Content Writing Powerful untuk Small Business Kamu, Ini 5 Langkahnya!

Pengusaha merupakan pekerjaan yang banyak diminati oleh generasi muda. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa kesejahteraan materi seorang pengusaha biasanya lebih tinggi jika kita bandingkan dengan pekerja korporat. Namun, memulai sebuah bisnis bukanlah hal mudah. Dengan adanya hal tersebut, customer bisa mempertimbangkan untuk melakukan transaksi dengan kamu. Content writing menjadi salah satu media komunikasi antara brand dengan customer.

Selain bisa meningkatkan brand awareness, content writing dapat membangun hubungan yang kuat dengan customer. Jika sobat MySkill sedang memulai bisnis kecil, sebaiknya kamu simak 5 tips di bawah ini agar kamu bisa membuat content writing yang powerful untuk memikat calon pembelimu!

1. Tentukan Media Untuk Content Writing

content writing https://www.pexels.com/photo/person-holding-iphone-showing-social-networks-folder-607812/
Pilih platform yang sesuai dengan calon target produkmu

Ada berbagai media yang bisa digunakan untuk membuka gerai kita. Kamu bisa menggunakan website, media sosial, atau market place. Konten yang kamu buat harus menyesuaikan medianya karena tidak semua konten sesuai dengan penggunanya. Jika kamu akan menggunakan website, gunakan artikel yang mana kamu bisa menjelaskan berbagai hal secara lebih rinci di dalamnya.

Jika kamu memilih sosial media, sebaiknya fokus pada konten infografis dan caption. Infografis yang sobat MySkill buat harus singkat, padat, dan mudah dipahami serta seimbang antara konten dengan desain yang kamu gunakan. Sedangkan caption yang kita tulis sebaiknya mengandung unsur curiousity, keseriusan, solusi, dan call to action. Untuk market place, kamu harus membuat content writing berupa deskripsi produk yang menarik. Sampaikan solusi yang ditawarkan produkmu dan kelebihannya.

Baca juga: 5 Tips Sebelum Memilih Influencer yang Cocok Untuk Marketing Brand Kamu

2. Content Writing Untuk Brand Awareness

content writing https://www.pexels.com/photo/brown-framed-eyeglasses-905163/
Sampaikan pesan menarik kepada audiens tentang produk kita

Buat kontenmu etelah menentukan media dan tipe konten yang kamu rencanakan. Pada tahap ini, kamu perlu menyampaikan kepada audiens seberapa penting jenis produk yang kamu tawarkan, tetapi jangan dulu menyebut brand atau produknya. Sebagai contoh, jika ingin menjual cookies rendah kalori, buatlah konten tentang dessert secara umum, kalori makanan, pentingnya hidup sehat, hingga dampak yang terjadi dari kelebihan kalori dalam tubuh.

3. Buat Audiens Mempertimbangkan Produkmu

promotion https://www.pexels.com/photo/woman-in-black-v-neck-shirt-reading-documents-7681187/
Buat konten yang sekiranya memiliki tarik tinggi

Pada tahap ini, kita mulai membuat konten yang lebih mengarah pada produk yang kita jual. Sebagai contoh, buat konten tentang pendapat orang yang dapat mempromosikan kelebihan barang kita dari segi rasa, bahan, proses, dan sebagainya.

Baca juga: Ketahui Siklus Hidup Produk dan Contohnya! Mengapa Penting Untuk Bisnismu?

4. Yuk, Mulai Jualan!

jualan yuk https://www.pexels.com/photo/lady-standing-in-cafeteria-and-demonstrating-sign-open-6205480/
Jual produkmu dengan dua teknik, yaitu soft selling atau hard selling

Setelah brand kamu telah menarik target audiensmu, saatnya produk kita jual! Kamu bisa menggunakan teknik soft selling atau hard selling. Jika kamu memilih soft selling, jual produkmu secara tersirat agar calon pembeli aware dengan barang kita setelah membaca informasinya. Namun, jika kamu memilih hard selling, kamu bisa langsung menjual produkmu pada satu unggahan.

5. Bangun Kepercayaan dan Hubungan dengan Customer

kepercayaan customer https://www.pexels.com/photo/close-up-of-human-hand-327540/
Hubungan yang baik antara brand dengan customer sangat penting, loh!

Seiring waktu berlalu, kamu perlu meningkatkan hubunganmu dengan customer. Dalam suatu bisnis, hubungan dengan customer adalah salah satu hal penting yang harus kamu perhatikan. Pada tahap ini, kamu perlu membuat konten yang kira-kira akan target audiens sukai secara konsisten. Tarik kembali customer yang kurang aktif dengan mengirim email newsletter. Dalam hal ini, kamu perlu membuat tulisan yang singkat dan padat dengan headline menarik serta konten penawaran untuk customer.

Baca juga: Minat Kerja Sebagai UX Writer? Pahami Dulu Perbedaannya dengan Copywriter!

Sebuah tulisan bisa memiliki kekuatan untuk menarik perhatian seseorang, loh, guys! Maka dari itu, kamu bisa memanfaatkan content writing sebagai media komunikasi antara brand kamu dengan target audiensmu. 5 langkah di atas bisa kamu terapkan untuk membuat content powerful jika kamu sedang mengembangkan small business. Btw, kamu juga bisa terus meningkatkan skill terkait pemasaran melalui kelas content writing, loh! Bagian mana yang paling sulit saat mengembangkan bisnis menurut kamu?

Penulis: Salsabila Dwi Andani

Editor: Alifa Justisia