Cara Survive Kuliah di Kedokteran, Cari Tahu Di Sini!

Hai, Sobat! Selamat bagi kamu yang telah berhasil melalui berbagai rangkaian proses seleksi masuk ke Perguruan Tinggi jurusan Kedokteran! Menjadi mahasiswa kedokteran tentunya menjadi kebanggan tersendiri karena tak sedikit orang tua yang menginginkan anaknya menjadi seorang dokter. Selain itu, profesi iini dianggap mulia karena kita dapat menolong orang yang sakit menjadi sehat dan membuat yang sehat tetap sehat. Namun, banyak orang mengatakan bahwa masuk ke Fakultas Kedokteran merupakan hal yang susah, begitu juga untuk lulus dari jurusan ini.

Berdasarkan konsep dokter ideal menurut WHO, kita sebagai calon dokter di masa mendatang dituntut untuk menjadi seven star doctor, yaitu sebagai care provider, decision maker, communicator, community leader, manager, researcher, dan faithful piety.

Apakah kamu merasa bahwa banyak sekali tuntutan kita dalam menempuh perjalanan menjadi seorang dokter kelak? Tenang saja, semua itu dapat Sobat lalui dengan menerapkan beberapa cara efektif di bawah selama menjalani perkuliahan. Lantas, bagaimana cara survive kuliah di kedokteran? Yuk, simak selengkapnya!

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

Kenali Dirimu

Kamu termasuk golongan visual, auditori, ataukah kinestetik?
Kamu termasuk golongan visual, auditori, ataukah kinestetik?

Sebelum terjun ke dalam dunia perkuliahan kedokteran, Sobat sebaiknya sudah mengetahui tipe belajarmu seperti apa. Menurut Bobby De Potter, tipe belajar seseorang terbagi dalam tiga jenis, yaitu visual, auditori, dan kinestetik.

Tak hanya itu, kamu juga lebih baik mengenali kapan waktu terbaikmu untuk belajar. Di pagi hari, siang hari, ataukah di malam hari? Hal ini juga akan menentukan progress belajar kita. Bila Sobat sudah tahu best timing untuk berkonsentrasi serta mengetahui tipe belajar seperti apa, maka performa dalam memahami suatu hal akan lebih maksimal.

Tertarik jadi Data Analyst? Baca panduan lengkap Data Analysis ini.

Kerahkan Seluruh Potensimu 

Belajar dengan cara yang efektif untuk meningkatkan performa belajar selama kuliah kedokteran.
Belajar dengan cara yang efektif untuk meningkatkan performa belajar.

Sebelum Sobat belajar, lebih baik kamu makan terlebih dahulu karena bila perut telah terisi, maka otak akan mendapat nutrisi dan oksigen yang cukup. Performa belajar tentunya akan meningkat. 

Setelah hak tubuh terpenuhi, kamu bisa belajar untuk mengulas kembali materi yang telah diajarkan serta mempersiapkan kuliah esok hari. Sobat dapat menentukan step by step dalam kegiatan ini, yakni membaca materi dari dosen, textbook atau jurnal, kemudian membuat rangkuman dari poin-poin penting dalam materi tersebut.

Hal ini dapat kamu lakukan setiap hari secara konsisten, consistency is the key! Usahakan setiap hari, luangkan waktu untuk belajar karena kita sebagai calon dokter di masa depan dituntut untuk menjadi long life learner seiring dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Apakah kamu siap?

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

Tentukan Skala Prioritas

Kamu dapat menentukan skala prioritasmu selama kuliah kedokteran dengan menggunakan Eisenhower Matrix
Kamu dapat menentukan skala prioritasmu dengan menggunakan Eisenhower Matrix

Menjadi mahasiswa kedokteran tak jauh-jauh dari jadwal akademik dan nonakademik yang padat. Maka dari itu, tak sedikit dari kita yang jadi mudah kebingungan membagi waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu harus memiliki time management yang efektif, caranya dengan menentukan skala prioritas terlebih dahulu.

Sobat dapat menentukan materi belajar mana yang paling mendesak, tugas yang deadline-nya lebih singkat, dan sebagainya. Untuk mempermudah, kamu dapat membuat tabel Eisenhower Matrix. 

Membiasakan Diri Hidup Sehat 

Kita harus membiasakan hidup sehat sejak dini.
Kita harus membiasakan hidup sehat sejak dini

Menjadi calon dokter tentunya harus dapat menjaga kesehatan, baik di lingkungan sekitarnya maupun pada diri sendiri. Setelah melakukan rangkaian aktivitas yang padat, jangan lupa untuk istirahat yang cukup serta mengonsumsi makanan yang bergizi. Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, usia 18-40 tahun membutuhkan waktu istirahat 7-8 jam setiap harinya. Selain itu, setelah duduk selama berjam-jam, ada baiknya selalu sempatkan diri untuk berolahraga agar tubuh tetap sehat dan kuat.

Mau lancar Bahasa Inggris? Baca panduan lengkap bahasa Inggris, TOEFL, IETLS & Beasiswa ini.

Berdoa

Last but not least, jangan lupa untuk selalu berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Last but not least, jangan lupa untuk selalu berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Usaha-usaha tersebut tidak akan berhasil bila tidak kita iringi dengan keyakinan kepada Tuhan. Jangan lupa untuk selalu berdoa sebelum dan sesudah belajar. Hal ini sangat berguna agar seluruh materi yang kamu pelajari dapat berguna di masa mendatang, baik untuk dirimu maupun untuk orang lain.

Setelah mendapat gambaran berbagai cara untuk survive selama berkuliah di jurusan Kedokteran, Sobat tidak perlu khawatir karena sebenarnya tidaklah semenakutkan yang kamu bayangkan. Sobat hanya perlu menjalaninya dan menikmati prosesnya karena kelak proses-proses inilah yang akan membentukmu menjadi seven stars doctor. Tentunya dapat membawa dampak positif bagi masyarakat luas dengan memajukan kesehatan Indonesia dan kesehatan dunia.

Oiya, buat kamu yang ingin meningkatkan kualitas skill untuk menunjang profesi sebagai seorang dokter, Sobat bisa join MySkill.id! Di sini, kamu akan mendapatkan berbagai pelatihan yang mengembangkan keahlian dengan beragam tentor yang berpengalaman.

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Penulis: Maria Benedictin Sandhi Cahyani

Editor: Alifa Justisia

Tinggalkan Balasan