5 Cara untuk Memvalidasi Ide Bisnis untuk Perencanaan Bisnis

Kamu berencana untuk memulai sebuah bisnis? Namun, kamu masih bingung bagaimana bisnismu akan berjalan? Nah, kamu perlu tahu dulu tentang cara memvalidasi ide bisnis sebelum bisnis kamu benar-benar terbentuk!

Secara garis besar, memvalidasi ide bisnis adalah proses menentukan apakah produk kamu sesuai dengan minat dan kebutuhan di pasar yang kamu targetkan. Dengan ini, kamu bisa memprediksi apakah calon pelanggan akan tertarik untuk menggunakan produk atau layanan bisnismu.

Tentu saja kamu juga dapat memperhitungkan apakah bisnis kamu akan menguntungkan atau tidak.

Yuk, langsung kita simak bersama 5 cara memvalidasi ide bisnis!

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

1. Tuliskan Tujuan dari Bisnis dan Target Pasar

Cara Memvalidasi Ide Bisnis https://www.pexels.com/photo/1552617/
Tentukan tujuan bisnis

Tulislah tujuan bisnis kamu dalam memvalidasi keadaan pasar. Proses ini adalah mengartikulasikan visi bisnis kamu sesuai dengan apa yang ingin kamu capai.

Cobalah untuk menuliskan beberapa pertanyaan seperti:

  • Apa yang menjadi nilai lebih dari produk atau layanan bisnis kamu?
  • Siapakah target pelanggan dan kira-kira apa yang mereka butuhkan?
  • Apa yang membedakan produk kamu dengan produk yang sudah ada?
  • Perhitungkan apa yang tercantum dalam produk dan bagaimana cara memproduksinya?

Menjawab pertanyaan di atas dapat membantu kamu memperhitungkan nilai dan faktor produk bisnis kamu. Bukan hanya itu, kamu juga jadi bisa menjelaskan asumsi dan hipotesis yang telah dibuat.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

2. Nilai Ukuran dari Target Pasar

Cara Memvalidasi Ide Bisnis https://www.pexels.com/photo/757432/
Perhitungkan minat pasar dan konsumen

Sebelum bergerak maju lebih jauh, perkirakan terlebih dahulu ukuran target pasar dan pangsa pasar yang dapat bisnis kamu tangkap. Dengan demikian, kamu bisa mengukur potensi bisnismu dan menjalankan rencana-rencana yang lain.

Lakukan riset mengenai data penjualan, jumlah dan pangsa produsen saat ini, serta berapa persentase total pasar yang ada dalam segmen bisnismu. Tentukan di pasar mana produk kamu akan cocok dan nilai seberapa banyak keuntungan yang dapat tercapai.

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

3. Cari Tahu Mengenai Tren Pasar Terkini

Cara Memvalidasi Ide Bisnis https://www.pexels.com/photo/6801681/
Lakukan riset dan pelajari lebih jauh mengenai bisnis yang akan dijalani

Saat kamu akan meluncurkan sebuah produk atau layanan, maka hal yang perlu kamu lakukan adalah mengetahui tren pasar.

Tren pasar adalah kebutuhan pelanggan dan minat konsumen yang tinggi. Dengan mengetahui tren pasar terkini, kamu dapat menentukan produk atau layanan apa yang bisa kamu luncurkan.

Mau jadi UI-UX Designer? Cek panduan lengkap UI-UX Design berikut.

4. Lakukan Wawancara Validasi Pelanggan

Cara Memvalidasi Ide Bisnis https://www.pexels.com/photo/6801681/
Minta pendapat bisnis dari calon pelanggan

Melakukan wawancara dengan segmen pasar sasaran bisnis dapat menjadi cara yang efektif untuk mempelajari potensi produk kamu.

Tanyakan kepada calon pelanggan tentang motivasi, preferensi, kebutuhan, dan produk yang mereka gunakan saat ini. Feedback dari calon pelanggan ini bisa menjadi acuan untuk tahu apakah produkmu memiliki validitas pasar yang kuat atau tidak. Hal ini penting untuk proses evaluasi sebelum bisnis dapat berjalan.

5. Uji Produk atau Layanan

Cara Memvalidasi Ide Bisnis https://www.pexels.com/photo/3823488/
Lakukan uji coba produk sebelum pemasaran

Setelah bisnis kamu meluncurkan produk atau layanan, kamu harus menguji coba terlebih dahulu sebelum benar-benar terlaksana. Pengujian ini dapat menggunakan dua cara, yaitu:

  • Pengujian Alfa

Tujuan pengujian alfa adalah untuk menghilangkan bug, masalah, atau keanehan dalam produk sebelum tersedia untuk pelanggan atau pengguna secara luas.

  • Pengujian Beta

Pengujian ini dilaksanakan oleh sekelompok pengguna eksternal terbatas yang bertujuan secara khusus untuk mengidentifikasi masalah dari produk bisnis.

Dalam pengujian ini, hanya beberapa orang terpilih dari luar perusahaan yang akan mencobanya. Secara garis besar, pengujian ini seperti beta testing atau beta tester.

Saat melakukan beberapa pengujian tersebut, kamu dapat membuat rincian tentang apa saja yang masih perlu perbaikan dari produk. Maka, dengan melakukan hal ini, produkmu akan semakin siap untuk pemasaran.

Itulah tadi 5 cara memvalidasi ide bisnis. Sebelum kamu meluncurkan produk atau layanan dalam bisnis, penting sekali untuk kamu tahu 5 cara yang ada di atas tadi!

Bagi kamu yang masih ingin mengetahui lebih lanjut mengenai cara membangun dan memvalidasi ide bisnis, MySkill.id punya solusinya! Di kelas persiapan cara validasi ide bisnis ini, kamu akan mendapat pelatihan dan pengetahuan mengenai validasi ide bisnis secara lengkap, loh! Yuk, segera cek!

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan