Cara Menulis Expected Salary di CV dan Contohnya

Expected salary atau gaji yang diharapkan adalah salah satu informasi penting yang sering diminta oleh perusahaan ketika kita melamar pekerjaan. Menyertakan expected salary dalam CV kita dapat memberikan gambaran kepada pihak perusahaan tentang ekspektasi kita terkait kompensasi yang diinginkan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas pentingnya menyertakan expected salary dalam CV, cara untuk menulisnya, dan menyajikan contoh expected salary di CV. Yuk simak!.

1. Pentingnya Expected Salary di CV

Menyertakan expected salary dalam CV memiliki beberapa keuntungan. Pertama, hal ini memberikan gambaran kepada perusahaan tentang ekspektasi kita terkait gaji, sehingga memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan penawaran mereka sesuai dengan anggaran yang tersedia. Kedua, ini juga memperlihatkan transparansi dan kejujuran dari pihak pelamar, serta mempercepat proses seleksi karena dapat menyaring calon yang ekspektasinya tidak sesuai dengan anggaran perusahaan.

2. 5 Cara Menulis Expected Salary

Berikut adalah lima cara untuk menulis expected salary di CV:

  1. Range Salary: Menyertakan range gaji yang diharapkan, misalnya “Expected salary: $40,000 – $50,000 per tahun” atau “Expected salary: Rp7.000.000 – Rp9.000.000 per bulan”. Ini memberikan fleksibilitas dan menunjukkan bahwa kita terbuka untuk negosiasi.
  2. Angka Tunggal: Menyertakan angka tunggal yang spesifik, misalnya “Expected salary: $45,000 per tahun” atau “Expected salary: Rp8.000.000 per bulan”. Pastikan angka ini berdasarkan riset pasar dan mempertimbangkan tingkat pengalaman kita.
  3. Perkiraan Gaji Pasar: Memberikan perkiraan gaji pasar untuk posisi yang kita lamar berdasarkan penelitian kita , misalnya “Expected salary: Sesuai dengan standar industri untuk posisi ini”.
  4. Diskusi saat Wawancara: Menyatakan bahwa kita bersedia untuk membahas expected salary lebih lanjut selama wawancara, misalnya “Expected salary: Bersedia dibahas lebih lanjut dalam wawancara”.
  5. Tidak Menyertakan: Jika perusahaan tidak meminta informasi expected salary di CV, kita juga dapat memilih untuk tidak menyertakannya. Namun, pastikan untuk siap menjawab pertanyaan tersebut jika ditanyakan selama proses seleksi.

3. Contoh Expected Salary di CV

Berikut adalah beberapa contoh cara menulis expected salary di CV:

  1. “Expected salary: $45,000 – $55,000 per tahun”
  2. “Expected salary: Rp8.000.000 – Rp10.000.000 per bulan”
  3. “Expected salary: Sesuai dengan standar industri untuk posisi ini”
  4. “Expected salary: Bersedia dibahas lebih lanjut dalam wawancara”
  5. “Expected salary: Tidak diharapkan”

Contoh-contoh ini memberikan variasi dalam cara menulis expected salary di CV, sesuai dengan preferensi dan situasi pribadi masing-masing pelamar.

Kesimpulan

Menyertakan expected salary dalam CV kita dapat memberikan informasi yang berguna kepada pihak perusahaan dan mempercepat proses seleksi. Dengan mengikuti lima cara untuk menulis expected salary yang disebutkan di atas dan menggunakan contoh-contoh yang relevan, kita dapat menyajikan informasi ini secara efektif dalam CV kita dan meningkatkan peluang untuk sukses dalam mencari pekerjaan. Semoga membantu!.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di https://myskill.id/.

Tinggalkan Balasan