Prospkek Kerja Antropologi yang Menjanjikan

Apa yang terlintas di kepalamu ketika mendengar kata antropologi? Adakah sederet gugusan bintang serta alam semesta, atau gundukan fosil hewan purbakala? Nah, masyarakat awam acap kali keliru mengartikan jurusan ini. Antropologi sebenarnya merupakan ilmu yang mempelajari manusia serta kebiasaan berulang milik masyarakat yang terdeteksi sebagai budaya.

Istilahnya yang asing, tak jarang membuat jurusan ini menjadi remeh di mata khalayak umum, nih. Tidak sedikit dari mahasiswa antropologi yang harus menerima pertanyaan nyelekit soal prospek kerja di bidang tersebut. Kamu tidak perlu khawatir!

Selain berkesempatan menjadi seorang antropolog, inilah lima peluang pekerjaan dari jurusan antropologi yang bisa kamu tapaki setelah meraih kelulusan dari ilmu humaniora ini. Simak hingga tuntas, sampai kamu dapat membungkam pertanyaan tajam sebelumnya dengan jawaban yang pasti. Check it out!

1. Antropologi dan Budayawan? Cocok Banget!

Antropologi dan budayawan ternyata cocok banget!
Menjadi pegiat budaya membuatmu lebih menghargai keberagaman yang ada

Dasar ilmu antropologi yang bersandar pada kebudayaan milik masyarakat, menjadikan lulusannya cocok sekali menekuni pekerjaan sebagai budayawan. Budayawan sendiri merupakan sebutan bagi orang-orang yang bergelut dalam menanggapi isu-isu budaya yang berkembang di kalangan sosial. Kamu bisa memanfaatkan berbagai teori dalam ilmu antropologi dalam melihat realitas yang ada pada masyarakat.

Sebuah pijakan awal yang baik untuk mulai menjadi seorang pemerhati budaya, bukan? Selagi kamu masih sedang dalam masa studi pada jurusan antropologi ini, cobalah untuk benar-benar memahaminya dengan saksama. Setidaknya pegang satu konsep antropologi dan lihat bagaimana konsep itu akan sangat membantumu di kemudian hari saat kamu memutuskan bekerja di bidang yang relate dengan jurusanmu tersebut.

2. Dulu Diajar, Sekarang Mengajar

Jadi dosen di kampus impian kamu? Siapa takut.
Mengajar di kampus impian? Bisa banget!

Menjadi seorang pengajar bahkan dosen bagi lulusan antropologi sangat memungkinkan loh, sobat MySkill.id. Untuk pengajar di sekolah menengah atas, biasanya mata pelajaran antropologi ini dapat kamu temui pada kelas Ilmu Bahasa dan Budaya. Memang saat ini tidak banyak sekolah yang masih membuka jurusan tersebut. Namun, bukan berarti kesempatan kamu untuk mengajar juga akan hilang! 

Apabila berminat, kamu dapat melanjutkan studi pada jenjang magister dengan kembali menekuni jurusan yang sama agar berkesempatan menjadi seorang dosen di sebuah universitas. Bayangkan saja, kamu yang dahulunya mungkin tidak dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi impianmu, kini malah berstatus sebagai pengajar di sana! Tidak ada yang mustahil, asalkan aku, kamu, dan kita semua mau mencobanya.

3. Menjadi Seorang Wartawan? Lulusan Antropologi juga Bisa!

Lulusan Antropologi juga cocok banget jadi wartawan.
Jadi wartawan? Siapa takut

Tidak ada yang dapat menghalangi seorang lulusan antropologi untuk meraih pekerjaan yang mereka inginkan. Salah satunya adalah menjajal dunia jurnalistik seperti ini. Justru kemampuan menulis dan berkomunikasi dapat dengan andal mereka lakukan. Mahasiswa antropologi awamnya telah terbiasa menjalin interaksi dengan masyarakat yang memiliki ragam social background lalu menuliskannya dalam catatan etnografi.

Jadi, jangan heran bila mereka mampu survive di tengah-tengah masyarakat! Bahkan berbaur satu sama lain hingga kamu tidak dapat membedakannya lagi antara penduduk asli dan mereka yang tengah bertugas di sana. Yuk, gunakan kemampuan “bunglon” kamu untuk menjadi jurnalis!

Baca Juga: Bingung Setelah Lulus Mau Ngapain? Yuk, Simak Tips Persiapan Karier ala Myskill.id!

4. Peneliti Sosial-Budaya adalah Pekerjaan yang Menggiurkan bagi Lulusan Antropologi

Salah satu pekerjaan menggiurkan dari lulusan antropologi adalah peneliti.
Meneliti fenomena di tengah kehidupan masyarakat juga bisa jadi prospek kerja yang baik untukmu

Menjadi peneliti tentu bukan suatu hal yang baru bagi lulusan antropologi. Bagaimana tidak, hampir seluruh mata kuliahnya terdahulu mengharuskan mahasiswa terjun langsung untuk melihat realitas yang ada pada suatu masyarakat. Mengasah mereka untuk berpikir secara kritis dan melihat segala sesuatu dari kacamata antropologi.

Untuk mengumpulkan data juga informasi guna kepentingan penelitian tersebut tentu membutuhkan seorang yang ahli dalam berinteraksi dengan masyarakat. Di sini, para lulusan antropologi dapat mengambil peran. Karenanya, jangan mengeluh saat dosenmu menugaskan penelitian yang mengharuskan kamu wara-wiri di tengah masyarakat. Jika sudah terbiasa, pekerjaan meneliti fenomena sosial dan budaya ini akan jadi lebih mudah!

5. Tertarik Menjadi Seorang Kurator Museum? Cobain Aja!

Jadi kurator di museum juga bisa.
Si kurator dari sarjana antropologi

Ilmu antropologi senantiasa berkembang selagi manusia masih menapaki bumi. Itu artinya, ilmu ini telah turut mempelajari manusia dari masa yang paling sederhana hingga periode kompleks seperti sekarang. Secara tidak langsung ini menunjukkan terdapat keterkaitan dengan ilmu sejarah, loh. Itulah mengapa menjadi seorang kurator museum juga merupakan tawaran yang sesuai dengan jurusan antropologi!

Bagi ahli antropologi, bukanlah suatu yang baru bila berkutat dengan hal-hal di masa lampau pada periodisasi kehidupan manusia. Kemampuan ini akan sangat membantu dalam konservasi museum. Sebuah museum tentu membutuhkan pengelola yang paham betul dengan objek-objek  bernilai sejarah yang bertempat di sana. Pekerjaan ini akan semakin apik bila seorang sejarawan dan antropolog berkolaborasi di dalamnya!

Masih ragu dengan prospek kerja jurusan antropologi ini? Jangan sampai terlampau skeptis ya, sobat MySkill.id. Terus ingat bahwa setiap manusia punya kesempatan yang sama untuk mencoba jika kamu berani untuk memulainya. Masa depanmu ada di tanganmu sendiri! Siap untuk menjadi besar? Yuk, beritahu kami pekerjaan mana yang paling ingin kamu tekuni di kolom komentar MySkill.id.

Buat kamu yang ingin meningkatkan kualitas skill dan CV untuk menunjang karir, yuk join Myskill.id! Di sini, kami menyediakan berbagai pelatihan upskilling via e-learning dan bootcamp yang bisa kamu ikuti dengan berbagai praktisi dan cara yang menyenangkan.

Baca Juga: 5 Tips Membuat CV ATS Friendly di Tahun 2021

Editor: Agnes Zefanya Yonatan