Review Buku Syllabus: Notes from an Accidental Professor

Judul Buku: Syllabus: Notes from an Accidental Professor

Nama Penulis: Lynda Barry

Nama Penerbit: Drawn and Quarterly

Tahun Penerbitan: 2014

“Buku “Syllabus: Notes from an Accidental Professor” yang ditulis oleh Lynda Barry adalah kombinasi unik antara buku komik dan buku pengajaran. Buku ini memberikan wawasan yang menarik tentang pendidikan dan kreativitas berdasarkan pengalaman pribadi penulis sebagai profesor tak disengaja.

Dalam buku ini, Lynda Barry berbagi pengalaman mengajar di kelas seni rupa dan penulisan kreatif, serta catatan-catatan penting yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun. Buku ini memperlihatkan metode-metode pengajaran yang inovatif dan inspiratif yang telah digunakan Barry untuk memotivasi siswa-siswanya dan membantu mereka mengembangkan keterampilan kreatif mereka.

Syllabus mencakup berbagai topik, mulai dari pentingnya daya imajinasi dan kebiasaan mengamati, hingga eksperimen dengan berbagai teknik seni rupa dan penulisan. Barry juga menggambarkan interaksi antara profesor dan siswa, serta memberikan wawasan tentang pentingnya komunitas dalam proses belajar.

Melalui ilustrasi komik yang indah dan gaya narasi yang unik, Lynda Barry membawa kita dalam perjalanan menginspirasi melalui dunia pendidikan dan kreativitas. Buku ini tidak hanya memberikan wawasan yang berharga bagi para pendidik, tetapi juga menarik bagi siapa saja yang tertarik pada seni, penulisan, dan pembelajaran kreatif.

Dengan gaya yang cerdas dan penuh kehangatan, “Syllabus: Notes from an Accidental Professor” mengajak kita untuk melihat dunia pendidikan dari sudut pandang yang segar dan membantu kita menemukan potensi kreatif yang ada dalam diri kita sendiri.”

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

Key Summary:

  1. Pengamatan adalah kunci untuk mengasah daya imajinasi kita: Lynda Barry menekankan pentingnya mengamati dunia di sekitar kita dengan seksama sebagai langkah awal untuk memperkuat daya imajinasi kita. Dalam mengajar, dia mendorong siswanya untuk melihat hal-hal kecil yang sering terlewatkan, yang dapat menjadi sumber inspirasi yang tak terbatas.
  2. Melukis dengan “tangan orang lain”: Konsep ini merujuk pada kekuatan imajinasi kita untuk melihat dunia melalui perspektif orang lain. Melalui kegiatan seperti “gambar tangannya orang lain,” Lynda Barry mengajak kita untuk memasuki pikiran dan pengalaman orang lain, membuka pemahaman baru tentang dunia di sekitar kita.
  3. Penggunaan gambar sebagai alat memori: Dalam proses belajar, Lynda Barry menggunakan gambar sebagai alat memori yang efektif. Dia menyadari bahwa otak kita lebih cenderung mengingat gambar dibandingkan teks biasa, sehingga menggambarkan konsep atau ide-ide penting dapat membantu kita mengingat informasi dengan lebih baik.
  4. Mengeksplorasi “rumah dalam pikiran kita”: Lynda Barry mendorong kita untuk menjelajahi imajinasi kita sendiri dan menciptakan “rumah dalam pikiran kita” sebagai tempat bermain dan bereksperimen. Dia mengajak kita untuk menjelajahi dunia imajinasi kita sendiri, menjadikannya tempat yang aman untuk mencoba hal-hal baru dan menemukan keunikan kita.
  5. Menemukan kecerdasan dalam kekeliruan: Sebagai profesor, Lynda Barry menyadari bahwa ketika kita membuat kesalahan atau menghadapi kekeliruan, ada peluang untuk belajar dan berkembang. Dia mendorong siswanya (kita) untuk menerima kegagalan sebagai bagian penting dari proses belajar dan membiarkan kekeliruan menjadi titik awal untuk mengeksplorasi ide-ide baru.
  6. Menggunakan jurnal sebagai alat refleksi dan pencatatan: Lynda Barry sering menggunakan jurnal sebagai alat untuk merefleksikan pengalaman dan mempertajam pengamatan. Dalam buku ini, dia berbagi contoh-contoh dari jurnalnya sendiri dan mendorong kita untuk membuat jurnal pribadi sebagai alat untuk mencatat inspirasi, pemikiran, dan pengamatan kita sehari-hari.
  7. Menyelami imajinasi anak-anak: Lynda Barry mengingatkan kita untuk menyelami dunia imajinasi anak-anak yang penuh dengan keajaiban dan kreativitas. Dia menyarankan agar kita mengamati anak-anak, mendengarkan cerita mereka, dan belajar dari kebebasan dan kepolosan imajinasi mereka yang belum terkekang oleh batasan-batasan dewasa.
  8. Menghadapi rasa takut dalam berkreasi: Lynda Barry menyadari bahwa rasa takut sering kali menghalangi kita dalam berekspresi kreatif. Dia mendorong kita untuk menghadapi rasa takut itu dengan berani, melangkah keluar dari zona nyaman, dan mencoba hal-hal baru tanpa takut akan kegagalan.
  9. Mengembangkan kebiasaan kreatif: Lynda Barry menekankan pentingnya memiliki kebiasaan kreatif dalam kehidupan sehari-hari. Dia mengajak kita untuk mengalokasikan waktu secara teratur untuk mengekspresikan diri melalui seni, menulis, atau aktivitas kreatif lainnya. Dengan menjadikan kreativitas sebagai kebiasaan, kita dapat mengembangkan keterampilan dan melihat pertumbuhan yang signifikan.
  10. Menciptakan ruang komunitas dalam pembelajaran: Lynda Barry menggambarkan betapa pentingnya menciptakan ruang komunitas yang inklusif dalam proses belajar. Dia mendorong kita untuk bekerja sama, berbagi ide, dan memberikan dukungan satu sama lain. Dalam komunitas yang aman dan mendukung, kreativitas dapat berkembang dan potensi individu dapat terwujud.
  11. Melampaui batasan diri dan norma: Lynda Barry mengajak kita untuk melepaskan batasan diri dan norma yang sering menghambat kreativitas kita. Dia mendorong kita untuk berani bereksperimen, menantang ekspektasi, dan menjelajahi hal-hal baru yang mungkin tidak kita anggap mungkin sebelumnya.
  12. Menemukan keindahan dalam kesederhanaan: Lynda Barry mengajak kita untuk melihat keindahan dalam hal-hal sederhana sehari-hari. Dia menginspirasi kita untuk mengamati dunia di sekitar kita dengan mata yang baru, menghargai keunikan dalam detail kecil, dan menemukan kegembiraan dalam hal-hal yang sering terlewatkan.
  13. Penerapan prinsip “Berkarya dengan yang kita punya”: Lynda Barry mengajak kita untuk bekerja dengan sumber daya yang ada dalam diri kita dan menjadikan kreativitas sebagai bentuk kebebasan. Dia menginspirasi kita untuk tidak terlalu tergantung pada peralatan mahal atau lingkungan yang sempurna, melainkan memanfaatkan apa yang kita miliki dan menjadikannya sebagai media untuk ekspresi diri.
  14. Menemukan kekuatan dalam narasi pribadi: Lynda Barry mendorong kita untuk menemukan kekuatan dalam menceritakan cerita pribadi kita sendiri. Dia menyadari bahwa setiap orang memiliki cerita unik yang layak untuk diceritakan dan membagikan pengalaman pribadi kita dapat menginspirasi dan menghubungkan dengan orang lain.
  15. Membangun rasa keterhubungan dalam pembelajaran: Lynda Barry menekankan pentingnya membangun rasa keterhubungan antara guru dan siswa, serta antara sesama siswa. Dia mengajak kita untuk mendengarkan dengan penuh perhatian, menghargai perbedaan, dan menciptakan lingkungan yang mempromosikan keterbukaan, kesetaraan, dan rasa hormat.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan