Tipografi Punya 6 Elemen, Graphic Designer Wajib Tahu Ini!

Typography atau tipografi adalah sebuah seni menata huruf dan teks. Hal tersebut merupakan aspek dasar di dalam desain grafis. Keberadaannya memiliki peran krusial pada struktur desain, sebab typography mampu menyeimbangkan antara bentuk visual dan isi konten. Melalui perannya, audiens dapat menangkap maknanya.

Aspek dasar dalam desain grafis ini memiliki beberapa fungsi, antara lain untuk menarik perhatian audiens, mengelompokkan teks, serta memberikan karakteristik desain. Selain itu, tipografi memiliki kekuatan untuk membangun brand awareness pada sebuah produk. 

Berdasarkan fungsinya di atas, typography tampak begitu penting bagi desain grafis. Jika Sobat MySkill ingin menjadi graphic designer, mengetahui fungsinya saja tidak akan cukup. Akan tetapi, kamu juga perlu mengenalnya lebih jauh, khususnya mengenai elemen-elemen di dalamnya. Berikut adalah elemen tipografi yang perlu kamu ketahui!

1. Spacing dalam Tipografi

Tipografi berfungsi untuk mengatur spasi atau jarak antar kata, sehingga konten akan lebih rapi
Mengatur jarak teks berfungsi agar audiens mudah membaca isi konten

Spasi dapat mengatur komposisi sebuah huruf maupun teks, supaya struktur teks terlihat seimbang dan rapi. Hal tersebut tentunya juga bisa memberi kenyamanan untuk pembaca saat mencerna informasi sebuah konten. Oleh karena itu, spasi adalah hal yang perlu kamu perhatikan saat memasukkan tipografi ke desain. 

Terdapat 3 jenis spasi, pertama adalah leading yang berfungsi  mengatur jarak antar baris pada teks. Kedua, ada tracking, berfungsi untuk menata jarak antar huruf pada sebuah kata dalam satu kesatuan. Kemudian, terakhir ada kerning yang berguna untuk mengatur jarak tiap huruf. Misal kamu ingin memberi jarak 2 huruf pertama dengan 3 huruf di belakangnya, maka bisa menggunakan kerning.

2. Color Contrast

Elemen ini berfungsi untuk mengatur kontras warna di dalam sebuah konten
Color Contrast merupakan salah satu elemen dalam tipografi

Memberikan kontras warna akan membuat design menjadi menarik. Menggunakan elemen color contrast ini dapat menangkap perhatian orang-orang. Namun, kontras bukan berarti hanya sekadar menggunakan dua jenis warna yang sangat berbeda. Hanya karena dua warna terlihat sangat berbeda, bukan berarti keduanya dapat menjadi perpaduan kontras yang baik. 

Jika kamu perhatikan, kebanyakan desain social media ataupun website dengan background putih tidak menggunakan teks berwarna hitam pekat. Mereka biasanya menggunakan warna abu-abu tua. 

3. Alignment Tipografi

Alignment dalam tipografi akan berperan dalam mengatur posisi teks
Pengaturan alignment bertujuan untuk merapihkan unsur konten

Selanjutnya, terdapat alignment untuk mengatur baris teks. Kamu bisa memilih ingin mengatur posisi teks rata ke kanan (right), kiri (left), tengah (center), atau rata kanan-kiri (justify). Melalui alignment setiap partikel pada design akan terlihat lebih rapi dan terorganisasi. Di samping itu, alignment dapat kamu terapkan pada teks untuk seluruh paragraf maupun hanya satu kata saja. Bahkan, gambar atau animasi bisa kamu atur dengan alignment

4. Font dan Size

Font dan size yang akan memengaruhi tingkat keterbacaan sebuah teks
Font dan size sangat berpengaruh pada tipografi

Mengatur font dan size menjadi elemen penting dalam tipografi, karena hal ini memengaruhi tingkat keterbacaan teks. Selain itu, melaluinya seorang desainer mampu memberi karakter pada karyanya. Desain menjadi harmonis jika terdapat keselarasan antara font, ukuran, warna, dengan isi konten. Font dan size ini juga harus sesuai dengan target audiensmu. Sebab font dan size merupakan salah satu aspek yang mampu menarik perhatian pembaca. 

Baca juga: Tipografi dalam Desain Grafis: Ketahui Pengertian dan Fungsinya

5. Hierarchy

Tipografi juga dapat mengatur heading, subheading, dan body text.
Font, typeface, dan warna bisa berguna dalam pengelompokan hirarki

Elemen tipografi selanjutnya adalah hirarki. Penggunaan hirarki membantumu dalam mengorganisasi sebuah desain dengan cara mengelompokkannya berdasarkan fungsinya. Contohnya seperti heading, subheading, dan body text. Hal ini dapat memudahkan audiens dalam mengidentifikasi informasi apa yang sedang mereka baca. 

Melaluinya, desainer juga dapat menentukan tulisan mana yang ingin pertama di-notice oleh pembaca. Biasanya hirarki ini ditunjukkan dengan perbedaan ukuran. Namun, sebenarnya pengelompokkan teks ini bisa kamu lakukan dengan penggunaan font, typeface, warna, dan tata letak yang berbeda.

Baca juga: Social Media Marketing, Kenali Definisinya Hingga Skill yang Dibutuhkan 

6. White Space

White space adalah ruang kosong yang akan memberi jarak pada setiap teks, objek, maupun animasi di dalam sebuah desain
White space diperlukan pada tipografi guna memperjelas komposisi

Di dalam tipografi, white space adalah ruang kosong yang memberi jarak pada tiap teks, objek, dan animasi dalam suatu design. Ruang kosong ini memberikan keseimbangan dan memperjelas komposisi text.

Jika tidak ada ruang kosong, jarak antar unsur dalam suatu desain akan terlalu dekat. Hal tersebut akan membuat komposisi design terlihat terlalu penuh. Di samping itu, nantinya konten akan sulit terbaca oleh audiens. 

Itu dia 6 elemen tipografi yang perlu kamu ketahui! Melalui pembahasan di atas, Sobat MySkill juga jadi tau bahwa typography merupakan aspek penting pada graphic design. Jika ingin mempelajari lebih lanjut mengenai bidang tersebut, kamu bisa mengikuti berbagai kelas desain grafis dari MySkill.id. Tunggu apa lagi? Yuk, segera daftarkan diri kamu!

Baca juga: Prinsip-Prinsip Dasar Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui!

Editor: Wida Kurniasih