Budaya Kerja Startup yang Perlu di Pahami

Dewasa ini, bekerja di startup telah menjadi impian sebagian besar generasi Z. Banyak sekali mahasiswa tingkat akhir atau bahkan seorang fresh graduate yang mencoba peruntungan untuk magang dan bekerja di perusahaan startup. Penguasaan informasi dan teknologi yang baik oleh generasi Z dianggap sejalan dengan budaya kerja startup dan nilai dari perusahaan modern ini.

Wajar saja jika bekerja di perusahaan startup menjadi primadona, itu semua karena anggapan bahwa bekerja di sana lebih fleksibel dan terlihat menantang. Lalu, apakah pemikiran tersebut sesuai dengan kenyataannya? Simak penjelasan berikut ini mengenai budaya kerja startup.

1. Lingkungan yang Dinamis ala Budaya Kerja Startup

Dinamisnya budaya kerja startup
Menciptakan lingkungan yang dinamis tentunya membutuhkan usaha lebih

Lingkungan kerja yang dinamis memiliki makna lingkungan yang banyak terjadi perubahan, dan hal itu wajar. Bukan tidak mungkin terjadi perombakan keputusan karena target yang berubah saat menjalankan strategi perusahaan startup

Budaya kerja di startup yang seperti ini mungkin bagi sebagian orang yang menyukai aturan pasti akan memberatkan. Tapi, jangan menjadikannya beban, ya, selama kita bisa saling mengerti keadaan satu sama lain antar pekerja, menjalin komunikasi yang efektif, dan membiasakan diri untuk selalu kompak dengan tim, akan menciptakan lingkungan kerja dinamis yang menyenangkan.

2. Kerja Tim yang Solid

tim yang solid mencerminkan budaya kerja startup yang baik
Menciptakan lingkungan yang dinamis tentunya membutuhkan usaha lebih

Dalam sebuah perusahaan, kita memiliki kewajiban untuk menjalin kerja sama yang baik dengan teman satu divisi. Pada perusahaan startup pun begitu, bahkan hubungan antar individunya cenderung lebih akrab karena tidak berfokus pada struktur dan standardisasi.

Semuanya membaur menjadi satu tanpa adanya senioritas yang kaku. Kita bahkan bisa bertanya dengan leluasa kepada pekerja lain yang lebih senior dengan lebih santai, namun yang pasti tetap sopan nih, sahabat MySkill.id.

3. Budaya Kerja Startup yang Cepat dan Efektif

Rutinitas budaya kerja startup sangat efektif
Ketika sudah menjadi rutinitas, bekerja cepat dan efektif akan menjadi lebih mudah

Baca juga: “Bakar Uang Startup”, Untung atau Buntung?

Semua hal yang menyangkut startup pasti berjalan dengan cepat dan terus bergerak menyesuaikan pasar. Ini merupakan pengaruh dari target yang ingin perusahaan capai. Namanya saja perusahaan yang baru dirintis, nih, sahabat MySkill.id, jadinya banyak sekali bongkar-pasang elemen.

Bekerja secara efektif pada perusahaan startup artinya kita harus bisa mengatur waktu dengan baik, membuat daftar skala prioritas, dan menjaga komunikasi dengan partner kerja sehingga tidak membuat pekerjaan yang seharusnya selesai dengan cepat menjadi sedikit tertunda. Dengan begitu, kita bisa dengan mudah mengelola stress.

4. Mudah Mengutarakan Pendapat

Startup sangat menghargai pendapat dan ide baru
Penting untuk mengutarakan pendapat pada forum rapat agar hasil yang diinginkan maksimal

Perusahaan modern yang baru atau rintisan ini memiliki jumlah pekerja yang belum begitu banyak, sehingga saat sedang rapat atau ada pertemuan akan lebih mudah untuk kita mengutarakan pendapat. Kesempatan para pekerja untuk mengutarakan pendapat dapat menjadi manfaat yang baik.

Selain itu, mengutarakan pendapat bisa melatih kita untuk berpikir kreatif dan mengasah kemampuan komunikasi sekaligus berbisnis kelak, karena pada prosesnya akan terjadi diskusi yang nantinya akan menelurkan keputusan akhir.

5. Fleksibel dalam Hal Waktu

Jadwal startup biasanya fleksibel
Fleksibel dalam hal waktu bisa menjadi kelebihan dan kekurangan

Bekerja di startup identik dengan budaya kerja yang fleksibel, apabila kita bisa menyelesaikan target sebelum batas waktu yang sudah perusahaan tetapkan, kita akan memiliki lebih banyak waktu luang. Itu semua juga tergantung dari bidang perusahaan startup tempat kita bekerja.

Lebih lanjut, kita bisa saja mengerjakan tugas-tugas tidak pada jam kerja selama menyanggupinya dan ketika memang diminta secara khusus oleh atasan atau teman satu tim untuk mengerjakan sebuah project karena suatu hal yang mendesak dan harus selesai saat itu juga.

6. Pakaian Cenderung Bebas

Di startup, kita biasanya bebas memilih outfit
Bekerja menggunakan busana santai atau kasual bukan berarti tidak profesional

Apa yang terlintas dalam benak sahabat MySkill.id saat bekerja di lingkungan startup? Menggunakan dresscode yang santai, kasual, dan tidak menggunakan kemeja lengkap dengan dasinya, bukan? Well, kalau memang begitu, sangat cocok sekali dengan anak muda yang mendambakan kebebasan berekspresi terkait pakaian.

Biasanya, perusahaan ini memang tidak memberikan batasan kepada para pekerjanya untuk style berpakaian, asalkan rapi dan sopan. Namun, perlu diingat, tidak semua perusahaan startup memberikan kebebasan itu, ya.

Nah, itu tadi penjabaran mengenai beberapa budaya kerja di startup, nih, sahabat MySkill.id. Gimana? Apakah kalian menjadi lebih bersemangat untuk meraih impian berkerja di perusahaan startup? Atau malah memilih mundur? Tulis jawaban kalian di kolom komentar, ya!

Editor: Theodora Beatrice Suryateja