Review Buku Embracing Your Life With the Heart of a Buddha

Judul buku: Radical Acceptance: Embracing Your Life With the Heart of a Buddha

Penulis: Tara Brach

Penerbit: Bantam Books

Tahun Penerbitan: 2004

“Radical Acceptance” adalah karya yang menggugah hati dari Tara Brach, seorang psikoterapis dan guru meditasi terkenal. Buku ini mengajak pembaca untuk menghadapi hidup dengan keberanian dan kelembutan yang memancarkan belas kasih diri sendiri dan orang lain, dengan mengadopsi sikap hati seorang Buddha.

Tara Brach berbagi pengalaman pribadinya dan pengalaman klinisnya untuk menggambarkan tentang bagaimana seringkali kita hidup dalam keadaan ketidakberdayaan, merasa tidak layak, atau terjebak dalam pola pikir yang merugikan diri sendiri. Ia menjelaskan bagaimana kita sering kali mencoba melarikan diri dari ketidaknyamanan dan penderitaan batin dengan berbagai cara, termasuk penggunaan zat adiktif, kecanduan media sosial, atau perilaku berisiko lainnya.

Dalam buku ini, Tara Brach menawarkan konsep “Radical Acceptance” sebagai cara untuk membebaskan diri dari belenggu perasaan negatif dan keterbatasan yang dirasakan. Ia mengajak pembaca untuk memperlakukan diri sendiri dengan lembut, mengenali kelemahan dan kesalahan tanpa membenamkan diri dalam rasa malu dan penolakan diri.

Melalui kisah inspiratif, panduan meditasi, dan latihan refleksi, buku ini membimbing pembaca untuk melangkah menuju penerimaan diri yang mendalam. Tara Brach mengajak kita untuk merangkul keberadaan kita apa adanya, tanpa penilaian, dan mengasah kemampuan untuk menghadapi kesulitan dan emosi dengan bijaksana.

“Radical Acceptance” tidak hanya sekadar mengajarkan tentang meditasi atau spiritualitas, tetapi lebih dari itu, ia memberikan landasan psikologis yang kuat untuk menciptakan perubahan positif dalam hidup kita. Buku ini menyediakan perjalanan emosional yang mendalam, membantu pembaca untuk merangkul ketidaksempurnaan diri dan mengalami kebahagiaan yang lebih autentik dan abadi.

Dengan pesan yang hangat dan membuka mata, “Radical Acceptance” merupakan karya yang menginspirasi dan menyentuh hati, cocok untuk siapa saja yang ingin menjalani hidup dengan lebih cinta, kebijaksanaan, dan keseimbangan batin.

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

Key Summary:

  1. Dalam hidup, kita seringkali menemukan diri kita terjebak dalam sikap kritis terhadap diri sendiri dan merasa tidak pantas. Namun, dengan menerapkan penerimaan diri yang tulus dan lembut, kita dapat merangkul diri apa adanya, memberi ruang bagi pertumbuhan dan kesejahteraan batin.
  2. Penerimaan diri bukan berarti mengabaikan keinginan untuk berubah atau berkembang. Sebaliknya, penerimaan tersebut menjadi fondasi bagi perubahan yang berlandaskan penghargaan dan cinta pada diri sendiri.
  3. “Radical Acceptance” merujuk pada sikap penerimaan penuh terhadap diri sendiri, termasuk kelemahan dan kegagalan, tanpa menghakimi dan tanpa berusaha menyembunyikan aspek-aspek yang dianggap kurang sempurna.
  4. Salah satu cara untuk melatih “Radical Acceptance” adalah dengan melakukan meditasi khusus yang membimbing kita untuk menyambut emosi dan pikiran tanpa penilaian, sehingga dapat mengurangi tekanan mental dan emosional.
  5. Kita seringkali mengaitkan harga diri dengan prestasi dan keberhasilan semata. Namun, dengan menerima diri sepenuhnya, tanpa syarat, kita dapat melepaskan keterikatan ini dan menemukan kedamaian dalam diri.
  6. Menghadapi realitas apa adanya, tanpa perlu melarikan diri dari perasaan negatif atau fakta yang tidak menyenangkan, menjadi langkah awal untuk mengubah pandangan hidup kita menjadi lebih positif dan bermakna.
  7. “Nafsu menang” mengacu pada keinginan kuat untuk selalu benar dan menolak perasaan tidak menyenangkan. Dalam konteks “Radical Acceptance,” kita diajak untuk melepaskan nafsu menang ini dan membuka diri dengan tulus terhadap pengalaman yang muncul.
  8. Ketika merasa cemas atau marah, kita bisa menggunakan mantra sederhana seperti “Ini adalah bagian dari pengalaman manusia” untuk mengingatkan diri bahwa setiap orang mengalami perasaan serupa dan kita tidak sendirian dalam hal ini.
  9. Penerimaan diri yang mendalam membuka pintu bagi penerimaan terhadap orang lain. Dengan memahami dan menerima kelemahan manusia, kita dapat membangun hubungan yang lebih intim dan bermakna.
  10. “Radical Acceptance” mengajarkan bahwa menghadapi ketidaksempurnaan dalam diri dan orang lain dengan lembut dapat meredakan ketegangan dan konflik dalam hubungan kita.
  11. “Menjadi kehadiran penuh” mengacu pada kemampuan untuk hidup sepenuhnya di saat ini, mengalami setiap momen dengan kesadaran tanpa terjebak dalam pikiran masa lalu atau kekhawatiran tentang masa depan.
  12. Melalui meditasi “Mengelilingi Emosi dengan Kecerdasan,” kita diajak untuk mengamati emosi dengan lebih objektif dan tidak terjebak dalam identifikasi berlebihan dengan emosi tersebut.
  13. Mengampuni diri sendiri dan orang lain adalah elemen penting dalam menerapkan “Radical Acceptance”. Dengan mengampuni, kita membebaskan diri dari beban perasaan negatif dan membuka ruang untuk cinta dan kebijaksanaan.
  14. “Radical Acceptance” mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak bergantung pada pencapaian atau harta, melainkan pada kemampuan kita untuk merangkul kehidupan apa adanya.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill