Perbedaan Perusahaan Startup dan Corporate

Setiap orang tentunya memiliki ketentuan tersendiri dalam memilih pekerjaan dan perusahaan impian. Startup dan corporate salah satunya, merupakan perusahaan yang paling ramai dicari oleh para job seeker. Keduanya ibarat dua mata koin yang dekat namun tampil dengan coraknya tersendiri. 

Startup dan corporate tentu memiliki budaya kerjanya masing-masing dengan batas-batas yang telah ditetapkan. Serupa namun tidak selalu sama, barangkali inilah kalimat yang patut kita sematkan pada keduanya. Untuk itu, mari kenali empat perbedaan perusahaan startup dan corporate yang dapat merubah perspektif kita bahwasanya keduanya tidaklah serupa seperti yang kita duga.

1. Jenis Perusahaan

Perusahaan startup dan corporate? Tentu beda
Startup dan corporate? Tentu beda

Startup umumnya masuk pada kategori perusahaan yang terbilang baru dalam kemunculannya. Mereka merupakan perusahaan muda dalam tahap perintisan dan tengah berupaya menemukan strategi paling tepat untuk mendorong perkembangan, baik secara sumber daya maupun produk.

Awamnya, para muda mudi yang terkenal akan ide out of the box merupakan mereka yang ada di balik layar perusahaan startup. Berada di bawah kendali milenial secara tidak langsung membuat citra diri sebuah startup lekat dengan kemajuan digital juga teknologi.

Lain halnya dengan startup, corporate merupakan perusahaan besar dengan struktur kepemimpinan yang hirarki. Terdapat sekat pemisah antara satu sama lain, sehingga secara tidak langsung menjadikan perusahaan ini bersifat sangat formal. Tergolong sebagai jenis perusahaan dengan skala yang besar tentu membuat corporate jauh lebih matang dan stabil dibandingkan dengan startup yang usianya belia.

Kemampuan bertahan dalam arus perkembangan serta cakapnya sumber daya yang terdapat pada perusahaan merupakan segelintir dari sekian banyak tolak ukur dalam melihat seberapa besar sebuah corporate.

2. Jam Kerja

Fleksibel vs Terjadwal
Fleksibel VS Terjadwal

Berkaca pada jam kerja yang dimiliki oleh startup dan corporate, kata fleksibel dan terjadwal merupakan dua hal yang menjembatani keduanya. Perusahaan berbasis startup tidak terpatok dengan jam kerja yang monoton. Kebanyakan dari mereka memiliki jam kerja yang lebih fleksibel daripada corporate.

Hal ini karena perusahaan startup lebih terpaku terhadap goals yang menjadi target utama dalam kinerjanya. Akibatnya, para pekerjanya tidak selalu berkejaran dengan waktu. Berbeda dengan corporate yang lebih terstruktur dalam segala aspek, jam kerja merupakan salah satu elemen yang akan menjadi pertimbangan.

Corporate sendiri terkenal dengan pola rush hour mereka yang disebut sebagai nine to five, atau dengan kata lain pekerjaan dimulai dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Namun, tidak menutup kemungkinan ada corporate yang memulai jam kerja mereka lebih pagi.

Baca Juga: Awas Termakan Mitos! Ini Fakta Bekerja di Startup

3. Gedung Perusahaan

Tempat kerja juga menjadi sinyal pembeda antara kedua perusahaan
Tempat kerja juga menjadi sinyal pembeda antara keduanya

Latar tempat sebuah pekerjaan berlangsung juga dapat memberikan gambaran, perusahaan semacam apa yang tengah berjalan. Kita mengenal konsep co-working space dalam kancah startup. Co-working space membuat para pekerja lebih mudah untuk bekerja dimana saja serta dengan siapa saja tanpa terbatas karena semuanya menghuni sebuah ruang kerja yang sama.

Penggunaan co-working space yang ada di kalangan startup ini membuka peluang komunikasi yang lebih besar bagi sesama pekerja, serta mampu menstimulasi pembangunan relasi yang baik antara mereka. 

Sedangkan pada corporate, gedung-gedung besar yang menjulang mendominasi tempat kerja, serta di dalamnya terdapat penyekatan pada setiap ruang kerja. Hal ini kemudian berimbas pada terbatasnya komunikasi para pekerja akibat struktur corporate yang hirarki. Jadi, tidak heran apabila para pekerja corporate lebih bersikap individualis.

4. Kisaran Pendapatan

Stabilitas insentif para pekerja startup dan corporate
Stabilitas insentif para pekerja startup dan corporate

Payday atau gajian merupakan penantian yang paling membahagiakan setelah satu bulan berkutat dengan ragam pekerjaan. Hal ini juga yang dapat menjadi pembanding antara startup dan corporate. Sebagai perusahaan muda yang sedang dalam tahap pengembangan, startup biasanya tidak memiliki range yang pasti dalam pemberian insentif.

Ada banyak pertimbangan di dalamnya, salah satunya adalah belum tercapai kestabilan dalam keuangan. Meski begitu, sekurang-kurangnya kisaran pendapatan untuk pekerja startup akan menyesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMR).

Sedangkan pada corporate, kisaran pendapatan pekerja merupakan hal yang pasti. Stabilitas keuangan milik mereka tentu memberikan jaminan lebih terhadap setiap pekerja. Belum lagi pekerja yang bersedia mengambil tugas di luar jam operasional perusahaan (lembur) akan mendapatkan insentif tambahan. Untuk kisarannya sendiri tergantung pada posisi pekerja yang bersangkutan. Dengan kata lain, semakin baik posisinya maka insentif yang diterima akan lebih dari cukup.

Itu dia empat acuan dalam mengenali startup dan corporate agar tidak terkecoh lagi di kemudian hari, sobat Myskill.id. Terlepas dari itu semua, startup dan corporate memiliki kelebihan serta kekurangan tersendiri yang bisa kita jadikan pertimbangan sebelum memilih akan menekuni jenis perusahaan yang mana. Tertarik untuk mencoba? Tinggalkan jawabanmu di kolom komentar, ya.

Editor: Agnes Zefanya Yonatan

Baca Juga: Wajib Tahu! 5 Hal Sepele yang Mempengaruhi Karier