Ingin Kuliah Sambil Kerja di Luar Negeri? Boleh atau Tidak?

Bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, tentu mempertimbangkan beberapa hal. Apalagi, saat berada jauh dari keluarga dan kerabat, pelajar harus mandiri. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah biaya hidup yang cenderung lebih mahal. Inilah mengapa banyak pelajar yang ingin melanjutkan kuliah sambil kerja di luar negeri. 

Namun, setiap negara memiliki karakteristik dan peraturan yang berbeda. Pelajar juga tidak bisa sembarang mengambil pekerjaan selama kuliah. Nah, kali ini MySkill.id akan memberikan penjelasan terkait boleh atau tidaknya kuliah sambil kerja di luar negeri. Yuk, simak!

1. Kuliah Sambil Kerja, Boleh Kok!

kuliah sambil kerja di luar negeri
Suatu hal yang boleh saja dilakukan

Studi sambil kerja di luar negeri merupakan suatu hal yang sangat boleh untuk dilakukan. Mengapa? karena saat mengambil studi, mahasiswa seharusnya tidak hanya sekedar mencari ijazah saja. Namun, perlu untuk mengasah beberapa skill yang sembari belajar, skill tersebut akan sangat berguna setelah lulus kuliah nanti dan mendapat uang saku tambahan untuk biaya hidup. 

Di luar negeri, pemerintah dan instansi terbilang sangat terbuka akan pekerjaan part time. Rata-rata kampus akan mengizinkan mahasiswa untuk bekerja paruh waktu sambil mengisi waktu luang mereka. Asalkan tidak melanggar peraturan dan ketentuan yang berlaku pada negara tersebut. 

Salah satu contohnya, Australia. Pemerintah Australia paham betul akan besarnya biaya studi dan biaya hidup bagi pelajar, dengan memberikan kebijakan kerja paruh waktu. Mereka mengizinkan pelajar internasional untuk bekerja baik pada masa kuliah maupun liburan dengan hak-hak dasar, seperti hak memperoleh upah minimum dan hak keselamatan kerja.

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

2. Visa Memperbolehkan untuk Bekerja

visa untuk kuliah sambil kerja di luar negeri
Tidak semua visa memperbolehkan bekerja

Saat akan mengajukan visa pastikan untuk mengecek ketentuan dari visa pelajar yang kamu pegang. Visa tersebut memperbolehkan untuk kerja atau tidak, karena tidak semua visa pelajar boleh untuk bekerja. Hal ini untuk menghindari kemungkinan masalah saat pengajuan visa dan melaksanakan studi. Jenis studi juga menentukan visa apa yang akan didapat. 

Contohnya visa pelajar Amerika, visa F-1 untuk yang mengambil kuliah purna waktu, memperbolehkan mahasiswa bekerja selama 20 jam per minggu dan 40 jam per minggu saat libur panjang, dengan syarat telah menyelesaikan tahun pertama. Sementara itu, jenis J-1 untuk yang mengambil program kejuruan, tidak boleh bekerja selain pelatihan praktek yang berkaitan dengan program selama masa kuliah. 

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

3. Asalkan Bisa Atur Waktu dengan Baik 

kuliah sambil kerja di luar negeri harus pintar mengatur waktu
Jangan sampai kewalahan

Pastikan untuk memahami tanggung jawab pekerjaan dan pilih jadwal kerja yang tidak mengganggu studi. Oleh karena itu, pelajar atau mahasiswa harus pandai mengatur waktu, salah satunya dengan membuat catatan jadwal yang jelas. Tujuannya, agar tidak ada kewajiban yang terlewatkan dan tidak kewalahan karena jam kerja dan tanggung jawab yang terlalu banyak. 

Misalnya, pelajar hanya mengambil pekerjaan pada malam hari atau saat akhir pekan agar tidak mengganggu jadwal kuliah. Selain itu, pelajar juga bisa mengambil pekerjaan full saat libur panjang saja, sehingga tidak mengkhawatirkan waktu belajar maupun kuliah.

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

4. Pekerjaan yang Relevan, Bisa di Luar atau di Area Kampus

kuliah sambil kerja di luar negeri
Bekerja sambil belajar

Selain menghasilkan tambahan uang saku untuk biaya hidup, jadikan kesempatan untuk bekerja sebagai sarana mendapatkan pengalaman baru. Cari pekerjaan yang setidaknya memiliki sangkut paut dengan jurusan atau bidang studi, karena tujuan awalnya adalah studi untuk meraih mimpi. 

Untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan, bisa memulai dari Student Employment Office milik universitas untuk mendapat pekerjaan yang ada di area kampus. Lalu, memanfaatkan surat kabar harian untuk mencari pekerjaan di luar kampus. Surat kabar luar negeri biasanya memuat lowongan kerja pada hari-hari tertentu saja. 

Ya, itulah penjelasan dari MySkill.id terkait boleh atau tidaknya kuliah sambil kerja di luar negeri. Terlepas dari kebijakan dan kesempatan yang ada, semua kembali pada individu masing-masing. Meski ada kesempatan dan kebijakan yang mendukung, tetapi tanpa komitmen dan rasa tanggung jawab, semua aktivitas juga tidak bisa berjalan dengan baik.

Mau lancar Bahasa Inggris? Baca panduan lengkap bahasa Inggris, TOEFL, IETLS & Beasiswa ini.

Nah, jika ingin mendapat informasi dan meningkatkan skill untuk persiapan beasiswa dan studi lanjutan ke luar negeri, bergabunglah dengan MySkill.id! Tersedia kelas Strategi Mendapat Beasiswa Pasca Sarjana yang bisa kamu ikuti untuk mengenal beragam beasiswa dunia, memilih kampus dan beasiswa dan dokumen umum yang perlu kamu siapkan.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Editor: Alwan Kurnia

Tinggalkan Balasan