Jenis-Jenis Pendanaan Startup: Info Bagi Kamu yang Ingin Memulai

Banyak orang tertarik untuk mendirikan startup dalam beberapa tahun belakang, hal ini menyebabkan sudah banyak perusahaan rintisan yang sekarang berdiri. Pendanaan startup menjadi hal paling penting selain waktu, tim, dan kemauan yang keras. Tidak sedikit dana yang dibutuhkan, sehingga butuh strategi yang tepat agar mendapat perolehan dana yang besar.

Sumber pendanaan dapat berasal dari pendiri perusahaan, investor, dan lainnya. Namun, untuk mendapatkannya perlu melalui beberapa tahapan. Berikut MySkill.id akan jelaskan beberapa tahapan pendanaan startup tersebut agar kamu secara lebih tahu secara detail!

1. Pre-Seed Funding

pre-seed funding awal pendanaan startup
Dana pribadi dibutuhkan sebagai tahap pra-benih pendirian startup

Pre-seed funding merupakan pendanaan fase pembentukan dan investor pada fase ini biasanya adalah pendiri perusahaan rintisan. Periode ini serupa juga dengan bootstrapping di mana modal berasal tabungan. Keterbatasan dana menyebabkan pendiri harus mengupayakan untuk memaksimalkan uang tersebut dalam mengembangkan prototipe.

2. Seed Funding untuk Pendanaan Startup Tahap Awal Pertumbuhan

Seed funding untuk pendanaan startup
Pitching dilakukan untuk menarik perhatian investor

Pada periode ini, startup melakukan pengembangkan produk. Bisnis berisiko untuk kehabisan uang jika tidak ada suntikan dana investor sehingga perlu melakukan pitching. Investor yang umum memberikan dana yaitu teman, keluarga, angel investor, dan crowdfunding. Angel investor adalah individu dengan kelebihan uang sementara crowdfunding adalah dana yang terkumpul dari beberapa orang melalui online.

3. Putaran Seri A, Sumber Pendanaan Startup Tahap Pertumbuhan

Putaran seri A di tahap pertumbuhan
Pentingnya putaran seri A dalam pengembangan perusahaan rintisan

Pada fase ini, startup sudah mencapai target awal. Dana putaran seri A biasanya berasal dari venture capital. Pengelolaan venture capital adalah secara profesional dan memberikan dana kepada perusahaan yang mereka anggap berpotensi besar. Selain uang, bentuk investasi dapat berupa bimbingan dan keahlian.

Tidak hanya membutuhkan ide cemerlang, investor mencari perusahaan yang memiliki strategi kuat menuju kesuksesan serta keuangan yang baik agar pendapatan meningkat. Namun, tidak menutup kemungkinan startup mendapatkan dana dari angel investor.

4. Putaran Seri B

Putaran seri B saat perkembangan
Tidak mudah untuk mencapai putaran seri B ini, lho

Pada tahap ini, startup telah menemukan kesesuaian produk dengan pasar sehingga membutuhkan dana lebih untuk terus berkembang. Selain memperluas jangkauan, perusahaan rintisan juga perlu untuk meningkatkan kerja tim melalui perekrutan anggota profesional yang lebih banyak.

Lembaga venture capital yang telah memberikan dana pada putaran seri A dapat melanjutkan investasi ke putaran seri B. Hal ini menandakan bahwa startup mencapai target pada putaran sebelumnya dan akan terus berekspansi. Cukup menantang bagi banyak perusahaan rintisan untuk bisa sampai ke tahap ini, lho.

5. Putaran Seri C

Putaran seri C saat memulai ekspansi
Suksesnya sebuah startup jika sudah memasuki putaran seri C

Pada tahap ini, startup terbilang sukses dan mencari dana tambahan untuk mengembangkan produk, ekspansi pasar, atau bahkan mengakuisisi perusahaan lain. Investor memberikan dana agar memperoleh dana balik dengan jumlah yang berkali lipat.

Umumnya perusahaan sudah memiliki banyak cabang lokal dan berusaha membawa produk mereka ke pasar internasional untuk menunjukkan kehebatannya sebelum melakukan penawaran publik.

6. Initial Public Offering, Bukti Bahwa Startup Sudah Established

IPO dengan menawarkan saham ke masyarakat luas
Menawarkan saham startup kepada masyarakat luas

Initial Public Offering (IPO) adalah periode di mana startup menawarkan saham perusahaan ke publik atau masyarakat untuk pertama kalinya. Perusahaan rintisan yang sudah memasuki tahap ini telah memiliki keadaan finansial yang baik dan siap untuk tumbuh lebih jauh dengan target pasar yang terus berkembang setiap tahunnya.

7. Dana Alternatif Sebagai Sumber Pendanaan Startup dalam Waktu Singkat

Dana alternatif untuk pendanaan startup
Sumber dana alternatif untuk pendanaan startup

Selain dari beberapa pendanaan startup yang telah MySkill.id sampaikan, terdapat cara lain untuk memperoleh dana dalam waktu yang singkat, yaitu dengan mengikuti kompetisi startup. Kompetisi ini dapat berupa bagaimana perusahaan rintisan akan mengembangkan produk atau rencana bisnis untuk masa mendatang. Selain itu, pinjaman dari bank juga dapat menjadi alternatif pilihan.

Itulah beberapa jenis pendanaan startup yang penting untuk diketahui bagi kamu yang ingin mulai membangun perusahaan rintisan. Harus ada kerja keras dan dedikasi yang tinggi untuk mencapai keberhasilan, pasti ada jalan meskipun melalui pasang surut, ya. Apa kamu siap terjun ke dunia per-startup-an?

Buat kamu yang ingin meningkatkan kualitas skill dan CV untuk menunjang karir, yuk join MySkill.id! Di sini, kami menyediakan berbagai pelatihan upskilling via e-learning dan bootcamp yang bisa kamu ikuti dengan berbagai praktisi dan cara yang menyenangkan.

Editor: Valentina Yasyfa