Tahapan Siklus Hidup Produk yang Perlu Diketahui

Sebagian orang mungkin tidak familiar dengan istilah siklus hidup produk. Siklus hidup produk atau product life cycle merupakan suatu siklus yang dialami oleh setiap produk sejak diperkenalkan oleh produsen ke dalam pasar hingga akhirnya produk ditarik dari pasar. Sebagai produsen, tentunya ada beberapa tahapan siklus hidup produk yang perlu diketahui mulai dari awal kemunculan produk hingga menghilang dari pasaran. 

Siklus hidup produk dapat berlangsung secara singkat, ataupun lama dan dapat terlihat dari bermacam-macam produk, seperti makanan, barang elektronik, hingga produk digital. Dengan memahami siklus hidup produk, maka produsen dapat melihat serta merencanakan strategi yang tepat untuk memasarkan produknya. 

Ada 4 tahapan dalam siklus hidup produk yang wajib setiap produsen ketahui dan pahami. Untuk lebih jelasnya, berikut MySkill.id sudah merangkum tahapan apa saja dalam siklus hidup produk beserta penjelasannya.

1. Tahap Perkenalan (Introduction)

Tahapan Siklus Hidup Pertama: Perkenalan (Introduction)
Tahap perkenalan di mana produsen memproduksi bahan baku mentah dan mengelolanya menjadi produk yang benar-benar baru

Tahapan pertama dalam siklus hidup produk adalah tahap perkenalan. Dalam tahap ini, produsen memproduksi bahan baku mentah dan bahan setengah jadi kemudian mengelolanya menjadi suatu produk untuk memenuhi permintaan pasar.

Baca Juga: Bikin Bisnis Cepat Laku, 4 Strategi Media Sosial Ini Harus Banget Kamu Coba!

Hasil dari tahap ini benar-benar baru dan siap tersebar dalam jumlah yang besar meskipun volume penjualan belum sesuai. Biasanya, saat memasarkan produk, perlu melakukan promosi yang agresif, cenderung mengarah kepada merek penjualan, dan memiliki kualitas pemasaran yang tinggi di mata konsumen. Selain itu, proses pendistribusian serta keuntungan yang penjual peroleh juga masih rendah.

2. Tahap Pertumbuhan (Growth)

Tahapan pertumbuhan
Tahap pertumbuhan di mana menjadi penentu apakah produk mengalami perkembangan atau sebaliknya

Tahapan kedua dalam siklus hidup produk adalah tahap pertumbuhan. Tahapan ini memiliki peran penting dalam menentukan apakah suatu produk mengalami perkembangan atau tidak. 

Jika suatu produk mengalami perkembangan dan peminatnya semakin banyak, maka dalam tahap ini penjualan dan penghasilan akan meningkat sehingga dapat memperoleh keuntungan. Namun, jika produk tidak mengalami kemajuan akibat persaingan produksi lainnya, maka perlu membuat strategi yang tepat untuk menanganinya. Salah satu strategi yang bisa kamu lakukan adalah dengan menurunkan harga jual produk. 

3. Tahap Kedewasaan (Maturity Process)

Tahap  Siklus Hidup Produk Ketiga: Kedewasaan
Tahap kedewasaan di mana produsen dan semua orang yang terlibat dapat melihat penjualan mengalami peningkatan

Tahapan ketiga adalah tahap kedewasaan. Dalam tahap ini, produsen serta semua pihak yang terlibat dapat melihat penjualan telah meningkat dari sebelumnya dan ke depannya juga memiliki prospek yang sama. 

Meskipun begitu, laba produsen ataupun laba pengecer pada tahap ini mulai turun. Hal ini karena persaingan harga jual menjadi sangat ketat sehingga perlu melakukan berbagai modifikasi, meningkatkan upaya promosi, hingga memasuki segmen pasar baru.

Baca Juga: Wajib Dicoba! 5 Teknik Online Marketing Paling Efektif untuk Bisnis

4. Tahap Kemunduran (Decline) Menjadi Akhir Tahapan Siklus Hidup Produk

Tahap kemunduran
Tahap kemunduran dimana siklus hidup produk mengalami penurunan agresivitas

Pada tahap ini, setiap siklus hidup produk akan mengalami penurunan agresivitas sehingga perlu mengembangkan produk baru yang ramai peminat.

Biasanya, tahapan ini menjadi penentu dalam mengambil langkah untuk mengganti produk yang sudah lama atau yang telah ketinggalan zaman. Kendati sebenarnya jumlah pesaing mulai berkurang, tentunya akan ada masalah lain, seperti permintaan produksi dan minat konsumen yang berkurang. 

Untuk meminimalisir kemunduran yang terlalu besar pada suatu produk, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan. Misalnya, menggencarkan promosi untuk mempertahankan pelanggan setia dan menurunkan harga jual untuk menjaga daya saing. 

Seperti penjelasan sebelumnya, tahapan siklus hidup produk juga berlaku pada produk digital. Untuk itu, penting bagi suatu produk digital untuk terus berinovasi. Baik dengan menghadirkan solusi yang lebih baik ataupun menyasar segmentasi pasar baru. Hal ini bisa kamu pelajari lebih lanjut di kelas Mengenal Manajemen Siklus Produk Digital

Dalam kelas ini, kamu akan mempelajari mengenai konsep dan fungsi dari Product Life-cycle Management dan mengenal Minimum Viable Product. Kamu juga akan belajar memahami tahapan pertumbuhan produk, membangun diversifikasi produk, dan pivot pada produk digital. Semua materinya dapat kamu akses secara lengkap di MySkill.id. Kamu juga akan memperoleh sertifikat di akhir kelas. Jadi, jangan sampai ketinggalan, ya!

Editor: Diah Ayu Chairani