5 Cara Menyampaikan ke Atasan saat Merasa Burnout (+Contoh Email)

Burnout merupakan kondisi yang dapat dialami oleh siapa pun, termasuk pekerja profesional. Ketika merasa burnout, penting untuk berkomunikasi dengan atasan tentang kondisi tersebut agar dapat mencari solusi bersama. Berikut adalah lima cara untuk menyampaikan ke atasan saat merasa burnout beserta contoh email yang bisa kita gunakan sebagai panduan:

1. Jujur dan Terbuka

Menyampaikan ke atasan dengan jujur dan terbuka adalah langkah pertama yang penting. Jelaskan secara singkat namun jelas mengenai kondisi burnout yang sedang kita alami.

Contoh Email:

Subject: Permohonan Pertemuan untuk Berbicara tentang Kondisi Pribadi

Halo [Nama Atasan],

Saya ingin meminta waktu untuk berbicara secara pribadi dengan Anda. Saya merasa penting untuk berbagi bahwa saya sedang mengalami beberapa tantangan yang memengaruhi kinerja saya di tempat kerja. Saya sangat menghargai kesempatan untuk duduk bersama Anda dan membahas lebih lanjut.

Terima kasih,

[Your Name]

2. Ajukan Pertemuan Pribadi

Pilihlah waktu yang tepat untuk bertemu dengan atasan secara pribadi. Hindari menyampaikan masalah kita di depan umum agar dapat berbicara lebih terbuka.

Contoh Email:

Subject: Permohonan Pertemuan untuk Membahas Kondisi Kerja Saya

Halo [Nama Atasan],

Saya ingin meminta waktu sebentar dari jadwal Anda untuk membicarakan beberapa hal yang saya alami di tempat kerja. Apakah kita bisa mengatur waktu untuk bertemu secara pribadi?

Terima kasih,

[Your Name]

3. Sampaikan Penyebab Burnout

Jelaskan kepada atasan apa yang kita rasa menjadi penyebab burnout kita. Ini membantu atasan memahami situasi kita dengan lebih baik.

Contoh Email:

Subject: Pertemuan Pribadi untuk Membahas Kondisi Kerja Saya

Halo [Nama Atasan],

Saya ingin berbicara dengan Anda tentang beberapa hal yang saya rasakan di tempat kerja akhir-akhir ini. Saya merasa bahwa beban kerja yang tinggi dan kurangnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi telah menyebabkan saya merasa burnout.

Terima kasih,

[Your Name]

4. Ajukan Solusi atau Usulan

Selain menyampaikan masalah, ajukan juga solusi atau usulan yang mungkin membantui kita mengatasi burnout.

Contoh Email:

Subject: Permohonan Pertemuan untuk Membahas Solusi terkait Burnout Saya

Halo [Nama Atasan],

Saya ingin berbicara tentang beberapa ide yang saya miliki untuk mengatasi burnout yang saya alami. Saya percaya bahwa dengan membuat perubahan tertentu dalam cara saya bekerja, saya akan dapat mengelola stres dengan lebih efektif.

Terima kasih,

[Your Name]

5. Mintalah Dukungan

Terakhir, pastikan untuk meminta dukungan dari atasan kita. Ini termasuk meminta pengertian, bantuan dalam menyesuaikan beban kerja, atau saran untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan.

Contoh Email:

Subject: Permohonan Dukungan untuk Mengatasi Burnout

Halo [Nama Atasan],

Saya ingin berterima kasih atas kesempatan untuk berbicara dengan Anda tentang kondisi saya. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk menemukan solusi yang tepat dan mengatasi burnout saya. Apakah Anda memiliki saran atau dukungan yang bisa Anda berikan?

Terima kasih,

[Your Name]

Dalam setiap situasi, penting untuk menjaga komunikasi terbuka dan profesional dengan atasan kita. Dengan menyampaikan kekhawatiran kita dengan jelas dan tulus, kita memberi kesempatan bagi solusi yang sesuai dan membantu memperbaiki situasi kita.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di https://myskill.id/

Tinggalkan Balasan