8 Tipe Pengangguran dan Kategorinya, Jangan Terjadi Padamu!

Pengangguran adalah realitas yang dapat memengaruhi siapa pun, termasuk kita. Untuk memahami dinamika pengangguran, kita perlu mengenali berbagai tipe pengangguran dan kategorinya. Hal ini menjadi penting agar kita bisa lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya pengangguran dalam hidup kita. Berikut adalah 8 tipe pengangguran dan kategorinya yang dapat kita identifikasi:

1. Pengangguran Friksional:

Pengangguran friksional terjadi ketika seseorang berpindah pekerjaan atau mencari pekerjaan baru. Ini dapat terjadi setelah lulus sekolah atau universitas, atau ketika seseorang memilih untuk mengganti pekerjaannya. Kita harus memahami bahwa transisi ini bisa memakan waktu, dan bukan berarti seseorang tidak mau bekerja.

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

2. Pengangguran Siklus:

Pengangguran siklus terkait erat dengan fluktuasi ekonomi. Ketika ekonomi mengalami resesi atau perlambatan, perusahaan cenderung memotong tenaga kerja untuk menghemat biaya. Kondisi ini dapat menyebabkan pengangguran siklus, yang mungkin bersifat sementara hingga ekonomi pulih.

3. Pengangguran Struktural:

Pengangguran struktural terjadi ketika keterampilan pekerja tidak sesuai dengan tuntutan pasar tenaga kerja. Perubahan teknologi atau pergeseran dalam industri tertentu dapat membuat beberapa keterampilan menjadi usang, menyebabkan pengangguran struktural. Kita perlu beradaptasi dengan perubahan ini agar tetap relevan di pasar kerja.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

4. Pengangguran Sesaat:

Pengangguran sesaat terjadi ketika seseorang kehilangan pekerjaannya karena alasan sementara, seperti cuti atau pemutusan hubungan kerja musiman. Meskipun bersifat sementara, hal ini dapat memberikan tantangan finansial sementara bagi pekerja. Kita perlu memiliki rencana keuangan yang dapat mengatasi situasi ini.

5. Pengangguran Lama:

Pengangguran lama adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat menemukan pekerjaan dalam jangka waktu yang lama. Faktor-faktor seperti keterbatasan keterampilan atau kurangnya peluang pekerjaan dapat menyebabkan pengangguran ini. Kita perlu terus meningkatkan keterampilan dan mencari peluang baru untuk menghindari pengangguran jangka panjang.

6. Pengangguran Sukarela:

Pengangguran sukarela terjadi ketika seseorang memilih untuk tidak bekerja meskipun memiliki kemampuan untuk melakukannya. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor-faktor seperti keputusan untuk fokus pada pendidikan, memulai bisnis sendiri, atau mendukung keluarga. Kita perlu menghormati pilihan individu dalam mengelola karir mereka.

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

7. Pengangguran Teknis:

Pengangguran teknis terjadi ketika seseorang kehilangan pekerjaan karena otomatisasi atau perkembangan teknologi. Peningkatan efisiensi melalui teknologi dapat menggantikan beberapa pekerjaan manusia. Untuk menghadapi pengangguran teknis, kita perlu terus memperbarui keterampilan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

8. Pengangguran Seumur Hidup:

Pengangguran seumur hidup adalah kondisi yang jarang terjadi, tetapi sangat serius. Ini terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan yang signifikan dalam menemukan pekerjaan sepanjang hidupnya. Faktor-faktor seperti kesehatan, ketidakmampuan, atau diskriminasi dapat berkontribusi pada pengangguran seumur hidup. Kita perlu berupaya menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi semua individu di pasar tenaga kerja.

Dengan memahami berbagai tipe pengangguran dan kategorinya, kita dapat lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin kita hadapi dalam karir kita. Beradaptasi dengan perubahan, meningkatkan keterampilan, dan memahami dinamika pasar tenaga kerja dapat membantu kita mengurangi risiko pengangguran dan menjaga stabilitas finansial kita sepanjang perjalanan karir.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill