Haruskah Anak Magang Dibayar? Yuk, Simak Alasannya!

2 min read

Polemik terkait paid internship dan unpaid internship merupakan topik perbincangan yang menarik. Secara definisi paid internship berarti kegiatan magang yang dibayar, sedangkan unpaid internship merupakan kegiatan magang yang tidak berbayar. Magang adalah salah satu cara bagi mereka yang ingin memperoleh pengalaman kerja secara nyata dengan tujuan menguasai suatu keterampilan atau keahlian. Beberapa perguruan tinggi bahkan menjadikan magang sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswanya. 

Di Indonesia sendiri terdapat perdebatan haruskah perusahaan membayar anak magang atau tidak. Faktanya banyak perusahaan yang membuka lowongan unpaid internship dengan menawarkan benefit lain seperti pengalaman, relasi, dan sertifikat. Apabila fokus terhadap tujuan utama magang yaitu mencari pengalaman, maka baik unpaid internship maupun paid internship dapat memberikan pengalaman tersebut. Meski demikian, seringkali ada anggapan mengenai unpaid internship adalah trik perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja secara gratis. Oleh karena itu, sebagian masyarakat merasa bahwa paid internship lebih baik daripada unpaid internship dengan adanya tambahan benefit berupa uang saku. Artikel ini akan membahas 3 hal yang dapat menjadi alasan mengapa paid internship lebih baik daripada unpaid internship atau alasan haruskah anak magang dibayar oleh perusahaan, yaitu:

1. Mendapat Uang Saku adalah Hak Pemagang

Memperoleh uang saku merupakan hak anak magang
Memperoleh uang saku merupakan hak anak magang

Hak-hak pemagang secara jelas terdapat dalam Pasal 13 Ayat 1 Permenaker No. 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri. Salah satu hak peserta magang adalah memperoleh uang saku. Di mana selanjutnya menjelaskan di Pasal 13 Ayat 2 bahwa uang saku tersebut meliputi biaya transportasi, uang makan, serta insentif peserta magang. Hak pemagang merupakan sesuatu yang harus dan wajib untuk mereka peroleh selama menjadi peserta magang. Hak pemagang ada dalam lingkungan hukum. Maka dari itu, apabila perusahaan tidak mampu memenuhi hak memperoleh uang saku serta hak-hak lainnya maka tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum. 

Baca Juga: Gak Nganggur Lagi! Intip 5 Kiat Sukses Interview Kerja Ini

2. Bentuk Apreasiasi Perusahaan kepada Pemagang

Apresiasi kepada pemagang oleh pihak perusahaan
Apresiasi kepada pemagang oleh pihak perusahaan

Perusahaan atau tempat magang pasti akan melibatkan peserta magang dalam kegiatan-kegiatan yang ada dan seringkali peserta magang juga memiliki suatu jobdecs tertentu untuk mereka selesaikan. Tentu saja hal ini dapat menambah pengalaman dan meningkatkan keterampilan/skill dari peserta magang yang mana memang merupakan tujuan utama dari kegiatan magang. 

Pengalaman memanglah hal berharga dalam kegiatan magang. Namun demikian, magang dibayar dengan pengalaman dan uang saku jauh lebih baik ketimbang magang hanya dengan pengalaman saja. Upah peserta magang bukan hanya sebagai bentuk pemenuhan hak, namun juga suatu apresiasi perusahaan atas dedikasi peserta magang terhadap perusahaan. 

3. Bagian dari Penerapan Etika dan Moral

Bertanggung jawab atas kesejahteraan tenaga kerja merupakan penerapan etika dalam perusahaan
Bertanggung jawab atas kesejahteraan tenaga kerja merupakan penerapan etika dalam perusahaan

Seringkali kita mendengar bahwa dalam dunia kerja kita harus tetap menerapkan prinsip dan etika dalam mencapai tujuan perusahaan. Tenaga kerja memiliki tanggung jawab untuk bekerja keras dalam mencapai target perusahaan. Meski begitu, perusahaan juga memiliki etika untuk selalu menjaga, merawat, serta bertanggung jawab terhadap para pekerjanya tidak terkecuali dengan peserta magang. 

Memberikan gaji, upah, uang saku, insentif, atau apapun itu sebutannya kepada pemagang, berarti menunjukkan bahwa perusahaan telah bertanggung jawab atas kesejahteraan tenaga kerjanya. Hal tersebut merupakan bentuk dari penerapan etika dan moral dalam lingkungan kerja. Oleh karena itu, magang berbayar atau paid internship mempunyai presepsi lebih beretika, adil, dan manusiawi daripada magang tanpa imbalan sepeserpun.   

Nah, itu adalah 3 hal yang dapat menjadi alasan mengapa perusahaan seharusnya membayar peserta magang. Namun, pertanyaan haruskah anak magang dibayar atau tidak memang masih memiliki dua persepsi jawaban yang berbeda. Sebagian masih meyakini bahwa unpaid internship atau magang tanpa berbayar masih wajar asalkan tugas atau jobdesc yang ada juga masih wajar. Tidak dapat kita pungkiri bahwa mahasiswa dan perusahaan memang saling membutuhkan sehingga sudah sewajarnya membentuk hubungan mutualisme. 

Buat kamu yang ingin meningkatkan kualitas skill dan CV untuk menunjang karir, yuk join MySkill.id! Disini, kami menyediakan berbagai pelatihan upskilling via e-learning dan bootcamp yang bisa kamu ikuti dengan berbagai praktisi dan cara yang menyenangkan.

Penulis: Rahadatul ‘Aisy

Editor: Dinan Fuzianti

Baca Juga: 5 Tips ini Bantu Mengatasi Hustle Culture yang Bikin Burn Out!