Penuhi Non-Functional Requirements untuk Menghasilkan Produk Terbaik

Dalam pengembangan produk, sering kali fokus utama diberikan pada kebutuhan fungsional. Meskipun penting, keberhasilan suatu produk juga sangat tergantung pada pemenuhan Non-Functional Requirements (NFR). Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian NFR, indikatornya, dan bagaimana menentukan standar NFR yang dibutuhkan untuk menciptakan produk terbaik.

Pengertian Non-Functional Requirements

NFR merujuk pada aspek-aspek yang tidak terkait langsung dengan fungsionalitas produk tetapi sangat memengaruhi kinerja, keamanan, dan pengalaman pengguna. Ini mencakup berbagai elemen seperti keandalan, kinerja, keamanan, dan skalabilitas. Memahami NFR dengan baik adalah langkah awal untuk menciptakan produk yang dapat diandalkan dan memuaskan.

Indikator Non-Functional Requirements

  1. Keandalan (Reliability): Seberapa baik produk dapat berfungsi tanpa kegagalan. Indikatornya melibatkan tingkat kegagalan dan kemampuan pemulihan.
  2. Kinerja (Performance): Kaitannya dengan responsivitas produk terhadap permintaan pengguna. Ini melibatkan waktu respons, waktu muat, dan kapasitas penggunaan bersamaan.
  3. Keamanan (Security): Melibatkan perlindungan data dan sistem dari akses yang tidak sah. Keamanan mencakup enkripsi data, otentikasi pengguna, dan langkah-langkah keamanan lainnya.
  4. Skalabilitas (Scalability): Kemampuan produk untuk berkembang seiring waktu dan meningkatkan kapasitasnya. Ini penting saat jumlah pengguna atau beban kerja meningkat.
  5. Efisiensi (Efficiency): Seberapa baik sumber daya digunakan dalam pengembangan dan operasi produk. Efisiensi melibatkan pengoptimalan penggunaan CPU, memori, dan penyimpanan.

Menentukan Standar Non-Functional Requirements yang Dibutuhkan

  1. Identifikasi Kebutuhan Bisnis: Pahami tujuan bisnis produk dan tentukan kebutuhan NFR yang mendukung pencapaian tujuan tersebut.
  2. Konsultasi dengan Stakeholder: Libatkan pihak-pihak terkait, seperti pengembang, pengguna akhir, dan tim keamanan, untuk mendapatkan wawasan tentang persyaratan yang diperlukan.
  3. Perhitungan Risiko: Evaluasi risiko yang mungkin timbul jika NFR tidak terpenuhi. Prioritaskan NFR berdasarkan tingkat risiko yang terkait.
  4. Pengukuran yang Jelas: Tentukan metrik yang jelas untuk setiap NFR. Misalnya, untuk kinerja, mungkin metriknya adalah waktu respons maksimum yang diperbolehkan.
  5. Kerangka Waktu yang Realistis: Tentukan waktu yang realistis untuk mencapai setiap NFR. Pastikan untuk mempertimbangkan keterbatasan sumber daya dan kendala proyek.
  6. Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan: Setelah produk diluncurkan, terus pantau dan evaluasi NFR. Lakukan pembaruan jika diperlukan untuk memastikan produk tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

Dengan memahami, mengidentifikasi, dan memprioritaskan Non-Functional Requirements, kita dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki fungsionalitas yang baik tetapi juga memberikan pengalaman yang memuaskan dan dapat diandalkan bagi pengguna. Kombinasi yang baik antara kebutuhan fungsional dan non-fungsional akan membawa produk ke tingkat kesuksesan yang lebih tinggi.

Mari terus belajar dan kembangkan skill diĀ https://myskill.id/.

Tinggalkan Balasan