Apakah Karyawan yang Di-PHK Berhak Dapat THR?

Tanggung jawab dan hak-hak karyawan terus menjadi perhatian dalam ranah ketenagakerjaan, terutama dalam konteks Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, pertanyaan muncul, apakah karyawan yang di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) masih berhak menerima THR? Selain itu, bagaimana besaran THR untuk karyawan yang mengalami PHK? Mari kita eksplorasi lebih lanjut.

Mau jadi HRD? Simak panduan lengkap Human Resource Development di sini.

1. Apakah Karyawan yang Di-PHK Berhak Dapat THR?

Pada dasarnya, karyawan yang di-PHK tetap memiliki hak untuk menerima Tunjangan Hari Raya. Hal ini sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang menjamin bahwa THR adalah hak bagi setiap pekerja yang memiliki masa kerja minimal satu bulan. Oleh karena itu, meskipun mengalami PHK, karyawan tetap berhak menerima THR yang telah diatur dalam undang-undang.

Penting untuk dicatat bahwa pemberian THR pada karyawan yang di-PHK menjadi tanggung jawab perusahaan tempat karyawan tersebut terakhir bekerja. Pemberian THR tetap dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, seperti ketentuan Uang Saku dan Uang Makan yang telah disepakati antara pekerja dan perusahaan.

Mau lancar Bahasa Inggris? Baca panduan lengkap bahasa Inggris, TOEFL, IETLS & Beasiswa ini.

2. Besaran THR untuk Karyawan yang Di-PHK

Besaran THR untuk karyawan yang di-PHK ditentukan oleh beberapa faktor, termasuk masa kerja dan kesepakatan yang telah diatur dalam peraturan perusahaan atau peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di negara tersebut. Meskipun karyawan mengalami PHK, hak mereka untuk menerima THR tetap dijamin dan harus dihitung sesuai dengan peraturan yang berlaku.

a. Masa Kerja

Masa kerja karyawan menjadi faktor utama dalam menghitung besaran THR. Semakin lama karyawan bekerja, semakin besar pula hak mereka terhadap THR. Perhitungan ini bisa didasarkan pada peraturan perusahaan atau ketentuan dalam undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di suatu negara.

Mau jadi Product Manager? Baca panduan lengkap Product Manager berikut.

b. Kesepakatan Perusahaan

Beberapa perusahaan mungkin memiliki kebijakan internal yang mengatur besaran THR untuk karyawan yang di-PHK. Kesepakatan ini bisa mencakup persentase tertentu dari gaji atau tunjangan karyawan. Oleh karena itu, penting bagi karyawan untuk mengetahui dan memahami peraturan perusahaan terkait THR meskipun mereka telah di-PHK.

c. Undang-Undang Ketenagakerjaan

Di beberapa negara, terdapat peraturan ketenagakerjaan yang mengatur besaran THR secara jelas. Undang-undang ini memberikan panduan yang jelas bagi perusahaan dalam menentukan besaran THR untuk karyawan yang di-PHK. Karyawan dapat merujuk pada peraturan ini untuk memastikan bahwa mereka menerima hak mereka secara adil.

Mau jadi Akuntan, Pajak atau Auditor? Baca panduan lengkap Akuntansi, Pajak dan Audit di sini

Dalam konteks pembayaran THR, perusahaan wajib mentaati peraturan yang berlaku dan memberikan hak-hak yang seharusnya diterima oleh karyawan yang mengalami PHK. Jika terdapat ketidakjelasan atau ketidaksesuaian, karyawan memiliki hak untuk mencari bantuan hukum atau melaporkan kasus tersebut ke instansi yang berwenang dalam bidang ketenagakerjaan. Hal ini bertujuan untuk melindungi hak dan keadilan bagi karyawan, termasuk yang telah di-PHK, dalam mendapatkan Tunjangan Hari Raya yang seharusnya mereka terima.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan