3 Fase Demam Berdarah, Waspadai saat Musim Hujan

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menjadi sangat serius dan bahkan mengancam nyawa jika tidak diobati dengan tepat. Musim hujan, dengan meningkatnya populasi nyamuk dan genangan air yang merupakan tempat berkembang biak mereka, meningkatkan risiko penularan DBD. Penting bagi kita untuk memahami tanda dan fase-fase DBD agar dapat mengambil tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat. Mari kita bahas 3 fase DBD dan tindakan yang perlu diambil saat musim hujan.

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

1. Fase Demam

Fase pertama dari DBD sering dimulai dengan gejala demam tinggi, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, dan mungkin gejala flu ringan lainnya. Pada fase ini, perdarahan dapat terjadi di bawah kulit, menyebabkan munculnya ruam merah yang disebut ruam petechiae. Penting untuk mengenali gejala demam dan segera berkonsultasi dengan dokter jika kita merasa tidak enak badan, terutama saat musim hujan, ketika risiko penularan DBD meningkat.

2. Fase Penurunan Demam

Setelah beberapa hari demam, penderita DBD mungkin mengalami fase penurunan demam, di mana suhu tubuh mereka mulai menurun. Namun, fase ini juga berpotensi menjadi fase kritis dari penyakit ini. Selama fase penurunan demam, kadar trombosit dalam darah bisa turun tajam, meningkatkan risiko perdarahan berat. Penderita DBD dapat mengalami tanda-tanda perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, atau perdarahan dari saluran pencernaan. Segera cari bantuan medis jika kita atau seseorang yang kita kenal mengalami gejala ini.

Tertarik Jadi Software engineering? Baca panduan lengkap Software Engineering di sini.

3. Fase Kelebihan Cairan dan Syok Dengue

Fase terakhir dari DBD, yang terjadi pada sebagian kecil penderita, adalah fase kelebihan cairan dan syok dengue. Pada fase ini, penurunan jumlah cairan dalam tubuh menyebabkan tekanan darah turun tajam, yang dapat mengakibatkan syok dengue, kondisi medis serius yang mengancam nyawa dan membutuhkan perawatan intensif segera. Gejala syok dengue meliputi lemah, pucat, kulit dingin dan lembab, detak jantung cepat, dan pernapasan dangkal.

Tindakan Pencegahan dan Pengobatan

Untuk mencegah penularan DBD dan mengatasi penyakit ini, berikut beberapa tindakan yang dapat dilakukan:

  • Pengendalian Nyamuk: Selama musim hujan, pastikan untuk membersihkan genangan air di sekitar rumah dan menggunakan obat anti-nyamuk atau kelambu untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.
  • Pantau Gejala: Waspadai gejala DBD seperti demam tinggi, nyeri otot dan sendi, serta perdarahan di bawah kulit. Segera konsultasikan dengan dokter jika kita atau anggota keluarga mengalami gejala tersebut.
  • Pertahankan Hidrasi: Minumlah cukup air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, terutama selama fase demam. Hindari minuman berkafein atau beralkohol yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
  • Perawatan Medis: Jika terdiagnosis dengan DBD, ikuti instruksi dokter dengan teliti, termasuk mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dan beristirahat yang cukup.

Tertarik jadi Graphic Designer? Baca panduan lengkap Graphic Design di sini.

Kesimpulan

DBD merupakan penyakit serius yang perlu diwaspadai, terutama selama musim hujan ketika risiko penularannya meningkat. Dengan memahami fase-fase dan gejala DBD, serta mengambil tindakan pencegahan yang tepat, kita dapat melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita dari penyakit ini. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika kita atau orang yang kita kenal mengalami gejala DBD, terutama selama musim hujan.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill