Bercanda Saat Interview, Boleh Tidak?

Interview seringkali dianggap sebagai situasi serius di mana kita harus menampilkan diri kita yang terbaik untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: “Bolehkah bercanda saat wawancara kerja?” Jawabannya tidak mutlak, namun bergantung pada konteks dan situasi tertentu.
Mari kita bahas lebih lanjut.

Kapan Boleh Bercanda?

  1. Situasi yang Terbuka dan Santai: Jika suasana wawancara terasa santai dan penuh dengan tawa, maka bercanda bisa menjadi cara yang baik untuk menunjukkan kepribadian kita yang ramah dan bersahabat. Misalnya, jika pewawancara membuat lelucon atau suasana terasa santai, kita bisa merespons dengan bercanda yang sesuai.
  2. Pertanyaan Tidak Resmi: Terkadang, pewawancara mungkin mengajukan pertanyaan yang tidak begitu serius untuk melonggarkan suasana. Contohnya, mereka mungkin bertanya tentang hobi atau film favorit. Di sinilah kita bisa menyisipkan sedikit humor, tetapi tetap memperhatikan batas-batas yang tepat.
  3. Bercanda tentang Pengalaman yang Relevan: Jika kita memiliki pengalaman lucu atau cerita menarik yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar, kita bisa membagikannya dengan cara yang humoris. Namun, pastikan cerita tersebut tetap profesional dan tidak mengganggu kesan yang serius tentang kemampian dan keseriusan kita dalam bekerja.

Kapan Tidak Boleh Bercanda?

  1. Situasi yang Serius: Jika suasana wawancara terasa sangat serius, misalnya saat kita menghadapi panel wawancara formal atau perusahaan dengan budaya kerja yang sangat profesional, lebih baik untuk tetap berada dalam batas-batas keseriusan. Bercanda yang tidak tepat bisa dianggap tidak profesional dan merugikan kesempatan kita untuk mendapatkan pekerjaan.
  2. Pertanyaan yang Sensitif: Hindari bercanda saat menjawab pertanyaan yang sensitif atau serius, terutama yang berkaitan dengan etika, nilai-nilai, atau masalah yang sensitif secara emosional. Bercanda pada saat-saat seperti ini bisa dianggap tidak pantas dan merusak kesan kita di mata pewawancara.
  3. Tidak Tahu Batas: Salah satu risiko bercanda saat wawancara adalah jika kita tidak tahu batas-batas yang tepat. Ini bisa mengakibatkan kita membuat lelucon yang tidak pantas atau bahkan menyinggung pewawancara atau perusahaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu memperhatikan konteks dan siapa yang kita ajak bercanda.

Tips Bercanda Saat Interview:

  1. Kenali Audiens: Perhatikan respons dan ekspresi wajah pewawancara. Jika mereka terlihat terbuka dan responsif terhadap humor, kita bisa melanjutkan dengan bercanda.
  2. Pertimbangkan Situasi: Pertimbangkan suasana dan konteks wawancara sebelum membuat lelucon atau bercanda. Pastikan bahwa bercanda kita tidak merusak kesan profesionalisme atau relevansi.
  3. Gunakan Humor dengan Bijak: Gunakan humor dengan bijak dan hindari lelucon yang tidak pantas atau kasar. Pastikan humor bersifat netral dan tidak menyinggung siapa pun.
  4. Tetap Fokus pada Tujuan: Ingatlah bahwa tujuan utama kita adalah mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Jangan biarkan bercanda mengganggu atau mengaburkan pesan utama tentang kemampuan dan kualifikasi kita.

Dalam kesimpulan, bercanda saat wawancara kerja bisa menjadi bumerang atau senjata ampuh, tergantung pada bagaimana kita melakukannya. Selalu pertimbangkan konteks, audiens, dan batas-batas yang tepat sebelum membuat lelucon. Dengan mengikuti tips diatas, kita dapat menemukan keseimbangan yang tepat antara serius dan santai dalam wawancara kerja. Semoga membantu!.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di https://myskill.id/.

Tinggalkan Balasan