Bursa Efek Indonesia: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

2 min read

Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan salah satu perusahaan yang sangat familier bagi kalangan investor. Terlebih, jumlah masyarakat melek investasi di Indonesia yang terus meningkat membuat masyarakat semakin akrab dengan kehadiran perusahaan efek.

Nah, bagi kamu yang masih merasa asing dengan apa itu investasi maupun bursa efek, yuk, simak penjelasan lengkap mengenai pengertian, fungsi, dan cara kerja Bursa Efek Indonesia berikut ini!

1. Pengertian Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia
Pengertian Bursa Efek Indonesia

Secara umum, bursa efek merupakan bentukan dari kata “bursa” dan “efek”. Bursa berarti tempat jual beli, sedangkan efek memiliki makna surat-surat berharga yang bisa diperdagangkan.

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, bursa efek merupakan pusat perdagangan surat-surat berharga dari perusahaan umum.

Adapun menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan serta menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli efek dari berbagai pihak yang ingin memperdagangkan efek tersebut.

Di Indonesia sendiri terdapat satu perusahaan bernama Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) yang berfungsi untuk melakukan transaksi efek.

Perusahaan ini merupakan gabungan dari Bursa Efek Jakarta (pasar saham) dan Bursa Efek Surabaya (pasar obligasi dan derivatif) yang beroperasi sejak 1 Desember 2007.

2. Fungsi Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia
Fungsi Bursa Efek Indonesia

Sebagai perusahaan efek di Indonesia, BEI memiliki fungsi dan peran sebagai berikut:

  • Penyedia atau sarana untuk jual beli efek.
  • Menyusun peraturan terkait seluruh aktivitas dalam bursa.
  • Melaksanakan pengawasan dalam transaksi pasar modal berdasarkan regulasi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Melakukan upaya terkait likuiditas instrumen.
  • Menjaga keterbukaan terkait informasi bursa.
  • Mengontrol sekaligus mengawasi kegiatan transaksi efek yang terjadi.
  • Mencegah adanya manipulasi harga yang tidak sesuai undang-undang.
  • Melakukan suspending atau menangguhkan perdagangan pada emiten saham yang terbukti melanggar ketentuan.
  • Melakukan delisting atau mencabut efek di bursa yang terbukti melanggar ketentuan.

3. Jenis Instrumen dalam BEI

Bursa Efek Indonesia
Jenis instrumen dalam BEI

Pembahasan mengenai BEI selanjutnya adalah terkait jenis instrumen. Adapun berikut adalah jenis-jenis instrumen yang terdapat dalam Bursa Efek Indonesia:

  • Saham

Secara umum, saham merupakan tanda kepemilikan seseorang, badan, atau lembaga dalam suatu perusahaan. Sejauh ini, saham masih menjadi instrumen yang paling banyak diperdagangkan dalam bursa efek.

  • Obligasi

Obligasi adalah jenis surat utang baik jangka menengah maupun jangka panjang yang bisa diperjualbelikan.

  • Waran (Warrant)

Waran merupakan hak untuk membeli saham atau obligasi pada waktu dan harga yang sudah ditentukan oleh penerbit waran atau perusahaan emiten.

4. Jenis Pelaku dalam BEI

Jenis pelaku dalam BEI

Tidak hanya investor, dalam Bursa Efek Indonesia terdapat beberapa jenis pelaku transaksi, yakni sebagai berikut:

  • Transaksi untuk Client

Pelaku dalam BEI yang pertama adalah pialang saham atau pelaku transaksi untuk client. Pialang saham menjadi seorang perantara yang menjembatani antara investor dengan emiten. Biasanya, pelaku BEI pertama ini digunakan oleh investor yang memiliki keterbatasan kemampuan dan waktu.

  • Transaksi untuk Pelaku Lainnya

Pelaku selanjutnya yakni pelaku transaksi untuk pelaku lainnya. Dalam BEI, para investor dan client bukanlah seorang individu saja, melainkan para trader juga menjadi bagian dari pelaku transaksi. Pelaku kedua ini merupakan pialang yang menerima permintaan dari seorang trader.

  • Transaksi untuk Diri Sendiri

Pelaku yang ketiga yakni pelaku transaksi untuk diri sendiri. Dalam BEI, pelaku ini adalah investor retail dan pedagang reksadana.

Baca juga: Reksadana: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

5. Cara Kerja Bursa Efek Indonesia

Cara kerja BEI

Sebagai wadah transaksi efek, BEI memiliki beberapa sistem atau cara kerja sebagai berikut:

  • Prioritas Harga dan Waktu

Prioritas harga dan waktu merupakan cara kerja BEI dalam menjalankan aktivitas terkait perdagangan surat berharga. Umumnya, BEI melakukan analisis harga berdasarkan penawaran dan permintaan, serta memberikan prioritas waktu bagi mereka yang membeli atau menjual dengan harga yang sama.

  • Sistem dalam Pembelian Saham

Cara kerja BEI selanjutnya yakni terkait sistem pembelian saham. Dalam hal ini, BEI menggunakan satuan saham lot (round lot). Tiap satu lot setara dengan 100 lembar saham.

  • Penyelesaian Transaksi Saham

Bursa Efek Indonesia memberikan ketentuan terkait durasi penyelesaian transaksi, yakni penjualan dan pembelian harus selesai dalam waktu maksimal 3 hari setelah transaksi.

  • Jam Operasional BEI

Sesuai aturan pemerintah, transaksi bursa efek hanya beroperasi pada hari Senin hingga Jumat pada pukul 09.00—12.00 WIB dan 14.00—16.00 WIB, sedangkan selama masa pandemi terdapat sedikit perubahan yakni pukul 09.00—11.30 WIB dan 13.00—15.00 WIB.

  • Pengawasan Transaksi

Sistem kerja BEI selanjutnya yakni mengenai proses pengawasan dalam transaksi, yakni meliputi penjaminan keamanan terkait informasi perusahaan, pengawasan transaksi secara real time, menindaklanjuti transaksi yang tidak wajar, pengajuan klarifikasi terhadap isu dalam suatu perusahaan, dan pemberian suspend atau sanksi pada pelaku pasar modal yang melakukan pelanggaran.

Itulah penjelasan mengenai Bursa Efek Indonesia mulai dari pengertian, fungsi, dan cara kerjanya. Di samping mendalami pengetahuan seputar investasi, yuk, kembangkan juga hard skill dan soft skill kamu dengan mengikuti E-Learning dan Bootcamp bersama MySkill.id!

Editor: Deden Usman Hafidi