Mengenal Holiday Stress: Definisi, Tanda, dan Cara Menghadapinya

Hari libur sering kali dianggap sebagai waktu yang menyenangkan dan penuh dengan kegembiraan. Namun, bagi sebagian orang, liburan juga bisa menjadi sumber stres yang signifikan. Holiday stress dapat terjadi karena berbagai alasan, mulai dari persiapan yang menyita waktu dan energi hingga ekspektasi yang terlalu tinggi. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan holiday stress, tanda-tanda yang perlu diperhatikan, dan beberapa cara untuk mengantisipasinya.

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

Definisi Holiday Stress

Holiday stress merujuk pada tingkat stres yang meningkat selama periode liburan, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti persiapan liburan, pertemuan keluarga, keuangan, dan ekspektasi yang terlalu tinggi. Hal ini bisa memengaruhi kesejahteraan mental dan fisik seseorang, dan sering kali dapat mengganggu kebahagiaan dan kenikmatan yang seharusnya dirasakan selama liburan.

Tanda-tanda Holiday Stress

  1. Ketegangan Fisik: Kita mungkin merasa tegang di pundak, leher, atau punggung karena menanggung beban stres tambahan dari persiapan liburan.
  2. Gangguan Tidur: Sulit tidur atau gangguan tidur lainnya dapat menjadi tanda holiday stress, karena pikiran kita terus menerus dipenuhi dengan daftar tugas yang belum selesai.
  3. Perubahan Mood: Kita mungkin merasa mudah tersinggung atau mudah marah, bahkan terhadap hal-hal kecil. Hal ini dapat disebabkan oleh stres yang terkait dengan persiapan liburan atau interaksi dengan keluarga.
  4. Penurunan Konsentrasi: Stres yang tinggi dapat mengganggu kemampuan kita untuk fokus dan berkonsentrasi pada tugas-tugas sehari-hari.
  5. Perubahan Pola Makan: Beberapa orang mungkin mengalami peningkatan atau penurunan nafsu makan sebagai respons terhadap stres liburan.

Mau lancar Bahasa Inggris? Baca panduan lengkap bahasa Inggris, TOEFL, IETLS & Beasiswa ini.

Cara Mengantisipasi Holiday Stress

  1. Rencanakan dengan Cermat: Buatlah jadwal untuk persiapan liburan dengan baik, termasuk pembelian hadiah, merencanakan perjalanan, dan menyelesaikan pekerjaan sebelum cuti. Hal ini dapat membantu mengurangi stres yang disebabkan oleh penundaan dan kesibukan terakhir menit.
  2. Atur Ekspektasi: Ingatlah bahwa liburan tidak selalu sempurna, dan tidak perlu memenuhi setiap harapan atau ekspektasi. Tetap realistis tentang apa yang dapat dicapai dan berikan diri kita sedikit kelonggaran jika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.
  3. Berpegang pada Anggaran: Tetapkan anggaran untuk belanja liburan dan usahakan untuk tidak melampaui batas tersebut. Keuangan yang tidak terkendali dapat menyebabkan stres tambahan setelah liburan berakhir.
  4. Berlatih Diri Sendiri: Temukan waktu untuk berlatih teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau yoga untuk mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan kita secara keseluruhan.
  5. Berbagi Tugas: Jangan ragu untuk meminta bantuan dari keluarga atau teman dalam persiapan liburan. Memiliki orang lain untuk mendukung kita dapat membuat beban terasa lebih ringan dan mengurangi tingkat stres secara keseluruhan.

Mau jadi Product Manager? Baca panduan lengkap Product Manager berikut.

Dengan mengakui tanda-tanda holiday stress dan mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasinya, kita dapat menjaga kesejahteraan kita sendiri selama musim liburan dan benar-benar menikmati momen bersama keluarga dan teman-teman.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan