetap menjelaskan berbagai pengalaman tersebut sesuai posisi yang kamu lamar ya, Sobat. Contohnya sebagai berikut ini:

“Selama kuliah, saya cukup aktif mengikuti beberapa organisasi seperti himpunan mahasiswa dan anggota unit kegiatan mahasiswa. Di samping itu, saya juga bekerja paruh waktu sebagai content writer di salah satu agency

Jika pernah bekerja sebelumnya, kamu juga bisa menambahkan aktivitas yang menunjang kemampuan dalam bekerja.

“Selama  4 tahun, saya telah melakukan berbagai macam jenis pekerjaan, mulai dari mengelola website hingga mengembangkan produk aplikasi. Di perusahaan sebelumnya, saya berhasil mendapatkan penghargaan atas keberhasilan aplikasi yang saya kembangkan. Kemudian, beberapa waktu lalu, saya baru saja menyelesaikan beberapa pelatihan dan course terkait kemampuan management saya.”

9. Mengakhiri dengan menjelaskan alasan kamu melamar

Perkenalan diri
Mengucapkan terima kasih dan memberikan kesan positif bagi rekruter setelah perkenalan diri

Langkah selanjutnya yaitu, menutup cerita dari semua pengalaman dan prestasi kamu dengan menjelaskan alasan kamu melamar di perusahaan mereka. Contohnya sebagai berikut ini:

“Oleh karena itu, bekerja sebagai copywriter di perusahaan ini, merupakan kesempatan besar bagi saya untuk dapat meningkatkan keterampilan dan juga membangun karier di bidang penulisan konten kreatif yang lebih baik ke depannya.”

10. Mengakhiri tahap perkenalan diri dengan senyuman

Tutup sesi perkenalan diri dengan senyuman

Terakhir, jangan lupa untuk menutup cerita perkenalan diri dengan baik serta memberikan senyuman pada recruiter. Hal ini penting untuk memberikan kesan positif pada sesi awal wawancara.

Gimana nih Sobat MySkill? Semoga setelah membaca artikel ini, kamu semua dapat melakukan interview kerja dengan lancar, ya. Itulah 10 cara memperkenalkan diri yang bisa kamu lakukan pada saat interview kerja. 

Selain itu, bagi kamu yang berniat menambah dan meningkatkan kemampuan, yuk kunjungi MySkill. Karena di MySkill kamu dapat mengikuti berbagai kelas mulai dari persiapan karier, mentoring, pelatihan yang menarik yang tentunya dengan materi yang spesifik.

Penulis: Arief Budiman

Editor: Intan Aulia Husnunnisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *