Apa Itu Multi-factor Authentication? Yuk, Pelajari!

Login dengan hanya user ID atau password saja kini sudah tidak cukup aman. Ancaman keamanan semakin canggih, oleh karena itu, diperlukan sistem keamanan yang lebih kuat, salah satunya adalah multi-factor authentication (MFA). MFA menjadi standar keamanan cybersecurity yang digunakan secara luas di internet, bahkan oleh perusahaan teknologi besar seperti Google. Mari kita pelajari lebih dalam mengenai multi-factor authentication melalui artikel ini.

Apa Itu Multi-factor Authentication?

Menurut Learning Hub, multi-factor authentication adalah metode otentikasi atau proses verifikasi pengguna yang ingin mengakses suatu perangkat atau server. Jika sebuah akun dilindungi dengan MFA, pengguna harus memberikan dua atau lebih bukti bahwa mereka adalah pemilik sah dari akun tersebut. Ini bisa berupa nomor HP, alamat email, jawaban security question, atau bahkan sidik jari. MFA tidak hanya meminta verifikasi saat login, tetapi juga ketika informasi login yang tepat gagal dimasukkan, memberikan perlindungan ekstra terhadap akun.

Faktor-Faktor Login dalam Multi-factor Authentication

Dalam MFA, ada tiga tipe faktor otentikasi yang penting menurut Tech Target:

  1. Knowledge factor: Sesuatu yang diketahui pengguna, seperti password atau nomor PIN.
  2. Possession factor: Sesuatu yang dimiliki pengguna, contohnya smartphone atau hardware token.
  3. Inherence factor: Sesuatu yang ada pada pengguna, seperti sidik jari, suara, atau wajah.

Faktor-faktor ini dapat dikombinasikan untuk memberikan perlindungan maksimal pada akun pengguna. Sistem MFA juga dapat mempertimbangkan lokasi dan waktu login, memberikan notifikasi jika ada aktivitas yang mencurigakan.

Cara Kerja MFA

Ada dua tipe MFA, yaitu application MFA dan device MFA. Meskipun memiliki nama berbeda, keduanya mengikuti proses yang sama. Ketika pengguna ingin mengakses suatu akun atau server, mereka harus melewati proses MFA dengan memasukkan dua atau lebih faktor otentikasi. Contohnya, selain username dan password, pengguna perlu memasukkan nomor telepon yang akan menerima one-time password (OTP) melalui SMS. OTP ini hanya bisa digunakan sekali dan memberikan keamanan tambahan.

Pentingnya MFA

MFA menjadi penting karena peretas semakin canggih dalam membobol keamanan akun. Dengan memakai MFA, akun kita mendapatkan lapisan keamanan tambahan yang sulit diakses oleh pihak yang tidak sah. Pastikan untuk menggunakan MFA pada akun-akun yang mendukungnya, sehingga keamanan informasi pribadi dan data sensitif kita dapat terjaga dengan baik.

Penutup

MFA bukan lagi fitur opsional, melainkan kebutuhan yang harus diterapkan untuk melindungi akun dan data pribadi. Dengan memahami konsep MFA dan menggunakannya, kita dapat meningkatkan keamanan digital kita dan tidur dengan nyenyak, mengetahui bahwa akun kita terlindungi dengan baik dari potensi ancaman keamanan.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di https://myskill.id/.

Tinggalkan Balasan