Memahami Affinity Bias: Contoh, dan Cara Mengatasinya

Affinity bias, atau bias afinitas, merujuk pada kecenderungan alamiah manusia untuk lebih menyukai dan mempercayai orang-orang yang mirip dengan kita dalam beberapa aspek tertentu. Meskipun bias ini dapat terjadi tanpa disadari, pengaruhnya dapat signifikan dalam lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi definisi, contoh, dan cara mengatasi affinity bias.

Definisi Affinity Bias

Affinity bias dapat dijelaskan sebagai kecenderungan manusia untuk lebih mendukung, memberikan keuntungan, atau merasa lebih nyaman bekerja dengan orang-orang yang memiliki kesamaan dengan kita. Kesamaan tersebut bisa berupa latar belakang etnis, pendidikan, budaya, hobi, atau bahkan kesamaan dalam pola pikir dan nilai-nilai.

Mau lancar Bahasa Inggris? Baca panduan lengkap bahasa Inggris, TOEFL, IETLS & Beasiswa ini.

Contoh Affinity Bias

  1. Kesamaan Etnis atau Budaya:
    Contoh affinity bias dapat terlihat ketika seseorang cenderung lebih mendekati atau memberikan kesempatan lebih besar kepada individu yang memiliki latar belakang etnis atau budaya yang serupa.
  2. Kesamaan Pendidikan:
    Di lingkungan kerja, affinity bias dapat terjadi jika orang-orang cenderung lebih suka bekerja sama dengan mereka yang memiliki latar belakang pendidikan yang mirip atau sejalan dengan mereka.
  3. Kesamaan Hobi atau Minat:
    Dalam situasi sosial, affinity bias mungkin terjadi ketika kita lebih tertarik atau lebih mendekati orang yang memiliki hobi atau minat yang serupa.
  4. Kesamaan Nilai atau Pola Pikir:
    Bias afinitas juga dapat muncul dalam situasi di mana kita cenderung memilih atau mendukung individu yang memiliki nilai atau pola pikir yang sejalan dengan kita.

Mau jadi HRD? Simak panduan lengkap Human Resource Development di sini.

Cara Mengatasi Affinity Bias

  1. Peningkatan Kesadaran:
    Langkah pertama untuk mengatasi affinity bias adalah dengan meningkatkan kesadaran akan keberadaannya. Kita perlu secara kritis memeriksa pilihan dan keputusan kita untuk memastikan bahwa kita tidak hanya mendekati atau mendukung orang-orang yang mirip dengan kita.
  2. Pelatihan Keanekaragaman:
    Pelatihan keanekaragaman dapat membantu membuka mata kita terhadap nilai dan kontribusi yang dapat dibawa oleh individu dengan latar belakang yang berbeda. Kita perlu mengakui dan menghargai perbedaan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif.
  3. Pemberian Kesempatan yang Sama:
    Pastikan bahwa semua individu diberikan kesempatan yang sama dalam lingkungan kerja atau dalam pengambilan keputusan. Ini dapat mengurangi kemungkinan affinity bias dalam pengambilan keputusan atau dalam penilaian kinerja.
  4. Diversifikasi Tim:
    Membentuk tim yang beragam dengan latar belakang, pengalaman, dan keterampilan yang berbeda dapat membantu mengatasi affinity bias. Keberagaman dalam tim dapat memperkaya ide dan solusi yang dihasilkan.
  5. Evaluasi Kriteria Pemilihan:
    Ketika membuat keputusan atau mengevaluasi individu, kita perlu secara kritis menilai kriteria yang digunakan. Pastikan bahwa kita tidak hanya memilih atau mendukung seseorang karena kesamaan tertentu, tetapi mempertimbangkan kemampuan, potensi, dan kontribusi individu secara obyektif.

Tertarik Jadi Software engineering? Baca panduan lengkap Software Engineering di sini.

Affinity bias adalah fenomena manusiawi yang dapat mempengaruhi keputusan kita dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, dengan kesadaran dan langkah-langkah konkret, kita dapat mengurangi dampak negatifnya dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan adil bagi kita semua.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill