Perbedaan Uang Pisah dan Pesangon yang Wajib Diketahui

Dalam lingkup dunia kerja, terdapat beberapa istilah terkait pemutusan hubungan kerja, di antaranya adalah uang pisah dan pesangon. Meskipun keduanya berkaitan dengan pengakhiran hubungan kerja, terdapat perbedaan signifikan yang perlu kita ketahui agar dapat memahami hak dan kewajiban pekerja. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara uang pisah dan pesangon.

Uang Pisah

Uang pisah adalah kompensasi yang diberikan kepada pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja, baik itu karena alasan pribadi maupun kebijakan perusahaan. Uang pisah umumnya diberikan sebagai bentuk penghargaan terhadap masa kerja yang telah dijalani oleh pekerja. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang uang pisah:

  1. Berdasarkan Masa Kerja: Jumlah uang pisah biasanya ditentukan berdasarkan masa kerja pekerja di perusahaan. Semakin lama masa kerja, semakin besar jumlah uang pisah yang diterima.
  2. Tidak Berkaitan dengan Kinerja: Uang pisah tidak terkait dengan kinerja pekerja. Meskipun pekerja mungkin dipecat karena alasan tertentu, jumlah uang pisahnya tidak dipengaruhi oleh evaluasi kinerja.
  3. Pemberian Sukarela: Beberapa perusahaan memberikan uang pisah sebagai kebijakan internal, bukan sebagai kewajiban hukum. Oleh karena itu, tidak semua pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja akan menerima uang pisah.

Pesangon

Pesangon, di sisi lain, adalah pembayaran yang wajib diberikan oleh perusahaan kepada pekerja yang dipecat atau mengalami pemutusan hubungan kerja karena alasan tertentu, seperti restrukturisasi perusahaan atau likuidasi. Berbeda dengan uang pisah, pesangon memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya:

  1. Kewajiban Hukum: Pembayaran pesangon merupakan kewajiban hukum perusahaan kepada pekerja yang dipecat. Hal ini diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di setiap negara.
  2. Berdasarkan Alasan Pemutusan: Pesangon diberikan tergantung pada alasan pemutusan hubungan kerja. Jumlahnya dapat bervariasi, tergantung pada undang-undang setempat dan faktor-faktor seperti masa kerja dan gaji pekerja.
  3. Perlindungan Hukum: Pekerja memiliki hak hukum untuk menerima pesangon sesuai dengan ketentuan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku. Ini memberikan perlindungan bagi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja tanpa alasan yang jelas atau sah.

Perbedaan Utama

Perbedaan utama antara uang pisah dan pesangon terletak pada sifat pembayarannya. Uang pisah bersifat sukarela dan tidak diatur oleh undang-undang, sedangkan pesangon merupakan kewajiban hukum perusahaan sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan. Selain itu, pesangon umumnya terkait dengan alasan pemutusan hubungan kerja tertentu, sementara uang pisah dapat diberikan atas dasar kebijakan internal perusahaan.

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara uang pisah dan pesangon sangat penting dalam konteks hak dan kewajiban pekerja. Sebagai pekerja, kita perlu tahu bahwa pesangon memiliki landasan hukum yang mengatur pembayarannya, sementara uang pisah bersifat lebih fleksibel dan tergantung pada kebijakan perusahaan. Dengan pemahaman ini, kita dapat mengelola hubungan kerja dengan lebih baik dan memastikan bahwa hak-hak kita terlindungi dengan baik.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di https://myskill.id/.

Tinggalkan Balasan