Cara Mudah Bikin Portfolio Data Analyst untuk Pemula

Membangun portfolio sebagai seorang data analyst adalah langkah penting untuk menunjukkan kemampuan dan pengalaman kita kepada calon majikan. Meskipun kita mungkin belum memiliki pengalaman kerja dalam industri, ada beberapa langkah mudah yang bisa kita ambil untuk membuat portfolio yang menarik dan informatif.

1. Pilih Proyek-Proyek Data
Langkah pertama adalah memilih proyek-proyek data yang akan dimasukkan ke dalam portfolio kita. Proyek-proyek ini bisa berupa analisis data sederhana atau kompleks yang pernah kita kerjakan di masa lalu, proyek-proyek yang kita lakukan sebagai bagian dari studi atau kursus, atau bahkan proyek-proyek yang kita buat secara mandiri untuk menunjukkan kemampuan kita.

2. Buat Deskripsi Proyek
Setelah memilih proyek-proyek yang akan dimasukkan ke dalam portfolio, buatlah deskripsi singkat untuk setiap proyek. Deskripsi ini harus menjelaskan tujuan proyek, data yang digunakan, metode analisis yang digunakan, serta hasil dan temuan yang didapatkan dari analisis tersebut.

3. Visualisasikan Data
Visualisasi data adalah kunci untuk membuat portfolio kita menarik dan mudah dipahami. Gunakan grafik, diagram, dan visualisasi data lainnya untuk menyajikan temuan analisis dengan jelas dan efektif. Pastikan untuk menyertakan keterangan yang menjelaskan setiap visualisasi data dengan detail.

4. Tampilkan Keterampilan Teknis
Portfolio juga merupakan tempat yang bagus untuk menampilkan keterampilan teknis kita sebagai seorang data analyst. Jika kita memiliki keahlian dalam menggunakan alat-alat analisis data seperti SQL, Python, atau R, sertakan contoh-contoh kode atau skrip yang kita buat dalam proyek-proyek tersebut.

5. Sertakan Analisis dan Interpretasi
Selain menampilkan visualisasi data, kita juga perlu menyertakan analisis dan interpretasi tentang apa yang kita temukan dari data tersebut. Jelaskan tren, pola, dan temuan penting lainnya yang bisa kita ambil dari data, dan berikan konteks yang diperlukan untuk memahami hasil analisis.

6. Tunjukkan Kemampuan Komunikasi
Portfolio juga merupakan kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kemampuan komunikasi kita. Tulis deskripsi proyek dengan jelas dan rapi, dan pastikan untuk menyajikan informasi dengan cara yang mudah dipahami oleh pembaca yang mungkin tidak memiliki latar belakang teknis yang sama.

7. Berikan Pengalaman Tambahan
Selain proyek-proyek data, kita juga bisa memasukkan pengalaman tambahan yang relevan ke dalam portfolio. Ini bisa termasuk kursus atau pelatihan yang pernah kita ikuti, sertifikasi yang kita peroleh, atau bahkan artikel atau presentasi yang kita buat tentang topik-topik terkait analisis data.

8. Perbarui dan Tingkatkan
Portfolio tidak bersifat statis, jadi pastikan untuk terus memperbarui dan meningkatkannya seiring dengan perkembangan karier dan keterampilan kita. Tambahkan proyek-proyek baru yang kita kerjakan, perbarui deskripsi proyek yang ada, dan tambahkan pengalaman baru yang kita dapatkan seiring berjalannya waktu.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita dapat membuat portfolio yang menarik dan informatif sebagai seorang data analyst pemula, bahkan tanpa pengalaman kerja. Portfolio ini akan membantu kita untuk memperlihatkan kemampuan dan potensi kita kepada calon majikan, serta memberikan bukti konkret tentang kemampuan analisis data kita.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di https://myskill.id/.

Tinggalkan Balasan