Mengetahui Cara Rename File Linux dengan Perintah MV dan Rename

Dalam lingkungan Linux, sering kali kita perlu untuk mengubah nama file atau direktori. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa perintah bawaan sistem, seperti mv dan rename. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang cara menggunakan kedua perintah tersebut untuk melakukan renaming file di Linux.

1. Perintah mv (Move):

Perintah mv (move) adalah salah satu perintah yang paling sering digunakan di Linux, tidak hanya untuk memindahkan file, tetapi juga untuk mengubah nama file. Berikut adalah sintaks dasar dari perintah mv:

mv [nama file lama] [nama file baru]

Contoh Penggunaan:
Misalnya, kita memiliki file bernama oldfile.txt dan kita ingin mengubah namanya menjadi newfile.txt, kita dapat menggunakan perintah berikut:

mv oldfile.txt newfile.txt

Dengan menjalankan perintah di atas, nama file oldfile.txt akan berubah menjadi newfile.txt.

2. Perintah rename:

Perintah rename digunakan untuk mengganti sebagian nama file sesuai dengan pola tertentu. Sintaks dasar dari perintah rename adalah sebagai berikut:

rename 's/pola_lama/pola_baru/' [file atau pola]

Perlu diperhatikan bahwa sintaks di atas menggunakan ekspresi reguler (regular expression) untuk mengganti nama file.

Contoh Penggunaan:
Misalnya, kita memiliki beberapa file dengan nama file1.txt, file2.txt, file3.txt, dan kita ingin menambahkan awalan new_ pada semua nama file tersebut, kita dapat menggunakan perintah berikut:

rename 's/^/new_/' file*.txt

Dalam contoh di atas, ekspresi reguler ^ digunakan untuk menunjukkan awal dari nama file. Dengan menjalankan perintah tersebut, semua nama file yang sesuai pola file*.txt akan diubah dengan menambahkan awalan new_.

Kesimpulan:

Ketika kita perlu mengubah nama file di Linux, kita dapat menggunakan perintah bawaan sistem seperti mv dan rename. Perintah mv digunakan untuk mengubah nama file secara langsung, sedangkan rename dapat digunakan untuk mengganti nama file sesuai pola tertentu dengan menggunakan ekspresi reguler.

Dengan memahami cara kerja kedua perintah tersebut, kita dapat dengan mudah mengelola nama file di sistem Linux sesuai kebutuhan kita. Namun, perlu diingat untuk selalu berhati-hati saat melakukan operasi renaming file, terutama saat menggunakan ekspresi reguler dengan perintah rename, agar tidak mengakibatkan kerusakan atau kehilangan file yang tidak diinginkan.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di https://myskill.id/.

Tinggalkan Balasan