Membangun Kesinambungan Desain dengan Design System

Apa Itu Design System?

Design System adalah seperangkat pedoman, prinsip, dan elemen desain yang terpadu yang digunakan untuk membangun dan memelihara konsistensi dalam produk atau layanan kita. Ini mencakup berbagai komponen seperti aturan desain, komponen UI, panduan gaya, dan dokumentasi yang membantu memastikan bahwa semua bagian dari produk kita memiliki penampilan dan perilaku yang konsisten.

Tertarik jadi Graphic Designer? Baca panduan lengkap Graphic Design di sini.

Siapa Saja Yang Menggunakan Design System?

Design System umumnya digunakan oleh tim desain dan pengembangan perangkat lunak, termasuk:

  1. Tim Desain: Mereka menggunakan Design System untuk memastikan konsistensi visual dan fungsionalitas dalam desain antarmuka pengguna (UI).
  2. Tim Pengembangan: Mereka menggunakan komponen yang telah ditentukan dalam Design System untuk membangun produk dengan cepat dan efisien.
  3. Tim Manajemen Produk: Mereka menggunakan Design System untuk memastikan bahwa produk berada pada jalur yang benar dan sesuai dengan visi produk.
  4. Stakeholder Bisnis: Mereka menggunakan Design System untuk memahami standar desain yang diikuti dan memberikan masukan tentang perubahan yang diinginkan atau perbaikan yang perlu dilakukan.

Mau jadi UI-UX Designer? Cek panduan lengkap UI-UX Design berikut.

8 Benefit Menggunakan Design System

  1. Konsistensi: Design System membantu kita menjaga konsistensi dalam desain produk, sehingga menciptakan pengalaman pengguna yang mulus dan dapat diandalkan.
  2. Efisiensi: Dengan menggunakan komponen yang telah ditentukan dalam Design System, kita dapat menghemat waktu dan upaya dalam proses desain dan pengembangan.
  3. Skalabilitas: Design System memungkinkan kita untuk dengan mudah mengukur dan memperluas produk kita tanpa mengorbankan konsistensi atau kualitas.
  4. Kolaborasi yang Lebih Baik: Dengan memiliki referensi desain yang terpusat, tim dapat berkolaborasi dengan lebih baik dan menghindari kebingungan atau perbedaan dalam pelaksanaan desain.
  5. Peningkatan Produktivitas: Dengan menggunakan komponen yang telah ditentukan, tim dapat fokus pada inovasi dan pemecahan masalah daripada menghabiskan waktu untuk merancang ulang elemen desain yang sama berulang kali.
  6. Penyelarasan Tim: Design System membantu menyelaraskan semua anggota tim, dari desainer hingga pengembang, dalam visi desain yang sama.
  7. Mengurangi Kesalahan: Dengan memiliki pedoman yang jelas dalam Design System, kita dapat mengurangi risiko kesalahan dalam desain dan pengembangan produk.
  8. Mempercepat Time-to-Market: Dengan menghemat waktu dalam proses desain dan pengembangan, kita dapat meluncurkan produk lebih cepat ke pasar, memberikan keunggulan kompetitif.

Cara Membuat Design System

  1. Identifikasi Kebutuhan: Mulailah dengan mengidentifikasi kebutuhan desain dan fungsionalitas produk kita.
  2. Pilih Alat Desain: Pilih alat desain yang sesuai untuk membuat komponen UI dan dokumentasi terkait.
  3. Pengembangan Komponen: Kembangkan komponen UI inti seperti tombol, ikon, formulir, dan lainnya, serta dokumentasikan mereka dengan jelas.
  4. Penyusunan Aturan Desain: Tentukan aturan desain yang akan diikuti dalam Design System, termasuk palet warna, tipografi, dan grid sistem.
  5. Uji dan Perbarui: Uji Design System secara berkala dengan melibatkan anggota tim dan perbarui sesuai dengan umpan balik dan perkembangan produk.

Mau lancar Bahasa Inggris? Baca panduan lengkap bahasa Inggris, TOEFL, IETLS & Beasiswa ini.

Dengan membangun dan menggunakan Design System dengan baik, kita dapat meningkatkan konsistensi, efisiensi, dan kolaborasi dalam pengembangan produk kita, memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna dan meningkatkan kesuksesan produk secara keseluruhan.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill