Ringkasan Buku Wired for Story: oleh Lisa Cron

Judul buku: Wired for Story: The Writer’s Guide to Using Brain Science to Hook Readers from the Very First Sentence

Penulis: Lisa Cron

Penerbit: Ten Speed Press

Tahun penerbitan: 2012

“Wired for Story: The Writer’s Guide to Using Brain Science to Hook Readers from the Very First Sentence” adalah sebuah buku yang membahas tentang bagaimana mengaitkan kita sejak kalimat pertama dengan menggunakan ilmu tentang otak. Buku ini ditulis untuk para penulis dan penulis calon yang ingin memahami cara-cara efektif dalam menarik perhatian kita melalui cerita yang mereka tulis.

Buku ini ditulis dengan pendekatan ilmiah, menggabungkan pengetahuan tentang neurosains dan psikologi kognitif dengan seni bercerita. kita akan dijelaskan tentang bagaimana otak manusia bekerja dan merespons cerita, sehingga memungkinkan para penulis untuk memanfaatkan pengetahuan ini untuk menarik kita dengan lebih kuat.

Dalam buku ini, kita akan diperkenalkan dengan konsep seperti “hooking” kita sejak awal, yang berarti bagaimana menarik perhatian kita sejak kalimat pertama untuk membuat mereka ingin terus membaca. Selain itu, penulis juga diajak untuk memahami tentang emosi dan bagaimana emosi mempengaruhi ikatan emosional antara kita dan cerita.

Penulis buku ini, mungkin juga menggambarkan pentingnya membangun karakter yang kuat dan hubungan antara karakter dan plot. Buku ini kemungkinan memberikan contoh dan tips praktis tentang cara menggambarkan karakter secara konsisten dan menarik perhatian kita dengan mengeksplorasi perasaan dan motivasi karakter.

Dengan berbagai ilustrasi dan contoh yang relevan, buku ini berusaha membantu para penulis untuk menciptakan narasi yang mengikat kita secara emosional, mempertahankan ketertarikan mereka, dan membuat mereka terus ingin kembali ke halaman-halaman cerita yang ditulis penulis.

Kesimpulannya, “Wired for Story: The Writer’s Guide to Using Brain Science to Hook Readers from the Very First Sentence” adalah buku panduan yang bermanfaat bagi para penulis yang ingin memahami bagaimana memanfaatkan ilmu otak untuk menarik kita dan menciptakan cerita yang menggugah perasaan serta berkesan bagi siapa pun yang membacanya.

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

Key Summary:

  1. Mengaktifkan Empati Melalui Karakter yang Kompleks: Menghadirkan karakter yang kompleks dan kaya akan emosi dapat memudahkan kita untuk terhubung dan merasakan empati terhadap mereka. Karakter yang realistis dengan dilema, perasaan, dan perjuangan yang mendalam akan membuat kita berinvestasi dalam cerita.
  2. Pentingnya Memahami “The Gap”: Dalam cerita, “The Gap” menyatakan bahwa ketegangan dan konflik muncul ketika karakter berada di antara apa yang diinginkan dan apa yang mereka miliki, mendorong kita untuk terus membaca dan mengetahui bagaimana cerita akan berkembang.
  3. Memanfaatkan Neurosains untuk Menarik kita: Dengan memahami bagaimana otak manusia merespons cerita, kita dapat menulis dengan lebih efektif untuk memancing perasaan kita. Hormon oksitosin yang dilepaskan dapat meningkatkan emosi sosial kita terhadap cerita yang kita buat.
  4. Menggali Konflik Internal dan Eksternal: Konflik internal, seperti dilema dan pertentangan emosional, dan konflik eksternal, seperti tantangan dan hambatan yang dihadapi karakter, akan menambah dimensi dan daya tarik cerita.
  5. Menggunakan “Hooks” untuk Mencengkeram kita: Dengan menciptakan kalimat pembuka yang menggoda atau “hook,” kita akan terpikat sejak awal dan ingin terus membaca untuk mencari jawaban atas pertanyaan menarik atau peristiwa menegangkan yang disajikan.
  6. Kekuatan “Pikiran-pikiran Tak Terungkap” : Dengan menyimpan beberapa informasi dari kita, menciptakan misteri dan keingintahuan, kita bisa membuat kita terus berpikir dan menerka-nerka, menjaga ketertarikan mereka.
  7. Menciptakan Ikatan Emosional dengan kita: Menghadirkan karakter yang autentik dan berkonflik akan membantu kita menciptakan ikatan emosional dengan kita, membuat mereka merasa terlibat secara emosional dalam perjalanan karakter.
  8. Menggunakan Sistem Dopamin untuk Mempertahankan Perhatian: Merencanakan momen menegangkan dan momen hadiah yang dihadapi karakter dapat memanfaatkan sistem dopamin otak, menjaga kita tetap tertarik dan ingin terus membaca.
  9. Pentingnya Alur Cerita yang Konsisten: Membangun alur cerita yang konsisten dan berkelanjutan akan membuat kita merasa terikat dan ingin tahu bagaimana konflik akan dipecahkan.
  10. Memanfaatkan Neuroplastisitas untuk Pengalaman Membaca yang Mendalam: Konsep neuroplastisitas dapat digunakan untuk menggambarkan perubahan karakter yang mendalam, mengilhami perubahan positif padakita, dan membuat pengalaman membaca menjadi lebih bermakna.
  11. Menggunakan Imajinasi kita dengan Cerita yang Multiseluler: Dengan memberikan gambaran dan informasi sedikit demi sedikit, kita merangsang imajinasi kita dan membuat mereka aktif terlibat dalam mengisi celah cerita, menjadikan cerita lebih interaktif.
  12. Pentingnya Klimaks dan Puncak Emosi: Klimaks dan puncak emosi dalam cerita, di mana karakter menghadapi tantangan terbesar dan mencapai perubahan atau pertumbuhan yang signifikan, menciptakan pengalaman membaca yang mengesankan bagi kita.
  13. Membuat kita Berempati dengan Cerita: Dengan menciptakan situasi yang relevan secara emosional dengan pengalaman hidup kita, kita dapat membuat mereka berempati dan lebih terlibat dalam cerita.
  14. Mengelola Tegangan dan Relaksasi dalam Narasi: Mengelola tegangan dan relaksasi dalam narasi membantu menciptakan variasi emosi yang menarik, menjaga agar cerita tidak menjadi monoton dan membantu kita terus tertarik.
  15. Menghadirkan Pesan Emosional yang Mendalam: Dengan menyelipkan pesan emosional yang mendalam dalam cerita kita, kita akan tersentuh dan kesan yang dihasilkan akan berlangsung jangka panjang setelah mereka menyelesaikan cerita.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill