What Every Body is Saying: An Ex-FBI Agent’s Guide to Speed-Reading People

Judul Buku: What Every Body is Saying: An Ex-FBI Agent’s Guide to Speed-Reading People

Nama Penulis: Joe Navarro

Nama Penerbit: HarperCollins Publishers

Tahun Penerbitan: 2008

“What Every Body is Saying: An Ex-FBI Agent’s Guide to Speed-Reading People” yang ditulis oleh Joe Navarro merupakan panduan yang luar biasa untuk membantu kita membaca orang lain dengan cepat melalui bahasa tubuh mereka. Navarro, seorang mantan agen FBI yang berpengalaman dalam komunikasi nonverbal, membagikan wawasannya tentang cara mengamati dan menginterpretasikan bahasa tubuh seseorang untuk memahami pikiran dan emosi mereka.

Dalam buku ini, Navarro memberikan insight tentang berbagai aspek bahasa tubuh, seperti gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan gestur tangan, dan menjelaskan makna di balik setiap tindakan tersebut. Ia mengajarkan teknik yang dapat kita gunakan untuk mengenali tanda-tanda kejujuran, ketertarikan, ketidakjujuran, dan ketidaknyamanan melalui bahasa tubuh seseorang. Dengan mempelajari metode ini, kita dapat dengan cepat membaca orang lain dan mengetahui apa yang mereka pikirkan atau rasakan, bahkan jika mereka tidak mengatakannya secara verbal.

Buku ini juga memberikan contoh konkret dan ilustrasi yang membantu dalam memahami dan menerapkan konsep-konsep yang diajarkan. Navarro menggunakan pengalamannya dalam bertugas di FBI serta penelitian ilmiah untuk mendukung informasi yang disampaikan dalam buku ini. Ia juga memberikan tips praktis tentang bagaimana kita dapat menggunakan wawasan ini dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam pertemuan bisnis, interaksi sosial, dan negosiasi.

Dengan “What Every Body is Saying: An Ex-FBI Agent’s Guide to Speed-Reading People,” Navarro memberikan alat yang sangat berharga bagi kita untuk mengembangkan keterampilan membaca bahasa tubuh yang tajam. Buku ini akan bermanfaat bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal, memahami orang lain dengan lebih baik, dan meraih keunggulan dalam berbagai situasi kehidupan.

Key Summary:

  1. Kita dapat memperhatikan postur tubuh seseorang untuk mendapatkan petunjuk tentang perasaan dan kepercayaan diri mereka. Sikap tegak menunjukkan kepastian diri, sementara sikap terkulai atau tertekuk dapat mengindikasikan ketidaknyamanan atau kurangnya keyakinan.
  2. Gerakan tangan yang dominan dan terarah menandakan kepercayaan diri, sedangkan gerakan tangan yang kacau atau tersembunyi dapat menunjukkan ketidakpastian atau rasa takut. Mengamati gestur tangan seseorang dapat membantu kita memperoleh wawasan tentang tingkat keyakinan mereka dalam berkomunikasi.
  3. Ekspresi wajah seseorang adalah tanda yang kuat tentang emosi yang mereka rasakan. Mengamati perubahan pada wajah, seperti kerutan dahi atau lipatan mata, dapat membantu kita mengenali kebingungan, kejutan, atau ketidaksetujuan yang mungkin mereka alami.
  4. Kedipan mata juga memberikan petunjuk penting. Kedipan mata yang cepat atau berulang-ulang dapat menunjukkan kecemasan, ketegangan, atau kecurigaan. Sementara itu, kedipan mata yang jarang atau lambat mungkin menandakan ketidakfokus atau ketidakminatan.
  5. Sikap tubuh yang melibatkan penyeberangan tangan di dada atau melindungi area vital tubuh dapat menandakan sikap defensif, ketidaksetujuan, atau penolakan terhadap apa yang sedang dibicarakan. Mengamati posisi tangan seseorang membantu kita memahami sikap mereka terhadap situasi yang sedang terjadi.
  6. Gerakan kaki yang terus-menerus, seperti menggoyangkan kaki atau mengangkat tumit, dapat menunjukkan ketidaknyamanan atau kegelisahan yang dialami seseorang. Mengamati gerakan kaki memberikan wawasan tentang tingkat kenyamanan atau keengganan mereka dalam situasi tertentu.
  7. Perubahan dalam intonasi suara seseorang juga dapat memberikan petunjuk penting. Penurunan volume suara atau kecepatan bicara yang mendadak dapat menandakan keraguan, rasa tidak percaya diri, atau bahkan ketidakjujuran.
  8. Mengamati arah pandangan seseorang juga memberikan wawasan tentang minat atau ketertarikan mereka. Jika seseorang sering kali melirik pintu atau memperhatikan hal-hal di luar, itu bisa menandakan ketidaknyamanan atau keinginan untuk pergi dari situasi tersebut.
  9. Jarak fisik antara kita dan orang lain juga penting untuk diperhatikan. Invasi terlalu dekat atau terlalu jauh dari ruang pribadi seseorang dapat membuat mereka merasa tidak nyaman atau terancam. Menghormati dan memahami batas-batas personal ini penting dalam menjaga kenyamanan dalam interaksi kita.
  10. Mengamati apakah seseorang mengikuti gerakan tubuh kita atau mencerminkan gestur kita dapat memberikan petunjuk tentang keterhubungan dan kesepahaman antara kita. Jika seseorang secara alami meniru atau menyesuaikan gerakan tubuh kita, itu bisa menandakan adanya koneksi atau persetujuan yang baik.
  11. Tidak hanya mengamati gerakan tubuh, tetapi juga mengamati perubahan pola pernapasan seseorang dapat memberikan wawasan yang berharga. Pernafasan yang dangkal atau terengah-engah dapat menunjukkan kecemasan atau stres, sedangkan pernapasan yang dalam dan teratur mengindikasikan ketenangan dan kestabilan. Memahami pola pernapasan dapat membantu kita membaca emosi yang lebih dalam dan merespons dengan lebih baik.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di https://myskill.id/