Cara Mudah Menghitung Pemotongan Gaji karena Absen

Dalam lingkup dunia kerja, absensi atau ketidakhadiran dapat berdampak pada pemotongan gaji seorang pekerja. Untuk memahami proses ini dengan lebih baik, kita perlu mengetahui cara mudah menghitung pemotongan gaji karena absen. Berikut adalah panduan yang dapat kita ikuti untuk memahami dan mengelola pemotongan gaji ini.

Mengidentifikasi Sistem Pemotongan

Sebelum memahami cara menghitung pemotongan gaji karena absen, penting untuk mengetahui sistem pemotongan yang diterapkan oleh perusahaan. Beberapa perusahaan mungkin menggunakan sistem pemotongan per hari, sementara yang lain mungkin menggunakan sistem pemotongan per jam. Kita perlu mengetahui aturan yang berlaku di tempat kita bekerja.

Mau jadi HRD? Simak panduan lengkap Human Resource Development di sini.

Mengetahui Tarif Pemotongan

Setiap perusahaan memiliki tarif pemotongan yang berbeda-beda. Tarif ini dapat dinyatakan dalam persentase dari gaji harian atau jam kerja. Biasanya, tarif ini diatur dalam peraturan perusahaan atau dapat ditemukan dalam perjanjian kerja. Penting bagi kita untuk mengetahui besaran tarif pemotongan yang berlaku di tempat kita bekerja.

Menghitung Pemotongan Gaji per Hari

Jika sistem pemotongan yang diterapkan adalah per hari, kita dapat menghitung pemotongan gaji dengan menggunakan rumus sederhana. Rumus ini adalah:

[ \text{Pemotongan Gaji} = \left( \frac{\text{Tarif Pemotongan}}{\text{Hari Kerja dalam Seminggu}} \right) \times \text{Jumlah Hari Absen} ]

Dengan menggunakan rumus ini, kita dapat menghitung dengan cepat berapa banyak gaji yang akan dipotong karena absen selama sejumlah hari tertentu.

Mau jadi UI-UX Designer? Cek panduan lengkap UI-UX Design berikut.

Menghitung Pemotongan Gaji per Jam

Jika sistem pemotongan adalah per jam, kita perlu mengetahui tarif pemotongan per jam. Rumus untuk menghitung pemotongan gaji per jam adalah:

[ \text{Pemotongan Gaji} = \text{Tarif Pemotongan} \times \text{Jumlah Jam Absen} ]

Dalam rumus ini, kita mengalikan tarif pemotongan per jam dengan jumlah jam yang kita absen. Hal ini memberikan kita jumlah pemotongan gaji yang dapat diharapkan.

Contoh Perhitungan

Sebagai contoh, jika tarif pemotongan per hari adalah 2% dari gaji harian dan kita absen selama 3 hari dalam seminggu, kita dapat menghitung pemotongan gaji dengan menggunakan rumus:

[ \text{Pemotongan Gaji} = \left( \frac{2}{5} \right) \times 3 = 1.2 ]

Dengan demikian, kita dapat memperkirakan bahwa kita akan mengalami pemotongan sebesar 1.2% dari gaji harian kita.

Tertarik Jadi Software engineering? Baca panduan lengkap Software Engineering di sini.

Kewajiban Kita sebagai Pekerja

Sebagai pekerja, penting untuk memahami bahwa pemotongan gaji karena absen adalah suatu kewajiban yang harus kita terima. Oleh karena itu, kita perlu berkomunikasi dengan atasan atau bagian sumber daya manusia jika kita memiliki alasan absen yang sah, seperti cuti atau izin resmi. Hal ini dapat membantu mengurangi ketidakpastian dan menghindari kebingungan terkait pemotongan gaji.

Kesimpulan

Menghitung pemotongan gaji karena absen tidak perlu rumit jika kita memahami sistem dan tarif yang berlaku di tempat kita bekerja. Dengan mengetahui rumus yang tepat dan mengikuti prosedur yang ditetapkan, kita dapat mengelola absensi dengan lebih baik dan menghindari kejutan terkait pemotongan gaji. Pemahaman ini memberikan kita kontrol yang lebih baik atas situasi dan membantu kita memastikan keuangan pribadi kita tetap terkelola dengan baik di lingkungan kerja.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill