Probation: Masa Penting dalam Mengukur Kesesuaian Karyawan

Probation, atau masa percobaan, merupakan periode penting dalam hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan baru. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu probation, manfaatnya bagi perusahaan, hak dan kewajiban perusahaan selama masa probation, cara menilai karyawan probation, dan aturan yang berlaku saat perusahaan memutuskan hubungan kerja dengan karyawan probation.

Mau jadi HRD? Simak panduan lengkap Human Resource Development di sini.

Apa Itu Probation?

Probation adalah periode awal setelah karyawan baru mulai bekerja di perusahaan. Biasanya, masa probation memiliki durasi tertentu, misalnya 3 bulan, yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana karyawan tersebut cocok dengan pekerjaan dan lingkungan kerja perusahaan.

Manfaat Probation Bagi Perusahaan

  1. Evaluasi Kinerja Awal: Probation memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menilai kinerja karyawan secara langsung dalam lingkungan kerja sebenarnya.
  2. Mengurangi Risiko: Dengan adanya probation, perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan perekrutan karena dapat mengetahui lebih dini apakah karyawan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  3. Pengembangan Karyawan: Probation juga merupakan waktu yang tepat untuk memberikan pelatihan dan bimbingan kepada karyawan baru agar dapat berkembang lebih baik di posisi mereka.

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

Hak dan Kewajiban Perusahaan Selama Masa Probation

Selama masa probation, perusahaan memiliki hak dan kewajiban tertentu:

  1. Hak Perusahaan:
    • Memberikan umpan balik secara teratur kepada karyawan probation mengenai kinerja mereka.
    • Memutuskan apakah akan mempekerjakan karyawan tersebut secara permanen setelah masa probation berakhir.
  2. Kewajiban Perusahaan:
    • Memberikan bimbingan dan pelatihan yang diperlukan untuk membantu karyawan beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab mereka.
    • Memastikan bahwa proses evaluasi kinerja selama probation dilakukan secara objektif dan adil.

Cara Menilai Karyawan Probation

Ada beberapa metode yang dapat digunakan perusahaan untuk menilai karyawan probation:

  1. Penilaian Kinerja: Melalui evaluasi kinerja rutin untuk mengukur pencapaian target dan kompetensi karyawan.
  2. Umpan Balik: Mendengarkan masukan dan umpan balik dari rekan kerja dan atasan langsung mengenai kinerja karyawan.
  3. Pencapaian Tujuan: Memantau sejauh mana karyawan mencapai tujuan yang telah ditetapkan selama masa probation.

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

Aturan Ketika Perusahaan Memberhentikan Karyawan Probation

Jika perusahaan memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja dengan karyawan probation, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan:

  1. Pemberitahuan: Memberikan pemberitahuan yang sesuai sesuai dengan peraturan perusahaan atau hukum yang berlaku.
  2. Kompensasi: Memberikan kompensasi yang sesuai dengan ketentuan kontrak atau peraturan perusahaan terkait pemutusan hubungan kerja.
  3. Prosedur yang Adil: Memastikan bahwa prosedur pemutusan hubungan kerja dilakukan secara adil dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dengan memahami konsep probation secara mendalam, perusahaan dapat mengoptimalkan proses rekrutmen dan pengembangan karyawan untuk mencapai kinerja dan keberhasilan yang lebih baik.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan