Pahami Dulu Hal Ini Sebelum Membuat Portofolio UX Writer!

Portofolio UX Writer adalah alat penting bagi seorang penulis pengalaman pengguna (UX Writer) untuk menampilkan kemampuan dan karya mereka kepada calon klien atau majikan. Namun, sebelum kita membuat portofolio, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami.
Dalam artikel ini, kita akan membahas hal yang harus dipahami sebelum membuat portofolio UX Writer, beserta tips dan solusi jika belum memiliki proyek yang dapat ditampilkan. Yuk simak.

1. Pahami Peran dan Tanggung Jawab UX Writer

Sebelum membuat portofolio, penting untuk memahami peran dan tanggung jawab seorang UX Writer. Seorang UX Writer bertanggung jawab untuk menulis teks dan konten yang mendukung pengalaman pengguna yang intuitif dan efisien dalam aplikasi atau situs web. Mereka bekerja sama dengan desainer dan pengembang untuk memastikan konsistensi pesan dan gaya di seluruh platform.

2. Tentukan Gaya dan Pendekatan

Setiap UX Writer memiliki gaya dan pendekatan yang unik dalam menulis konten. Sebelum membuat portofolio, tentukan gaya dan pendekatan kita dalam menulis, apakah kita lebih condong kepada gaya formal, santai, atau humoris. Ini akan membantu kita memilih dan menampilkan karya-karya yang sesuai dengan gaya dan pendekatan kita.

3. Kumpulkan dan Seleksi Karya Terbaik

Setelah kita memiliki pemahaman yang jelas tentang peran dan gaya kita sebagai UX Writer, mulailah mengumpulkan dan menyortir karya-karya terbaik kita. Pilih karya-karya yang menonjol dan mewakili kemampuan dan gaya kita dengan baik. Ini bisa berupa teks untuk aplikasi, situs web, atau produk digital lainnya.

4. Gunakan Studi Kasus atau Contoh Proyek

Jika kita telah bekerja pada proyek-proyek sebelumnya, gunakan studi kasus atau contoh proyek untuk menjelaskan proses dan pemikiran di balik pekerjaan kita. Jelaskan tantangan yang dihadapi, solusi yang diusulkan, dan hasil yang dicapai dengan jelas dan terperinci.

5. Solusi Jika Belum Memiliki Proyek

Jika kita belum memiliki proyek yang dapat ditampilkan dalam portofolio, ada beberapa solusi yang dapat kita pertimbangkan:

  • Proyek Pribadi: Mulailah proyek pribadi untuk menciptakan konten untuk aplikasi atau situs web fiktif. Ini memungkinkan kita untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam menulis konten UX.
  • Freelance atau Proyek Sementara: Terapkan untuk pekerjaan freelance atau proyek sementara sebagai UX Writer. Ini tidak hanya memberi kita pengalaman praktis, tetapi juga dapat menjadi bagian dari portofolio kita di masa depan.
  • Partisipasi dalam Komunitas: Bergabunglah dalam komunitas UX Writer dan ikuti tantangan atau proyek kolaboratif yang ditawarkan. Ini dapat memberi kita kesempatan untuk menampilkan karya-karya dan memperluas jaringan kita dalam industri.

Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah di atas, kita dapat membuat portofolio UX Writer yang kuat dan menarik, bahkan jika kita belum memiliki banyak pengalaman atau proyek yang dapat ditampilkan. Pastikan untuk menyesuaikan portofolio dengan gaya dan pendekatan kita sebagai UX Writer, serta menjelaskan proses dan pemikiran di balik setiap karya yang kita tampilkan. Semoga berhasil dalam membangun portofolio dan mencapai kesuksesan dalam karir sebagai UX Writer. Semangat, ya!.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di https://myskill.id/.

Tinggalkan Balasan