Pembayaran Gaji Dicicil oleh Perusahaan, Bolehkah?

Pembayaran gaji merupakan hak yang melekat pada setiap pekerja. Namun, dalam beberapa situasi, perusahaan mungkin menghadapi kendala keuangan yang membuat mereka mempertimbangkan opsi untuk mencicil pembayaran gaji karyawan. Pertanyaannya adalah, bolehkah pembayaran gaji dicicil oleh perusahaan? Artikel ini akan menjelaskan berbagai aspek terkait dengan praktik ini, baik dari sudut pandang hukum maupun dampaknya terhadap karyawan.

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

Kewajaran Pembayaran Gaji Dicicil

1. Krisis Keuangan

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa keputusan perusahaan untuk mencicil pembayaran gaji dapat terkait dengan krisis keuangan yang dihadapi oleh perusahaan. Situasi ini dapat timbul akibat berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi yang sulit atau dampak pandemi.

2. Kesepakatan Bersama

Dalam beberapa kasus, perusahaan dapat mencapai kesepakatan dengan para karyawan untuk mencicil pembayaran gaji. Kesepakatan ini dapat mencakup syarat-syarat tertentu yang mengatur cara dan jangka waktu pembayaran. Penting untuk mencatat bahwa kesepakatan semacam ini harus bersifat sukarela dan tidak dapat dipaksakan kepada karyawan.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

3. Langkah Darurat

Dalam keadaan darurat yang melibatkan faktor di luar kendali perusahaan, seperti bencana alam atau situasi force majeure lainnya, perusahaan mungkin diizinkan untuk mengambil langkah-langkah darurat, termasuk mencicil pembayaran gaji.

Dampak dan Pertimbangan Etika

1. Beban Psikologis

Pembayaran gaji yang dicicil dapat menjadi beban psikologis bagi karyawan. Mereka mungkin menghadapi kesulitan keuangan yang tidak terduga atau kesulitan memenuhi kewajiban finansial mereka.

2. Keterbatasan Karyawan

Pada saat yang sama, perlu diakui bahwa karyawan juga memiliki keterbatasan keuangan dan tanggung jawab hidup. Mencicil gaji dapat mempersulit kondisi finansial mereka dan memaksa mereka untuk mencari alternatif pemenuhan kebutuhan dasar.

3. Kepercayaan Karyawan

Pengelolaan pembayaran gaji secara cermat dan tepat waktu memainkan peran kunci dalam membangun kepercayaan karyawan terhadap perusahaan. Mencicil gaji tanpa penjelasan yang jelas atau tanpa kesepakatan dapat merusak hubungan antara perusahaan dan karyawan.

Mau jadi UI-UX Designer? Cek panduan lengkap UI-UX Design berikut.

Aspek Hukum

1. Kewajiban Pembayaran Penuh

Dari segi hukum, perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar gaji karyawan sesuai dengan perjanjian kerja atau ketentuan hukum yang berlaku. Mencicil gaji tanpa izin atau kesepakatan tertulis dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum.

2. Penyelarasan dengan Hukum

Dalam beberapa yurisdiksi, perusahaan mungkin dapat mencari persetujuan dari otoritas ketenagakerjaan atau perwakilan pekerja untuk mencicil pembayaran gaji dalam situasi tertentu. Namun, hal ini harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Mau jadi HRD? Simak panduan lengkap Human Resource Development di sini.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, keputusan perusahaan untuk mencicil pembayaran gaji karyawan memerlukan pertimbangan yang cermat dari berbagai sudut pandang, baik etika, sosial, maupun hukum. Kewajaran, transparansi, dan dialog terbuka dengan karyawan dapat membantu mengelola situasi ini secara lebih baik. Penting untuk diingat bahwa hak dan kesejahteraan karyawan juga harus tetap dihormati, bahkan dalam kondisi keuangan yang sulit.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill