4 Perbedaan Extrinsic dan Intrinsic Motivation

Motivasi merupakan pendorong utama di balik perilaku dan tindakan kita sehari-hari. Dalam dunia motivasi, terdapat dua konsep utama yang sering dibahas: Extrinsic Motivation (Motivasi Ekstrinsik) dan Intrinsic Motivation (Motivasi Intrinsik). Mari kita eksplorasi empat perbedaan mendasar antara keduanya beserta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Tujuan Motivasi

Intrinsic Motivation: Motivasi intrinsik berasal dari dalam diri seseorang. Ini terkait dengan kepuasan pribadi, keinginan untuk tumbuh dan berkembang, atau rasa pencapaian yang bersumber dari minat dan ketertarikan intrinsik.

Extrinsic Motivation: Sebaliknya, motivasi ekstrinsik berkaitan dengan faktor eksternal, seperti hadiah, hukuman, atau pengakuan dari orang lain. Ini mencakup dorongan untuk memperoleh sesuatu yang dapat dinilai dari luar.

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

Penerapan:

  • Intrinsic Motivation: Kita dapat menerapkan motivasi intrinsik dengan menemukan pekerjaan atau aktivitas yang sesuai dengan minat dan passion kita. Misalnya, ketika kita memilih karir yang sesuai dengan hobi atau keahlian kita, kita cenderung lebih termotivasi secara intrinsik.
  • Extrinsic Motivation: Dalam situasi ekstrinsik, kita dapat memberikan diri kita insentif seperti reward atau pengakuan untuk mencapai tujuan. Sebagai contoh, kita mungkin memberikan hadiah kepada diri sendiri setelah menyelesaikan proyek atau tugas yang menantang.

2. Sumber Motivasi

Intrinsic Motivation: Motivasi intrinsik berasal dari nilai-nilai internal, minat, atau kebutuhan pribadi. Individu merasa terdorong oleh keinginan batiniah untuk melakukan sesuatu karena mereka menemukan kepuasan dalam tindakan tersebut.

Extrinsic Motivation: Sementara itu, motivasi ekstrinsik datang dari luar diri individu. Ini dapat berupa dorongan untuk mendapatkan hadiah, menghindari hukuman, atau memenuhi harapan orang lain.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

Penerapan:

  • Intrinsic Motivation: Kita dapat menggali motivasi intrinsik dengan meresapi nilai-nilai pribadi kita. Misalnya, jika kita menilai inovasi dan kreativitas, mencari proyek-proyek yang memungkinkan kita untuk mengeksplorasi ide-ide baru dapat meningkatkan motivasi intrinsik kita.
  • Extrinsic Motivation: Penerapan motivasi ekstrinsik bisa berupa menetapkan target dengan hadiah sebagai insentif. Misalnya, kita dapat menetapkan tujuan untuk menyelesaikan proyek tertentu dan memberikan diri kita hadiah ketika berhasil mencapainya.

3. Berlangsungnya Motivasi

Intrinsic Motivation: Motivasi intrinsik cenderung lebih langgeng seiring waktu karena terkait dengan kepuasan batin dan rasa prestasi yang mendalam.

Extrinsic Motivation: Sebaliknya, motivasi ekstrinsik bisa bersifat sementara. Begitu hadiah atau hukuman dihilangkan, motivasi untuk melakukan suatu tindakan juga dapat berkurang.

Penerapan:

  • Intrinsic Motivation: Kita dapat mempertahankan motivasi intrinsik dengan terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan kita dalam bidang yang kita cintai. Ini memastikan bahwa kita terus merasa tertantang dan memperoleh kepuasan dari pencapaian pribadi.
  • Extrinsic Motivation: Untuk mempertahankan motivasi ekstrinsik, kita dapat secara berkala memberikan insentif baru atau menetapkan target yang memberikan arti dan nilai pribadi.

4. Jenis Tugas atau Aktivitas

Intrinsic Motivation: Motivasi intrinsik lebih cenderung muncul dalam tugas-tugas yang menarik, bermakna, atau memicu rasa keingintahuan dan pencapaian.

Extrinsic Motivation: Motivasi ekstrinsik dapat lebih efektif dalam tugas-tugas rutin atau kurang menarik, di mana hadiah eksternal memberikan dorongan tambahan.

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

Penerapan:

  • Intrinsic Motivation: Kita dapat mencari tugas atau proyek yang sesuai dengan minat kita dan memberikan kesempatan untuk berkembang secara pribadi. Misalnya, jika kita suka menulis, mengejar proyek penulisan pribadi dapat meningkatkan motivasi intrinsik kita.
  • Extrinsic Motivation: Dalam tugas-tugas yang kurang memotivasi secara alami, kita dapat menetapkan sistem penghargaan ekstrinsik untuk memberikan dorongan tambahan agar tugas tersebut diselesaikan.

Melalui pemahaman terhadap perbedaan antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik beserta penerapannya, kita dapat lebih efektif mengelola dan meningkatkan motivasi dalam berbagai aspek kehidupan. Kombinasi cerdas antara keduanya dapat membantu kita mencapai tujuan secara lebih efisien dan mempertahankan semangat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill